orang yang sedang memantau market update hari ini

Guncangan itu datang dari flash crash pada Sabtu, 22 Agustus, yang menghapus sekitar US$1,35 miliar posisi leverage di seluruh pasar kripto hanya dalam hitungan menit. Bitcoin turun sekitar 2,5%, Ethereum anjlok 5%, Solana sempat terkoreksi 11,5%, sementara XRP menjadi korban paling parah dengan penurunan hingga 37% dari puncaknya di US$1,69 ke sekitar US$1,50.

Yang menarik, di tengah guncangan tersebut, Solana justru menjadi salah satu aset yang paling cepat pulih. Per hari ini, SOL diperdagangkan di sekitar US$95,28, naik 2,46% dalam 24 jam dan kini hanya berjarak tipis dari target teknikal US$98–US$100 yang sempat dibahas pekan lalu.

Di bawah ini rinciannya: apa yang memicu reli awal, apa yang menyebabkan flash crash akhir pekan, level mana yang sekarang penting, dan aset mana yang paling cepat pulih dari guncangan tersebut.

Rekap Singkat: Tiga Pemicu di Balik Reli Awal Pekan Lalu

Sebelum masuk ke flash crash, penting dipahami dulu apa yang mendorong Bitcoin dari bawah US$65.000 ke atas US$75.000 hanya dalam beberapa hari.

1. Departemen Keuangan AS memperbesar pembelian obligasi. Departemen Keuangan menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang dari US$2 miliar menjadi lebih dari US$4 miliar per operasi. Yield obligasi mereda, dolar melemah, dan dana investor mengalir ke aset berisiko. Untuk memahami kaitan kebijakan moneter dengan harga aset kripto, silakan lihat penjelasan kami soal uang fiat dan apa itu devaluasi.

2. Likuidasi posisi short senilai US$1–US$1,4 miliar. Ketika harga naik cepat, trader yang memasang posisi jual terpaksa menutup posisinya dengan membeli, mempercepat kenaikan harga secara mekanis. Cara menghitung untung-rugi pada posisi seperti ini kami jelaskan di apa itu PnL.

3. KTT kripto Gedung Putih dan proposal Regulation Crypto Assets dari SEC. Presiden Trump menggelar pertemuan tingkat tinggi soal kripto bersamaan dengan proposal SEC yang diajukan 18 Agustus, yang antara lain memuat jalur pengecualian registrasi serta konsep conditional safe harbor bagi aset kripto tertentu. Proposal ini masih dalam masa tanggapan publik 60 hari dan belum menjadi aturan final. Untuk memahami kategori aset yang menjadi pokok perdebatan regulasi ini, silakan lihat jenis-jenis kripto.

Ketiga faktor ini yang mendorong Bitcoin menembus garis leher pola inverse head-and-shoulders di US$66.600 pekan lalu, dengan target terukur pola tersebut di US$76.000 — target yang kini sudah terlampaui.

Yang Baru Terjadi: Flash Crash Akhir Pekan

Setelah menembus target US$76.000, Bitcoin justru terus melaju hingga menyentuh US$79.500 pada akhir pekan — level tertinggi sejak reli dimulai. Namun momentum ini ternyata tidak bertahan.

Pada Sabtu, 22 Agustus, pasar mengalami apa yang oleh sejumlah analis disebut "high-volatility reset". XRP, yang sebelumnya menjadi bintang kenaikan dengan lonjakan lebih dari 60% dalam sepekan, jatuh sekitar 37% hanya dalam hitungan menit dari puncaknya US$1,69. Sekitar US$500 juta posisi long XRP terlikuidasi paksa, dan secara total sekitar US$1,35 miliar posisi di seluruh pasar kripto tersapu bersih dalam periode 24 jam, dengan aktivitas paling deras terjadi di Binance.

Bitcoin ikut terdampak dengan penurunan sekitar 2,5% dan sempat tertekan hingga area US$77.000, memicu likuidasi lebih dari US$475 juta pada posisi long BTC. Ethereum turun sekitar 5%, sementara Solana sempat terkoreksi 11,5% dari puncaknya di US$93,39.

Analis menyebut penyebab utamanya bukan katalis makro baru, melainkan faktor struktural: leverage berlebihan, likuiditas akhir pekan yang tipis, dan positioning pasar yang sudah terlalu optimistis. Ketika harga mulai berbalik sedikit saja, posisi-posisi leverage tinggi milik trader ritel terpaksa ditutup paksa secara beruntun, mempercepat penurunan harga dalam waktu singkat.

Kondisi Hari Ini: Siapa yang Paling Cepat Pulih?

Tiga hari setelah flash crash, gambaran pemulihan tiap aset berbeda-beda:

Bitcoin (BTC) stabil di sekitar US$77.445, naik tipis 0,49% dalam 24 jam. Harga ini masih 22% lebih tinggi dibanding sepekan lalu, tapi sekitar 3% di bawah puncak US$79.500 sebelum flash crash. Indikator RSI harian masih berada di kisaran 80–82, tetap dalam zona overbought meski sudah mereda dari puncaknya.

