
48 jam terakhir cukup padat untuk pasar kripto: langkah regulasi maju di Inggris, postmortem DeFi besar, emas yang stabil di tengah ketidakpastian geopolitik, dan Bitcoin yang berada di level teknikal krusial, sementara eksploitasi senilai $30 juta kembali mengingatkan industri bahwa keamanan masih menjadi masalah terbesar yang belum terpecahkan.
Bitcoin di Persimpangan Jalan: Resistensi $64K, Skenario $30K, dan Perhitungan Bertahan Strategy
Bitcoin bertahan di atas $62.500 setelah pemulihan parsial pekan lalu, namun level $64.000 terbukti menjadi langit-langit yang kuat. RSI telah turun di bawah 50, mengindikasikan momentum naik yang melemah. Resistensi utama berada di $64.000 dan $65.500, sementara lantai support kritis ada di $60.000.
Di tengah kondisi ini, Jiang Zhuoer, CEO BTCTOP dan salah satu tokoh pertambangan Bitcoin paling terkemuka di China, menepis kekhawatiran bahwa Strategy bisa menjadi penjual paksa jika BTC jatuh ke $30.000. Argumennya: Strategy mengasumsikan BTC tumbuh sekitar 30% per tahun, menggunakan sekitar 10% untuk membayar bunga STRC, dan dapat menjual Bitcoin pertama yang dibelinya secara selektif untuk mencatat keuntungan akuntansi yang menutup pembayaran bunga, sementara hasil STRC baru digunakan untuk membeli BTC tambahan. Selama pembelian BTC baru melebihi BTC yang dijual, Strategy tetap menjadi net accumulator. Pandangan industri pertambangan adalah model ini masih bertahan, meskipun margin kesalahannya menyempit di level harga yang lebih rendah.
Emas Stabil di Tengah Harapan Gencatan Senjata dan Risiko Inflasi
Harga emas menguat setelah pasar menimbang potensi kemajuan gencatan senjata Israel-Iran di satu sisi, dan kekhawatiran inflasi yang persisten di sisi lain. Bagi pasar kripto, pola stagnan pada aset safe-haven tradisional ini mengindikasikan bahwa selera risiko kemungkinan akan konsolidasi, bukan melonjak, dalam waktu dekat.
Regulator Inggris Membuka Pintu untuk Kripto ETN, dengan Batas 10%
Financial Conduct Authority (FCA) Inggris mengusulkan agar dana investasi yang diotorisasi dapat mengalokasikan hingga 10% portofolionya ke exchange-traded notes (ETN) kripto. Proposal ini menandai pergeseran signifikan dari sikap FCA yang selama ini sangat hati-hati terhadap eksposur kripto di produk dana arus utama.
Batas 10% ini sengaja dibuat konservatif, menciptakan jalur yang disanksi tanpa mendorong eksposur tak terbatas. Bagi manajer dana yang dibatasi dari memegang aset digital secara langsung, ini menawarkan rute yang patuh melalui instrumen yang tercatat di bursa. Jika difinalisasi, ini bisa membuka jalur masuk modal institusional yang signifikan melalui struktur yang sudah familiar dan teregulasi.
XRP: Dua Metrik Bearish yang Perlu Diwaspadai
XRP sempat memantul dari penurunan pekan lalu ke sekitar $1,04, namun analis Motley Fool Alex Carchidi menandai dua tren mengkhawatirkan di XRP Ledger. Nilai aset yang di tokenisasi di XRPL turun 11% dalam 30 hari, dan pangsa pasar XRPL dalam keseluruhan aset yang ditokenisasi merosot ke sedikit di atas 1%. Yang lebih mengkhawatirkan: volume transfer aset tertokenisasi 30 hari di XRPL anjlok 59% menjadi sekitar $54,1 juta, menandakan berkurangnya kecepatan ekonomi di jaringan tersebut.
Tidak semua metrik negatif. Pemegang RWA naik 275% menjadi 105, dan volume transfer stablecoin melonjak 118% menjadi $4,5 miliar. Modal masih mengalir, hanya saja tidak melalui jalur aset tertokenisasi yang paling diperhatikan oleh investor institusional.
Humanity Protocol: Eksploitasi $30 Juta Membuat Token Anjlok 85%
Humanity Protocol, proyek identitas terdesentralisasi berbasis zkEVM, mengalami eksploitasi senilai $30 juta pada Selasa setelah private key milik anggota Humanity Foundation dibobol. Token H ambruk 85% dari sekitar $0,70 ke $0,08 dalam 12 jam. Pendiri Terence Kwok mengonfirmasi insiden tersebut dan meminta pengguna menghindari bridge dan liquidity pool protokol. Arkham Intelligence mengonfirmasi bahwa pelaku eksploitasi sedang merutekan token yang dicuri melalui Kyber Network dan Pancake Swap.
Insiden ini memperpanjang tren suram 2026. Kompromi private key tahun ini mencakup peretasan Drift Protocol senilai $280 juta pada April (dikaitkan dengan Lazarus Group Korea Utara), ditambah Step Finance, Resolv, Echo Bridge, Polymarket, dan lainnya. Masalah keamanan industri ini bukan terutama soal logika protokol, melainkan soal manusia dan praktik pengelolaan kunci di balik protokol-protokol tersebut.
Berita-berita pekan ini memiliki ketegangan yang sama: ambisi institusional yang berbenturan dengan kerentanan struktural yang persisten. FCA membuka pintu; eksploitasi $30 juta melenyapkan sebuah proyek dalam hitungan jam. Strategy bertaruh pada apresiasi BTC jangka panjang; Bitcoin sendiri berjuang mempertahankan level teknikal yang dibutuhkan agar tesis bullish tetap kredibel. Kemajuan itu nyata. Begitu pula jarak yang masih harus ditempuh.
.webp)
