
Pasar kripto terus menunjukkan perkembangan dari berbagai sisi, baik pada tingkat negara, perusahaan, maupun pengembangan teknologi blockchain. Bitcoin semakin diakui sebagai bagian dari cadangan aset oleh beberapa negara, sementara perusahaan dan pelaku industri menghadapi tantangan akibat volatilitas pasar. Di sisi lain, tokoh industri seperti Vitalik Buterin dan David Schwartz juga memberikan pandangan terkait keamanan, desentralisasi, dan struktur jaringan blockchain.
Bitcoin Digunakan dalam Cadangan Negara, Perusahaan Menyesuaikan Strategi
Bitcoin telah berkembang dari aset digital eksperimental menjadi salah satu aset yang mulai dipertimbangkan dalam cadangan keuangan negara. Berdasarkan laporan dari River, diperkirakan terdapat 23 negara yang memiliki Bitcoin, dengan total sekitar 432.000 BTC atau sekitar 2,1% dari total pasokan. Amerika Serikat tercatat sebagai pemegang terbesar, diikuti oleh Inggris dan Uni Emirat Arab. Selain itu, penggunaan Lightning Network juga meningkat secara signifikan, dengan volume transaksi yang dilaporkan naik sekitar 300% dalam satu tahun terakhir, yang menunjukkan peningkatan penggunaan untuk pembayaran.
Namun, pendekatan perusahaan terhadap Bitcoin dapat berbeda. GD Culture Group Limited, misalnya, memutuskan untuk menjual seluruh cadangan Bitcoin sebesar 7.500 BTC untuk mendukung program pembelian kembali saham. Keputusan ini mencerminkan bagaimana perusahaan dapat menyesuaikan strategi aset digital mereka sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan keuangan perusahaan.
Kedaluwarsa Opsi Bitcoin dan Dampaknya terhadap Pasar
Pasar saat ini juga memperhatikan kedaluwarsa opsi Bitcoin bulanan dengan nilai sekitar $10,5 miliar. Peristiwa ini sering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga jangka pendek, karena posisi trader dapat memengaruhi tekanan beli dan jual di pasar.
Data menunjukkan adanya konsentrasi opsi jual pada level harga tertentu yang mencerminkan ekspektasi sebagian pelaku pasar terhadap potensi pergerakan harga. Selain itu, Bitcoin juga menunjukkan korelasi yang tinggi dengan indeks saham teknologi seperti Nasdaq 100, yang menunjukkan bahwa faktor ekonomi makro dan pasar keuangan tradisional dapat memengaruhi sentimen di pasar kripto.
Aktivitas Ethereum dan Penekanan pada Keamanan DeFi
Di ekosistem Ethereum, aktivitas wallet Vitalik Buterin menunjukkan adanya transfer dan penjualan sebagian aset ETH miliknya dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun demikian, Buterin masih memegang jumlah ETH yang signifikan. Aktivitas tersebut menjadi perhatian pelaku pasar, meskipun alasan dan konteksnya dapat beragam, termasuk kebutuhan operasional atau pendanaan.
Selain itu, Buterin juga menyoroti pentingnya keamanan dalam sektor DeFi, khususnya terkait penggunaan oracle, yaitu sistem yang menyediakan data eksternal ke dalam blockchain. Ia menekankan bahwa keamanan dan desentralisasi merupakan faktor penting untuk memastikan ketahanan protokol DeFi dalam jangka panjang.
Pengawasan terhadap Aktivitas di Prediction Market
Seiring dengan meningkatnya popularitas prediction market, pengawasan terhadap aktivitas perdagangan juga semakin diperketat. Platform Kalshi, yang berada di bawah pengawasan regulator AS, telah mengambil tindakan terhadap beberapa pengguna yang melanggar aturan, termasuk terkait penggunaan informasi non-publik dalam aktivitas perdagangan.
Langkah ini mencerminkan upaya regulator dan platform untuk menjaga transparansi dan integritas pasar, serta memastikan bahwa seluruh peserta mengikuti aturan yang berlaku.
Struktur Desentralisasi dalam XRP Ledger
David Schwartz, CTO Emeritus Ripple, menjelaskan bahwa XRP Ledger dirancang sebagai jaringan yang tidak dapat dikendalikan oleh satu entitas, termasuk Ripple sendiri. Struktur ini bertujuan untuk menjaga independensi jaringan dan memastikan bahwa operasionalnya tetap berjalan secara terdesentralisasi.
Pendekatan ini mencerminkan prinsip dasar teknologi blockchain, yaitu distribusi kontrol dan transparansi, yang menjadi salah satu faktor utama dalam pengembangan ekosistem aset digital.


%201.png)