Solana (SOL) menjadi aset dengan pemulihan paling meyakinkan, kini di US$95,28 atau naik 2,46% dalam 24 jam — sudah kembali mendekati level sebelum crash dan tinggal berjarak tipis dari resistance US$98–US$100. SOL telah menembus rata-rata pergerakan 20, 50, 100, dan 200 harinya, dengan level US$81 (rata-rata 200 hari) kini berfungsi sebagai support struktural jangka panjang.

Ethereum (ETH) diperdagangkan di sekitar US$2.417–US$2.458, bergerak relatif flat (variasi antara +0,22% hingga +1,3% tergantung sumber data) usai terkoreksi 5% saat flash crash.

XRP masih menjadi yang paling tertekan, di sekitar US$1,48, turun sekitar 0,9% dalam 24 jam terakhir. Meski begitu, XRP tetap mencatat kenaikan sekitar 47,6% secara mingguan. Level yang perlu diperhatikan adalah US$1,42 (retracement Fibonacci 38,2%) sebagai support terdekat, dan US$1,34 (retracement 50%) sebagai support kritis berikutnya jika tekanan berlanjut.

Dogecoin (DOGE) relatif tenang di kisaran US$0,091, dengan pergerakan 24 jam yang bervariasi antar sumber data (dari -4% hingga +2%) — mengindikasikan volatilitas tinggi tapi tanpa tren yang jelas. DOGE tercatat masih bertahan di atas level support on-chain penting di US$0,081.

Pantau harga Bitcoin hari ini secara real-time di Mobee.

XAUt: Emas Digital Ikut Melesat, Tapi dengan Cerita Berbeda

Di tengah gonjang-ganjing aset kripto berisiko tinggi, Tether Gold (XAUt) — token yang nilainya dipatok 1:1 terhadap satu troy ounce emas fisik — juga mencatat kenaikan yang solid. XAUt kini diperdagangkan di sekitar US$4.592,28, naik dari US$4.512,23 pada 21 Agustus, atau sekitar 1,8% dalam tiga hari terakhir. Ini melanjutkan tren gold yang sudah menuju kenaikan mingguan ketiga secara berturut-turut.

Menariknya, pendorong reli XAUt sebagian beririsan dengan pendorong reli Bitcoin dan altcoin: pembesaran pembelian obligasi oleh Departemen Keuangan AS yang melemahkan dolar turut membuat emas lebih menarik. Tapi ada faktor tambahan yang murni spesifik untuk emas:

  • Permintaan aset safe haven yang meningkat di tengah volatilitas pasar yang tinggi (termasuk flash crash kripto akhir pekan lalu).
  • Kekhawatiran harga minyak terkait potensi sanksi baru terhadap Iran.
  • Pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, terutama dari China.

Berbeda dari Bitcoin dan altcoin yang bergerak liar dengan RSI ekstrem dan rawan flash crash, kenaikan XAUt jauh lebih tenang dan bertahap — mencerminkan sifatnya sebagai aset safe haven, bukan aset spekulatif. Meski begitu, XAUt masih sekitar 18% di bawah puncak tertingginya sepanjang masa di US$5.597,10 yang tercatat 29 Januari 2026, sehingga secara teknikal ruang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tren pelemahan dolar dan permintaan safe haven ini berlanjut. Untuk memahami instrumen ini lebih dalam, silakan baca Investasi Emas Digital: Peluang, Cara, dan Risikonya.

Proyek Kecil: Rentan Saat Likuiditas Tipis

Pekan lalu, sejumlah proyek kecil seperti Velvet (VELVET), ether.fi (ETHFI), Chainlink (LINK), World Liberty Financial (WLFI), dan Hyperliquid (HYPE) mencatat kenaikan tajam berbasis narasi masing-masing — mulai dari infrastruktur DeFi, restaking Ethereum, hingga regulasi pasar perpetual saham pre-IPO. Kenaikan Hyperliquid sendiri turut ditopang oleh kombinasi pelonggaran likuiditas makro dan petisi ke SEC soal kerangka regulasi pasar perpetual. Arsitektur teknisnya kami bahas di HyperCore ke HyperEVM, dan tokennya di Hyperliquid (HYPE).

Proyek-proyek berkapitalisasi kecil seperti ini justru yang paling rentan ketika likuiditas menipis di akhir pekan, seperti yang terlihat pada flash crash 22 Agustus. Dengan kapitalisasi pasar yang jauh lebih kecil dibanding Bitcoin atau Ethereum, harga aset semacam ini bisa berbalik arah jauh lebih cepat saat leverage di pasar tersapu bersih. Ini konsisten dengan catatan kami pekan lalu bahwa kenaikan tiga digit dalam waktu singkat menuntut kehati-hatian ekstra — terutama untuk token dengan suplai beredar yang masih terbatas. Risikonya kami bahas lebih lengkap di apa itu token unlock, sementara mekanisme restaking yang menopang narasi ETHFI kami jelaskan di panduan staking crypto.

Yang Perlu Dipelajari dari Flash Crash Ini

Ada satu pelajaran penting dari akhir pekan ini: RSI yang ekstrem bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal risiko nyata. Sebelum crash, RSI XRP tercatat di 85,41, Solana di 85,3, dan Dogecoin di 79,3 — semuanya jauh di zona overbought yang secara historis rawan koreksi tajam.

Untuk belajar membaca sinyal semacam ini sejak dini, kami menyusun panduannya di cara menganalisis crypto dan apa itu bullish divergence. Latar belakang proyek XRP sendiri kami bahas di apa itu XRP.

Level Penting yang Diperhatikan Sekarang

Bitcoin: resistance terdekat di US$79.000–US$80.000 (area psikologis yang sempat tersentuh sebelum crash), dengan target lanjutan US$82.000–US$82.800 jika berhasil ditembus dan bertahan. Di sisi bawah, US$75.000–US$76.000 kini menjadi support pertama (bekas resistance yang berubah fungsi), dengan support lebih dalam di rata-rata pergerakan 200 hari sekitar US$70.600–US$71.700, dan US$66.600 sebagai garis leher pola inverse head-and-shoulders yang masih menjadi pertahanan struktural.

Solana: resistance di US$98 lalu US$100 (level psikologis yang berpotensi mengonfirmasi berakhirnya tren turun sejak puncak 2025), dengan support di US$88 dan US$81 (rata-rata 200 hari).

XRP: support terdekat di US$1,42 (retracement 38,2%) dan US$1,34 (retracement 50%), dengan resistance di area US$1,60 sebelum kembali menguji puncak US$1,69.

Dogecoin: support kunci di US$0,081, dengan potensi kenaikan ke US$0,177 jika level tersebut bertahan menurut sejumlah analis on-chain — meski ini merupakan proyeksi jangka lebih panjang, bukan target jangka pendek.

Level-level di atas merupakan estimasi teknikal editorial berdasarkan pergerakan harga terbaru, bukan jaminan arah pasar berikutnya.

Yang Menentukan Arah Berikutnya

Beberapa hal yang paling layak dipantau dalam beberapa hari ke depan:

Pertama, apakah pasar bisa stabil tanpa gelombang likuidasi susulan. Flash crash akhir pekan menunjukkan betapa rapuhnya struktur pasar saat leverage menumpuk terlalu tinggi terlalu cepat.

Kedua, apakah Solana bisa mengonfirmasi breakout ke atas US$100 — ini akan menjadi sinyal kuat bahwa tren turun sejak puncak 2025 sudah benar-benar berakhir, berbeda dari Bitcoin dan XRP yang masih dalam proses pemulihan dari crash.

Ketiga, konsistensi arus dana ETF. Minggu lalu ETF Bitcoin dan Ethereum mencatat inflow gabungan sekitar US$2,6 miliar — pekan terkuat sejak Oktober tahun lalu — tapi arus masuk yang bertahan saat harga terkoreksi jauh lebih bermakna dibanding arus masuk saat harga sedang naik.

Keempat, agenda makro pekan ini yang jauh lebih padat: Consumer Confidence, data inflasi PCE, estimasi kedua GDP kuartal II, earnings Nvidia dan sejumlah raksasa teknologi lain, hingga pidato debut Ketua The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole pada Jumat. Setiap kejutan dari agenda ini berpotensi memperkuat atau membalikkan arah pemulihan yang sedang berlangsung.

Untuk pasar yang bergerak secepat dan sevolatil ini, Spot Grid memungkinkan order beli dan jual otomatis dalam rentang harga yang kamu tentukan sendiri, sehingga hasilnya tidak sepenuhnya bergantung pada ketepatan waktu masuk saat kondisi pasar berubah cepat seperti akhir pekan ini. Sebelum mulai, ada baiknya membaca beberapa tips trading crypto dasar, dan memahami siklus bull market kripto agar tidak salah membaca fase pasar saat ini.

Kesimpulan

Pasar kripto hari ini, 24 Agustus 2026, berada dalam fase pemulihan setelah reli lebih dari 20% dalam sepekan berujung pada flash crash akhir pekan yang menghapus sekitar US$1,35 miliar posisi leverage. Bitcoin kini stabil di sekitar US$77.445, sekitar 3% di bawah puncaknya US$79.500 sebelum crash, sementara Solana justru tampil sebagai aset paling tangguh dengan pemulihan cepat ke US$95,28 dan kini mendekati resistance psikologis US$100.

XRP menjadi korban paling parah dari flash crash, turun 37% dari puncaknya meski masih mencatat kenaikan mingguan 47,6%. Ethereum dan Dogecoin bergerak relatif datar saat pasar mencari keseimbangan baru.

Pelajaran utama dari akhir pekan ini: RSI ekstrem di atas 80 pada beberapa aset sebelum crash bukan sekadar angka, melainkan peringatan nyata bahwa ruang kenaikan tanpa jeda sudah menyempit. Dengan agenda makro padat menanti sepanjang pekan — dari PCE hingga pidato Jackson Hole — volatilitas serupa berpotensi kembali terjadi.

Disclaimer. Seluruh informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi. Harga aset kripto dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan keputusan dengan profil risiko.