
Pasar keuangan global, termasuk aset kripto, mengalami volatilitas signifikan setelah dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi makro, perkembangan teknologi AI, dan kebijakan perdagangan. Pergerakan tajam terjadi di berbagai kelas aset, mulai dari saham hingga komoditas dan kripto, mencerminkan meningkatnya ketidakpastian di pasar.
Kekhawatiran AI dan Tarif Tekan Pasar Saham
Pasar saham AS mencatat pelemahan, terutama pada sektor teknologi dan perangkat lunak. Saham IBM turun sekitar 11% setelah perusahaan AI Anthropic memperkenalkan model terbaru yang diklaim mampu mengotomatisasi modernisasi sistem berbasis COBOL. Teknologi ini berpotensi mengurangi kebutuhan layanan konsultasi teknologi yang sebelumnya menjadi sumber pendapatan penting bagi perusahaan tertentu.
Selain itu, rencana penerapan tarif impor tetap sebesar 15% oleh Presiden Donald Trump turut meningkatkan kekhawatiran pasar. Kebijakan ini mendorong pergerakan pada aset safe haven seperti emas dan perak. Harga emas sempat naik tajam sebelum kembali stabil, sementara perak juga mengalami volatilitas tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Bitcoin Turun, Likuidasi dan Aktivitas Whale Meningkat
Pasar kripto turut mengalami tekanan. Harga Bitcoin turun hingga sekitar $64.161 setelah menembus level support sebelumnya. Penurunan ini memicu likuidasi lebih dari $238 juta pada posisi long, terutama dari trader yang menggunakan leverage.
Data on-chain juga menunjukkan peningkatan aktivitas whale. Dalam 30 hari terakhir, deposit Bitcoin ke bursa Binance mencapai sekitar $8,2 miliar, level tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Peningkatan aliran aset ke bursa umumnya dikaitkan dengan potensi tekanan jual dan volatilitas yang lebih tinggi dalam jangka pendek.
Solana dan NEAR Fokus pada Pengembangan Infrastruktur
Di tengah tekanan pasar, beberapa proyek blockchain tetap melanjutkan pengembangan teknologi mereka.
Solana memperkenalkan inisiatif "Pacific Backbone," yang bertujuan meningkatkan infrastruktur jaringan di kawasan Asia-Pasifik. Langkah ini difokuskan untuk mendukung kinerja jaringan, staking, dan kesiapan adopsi institusional di masa depan.
Sementara itu, NEAR Protocol meluncurkan Near.com, sebuah aplikasi yang mengintegrasikan teknologi AI dengan fungsi keuangan terdesentralisasi. Platform ini dirancang untuk menyederhanakan penggunaan layanan Web3 dan meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna.
Stablecoin USD1 Sempat Alami Tekanan Pasar
World Liberty Financial (WLFI) menyatakan bahwa stablecoin mereka, USD1, sempat mengalami tekanan yang menyebabkan nilainya turun sementara dari patokan $1. Berdasarkan data pasar, USD1 sempat diperdagangkan di kisaran $0,98 hingga $0,994 sebelum akhirnya kembali stabil. Penurunan ini menunjukkan bahwa stablecoin tetap dapat mengalami fluktuasi jangka pendek, terutama saat terjadi perubahan sentimen dan likuiditas di pasar.
Tim WLFI menyebutkan bahwa pergerakan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk dugaan kompromi akun internal, aktivitas short-selling, dan meningkatnya tekanan jual. Selain itu, mereka juga menyoroti adanya penyebaran sentimen negatif yang mempercepat reaksi pasar. Meski demikian, USD1 berhasil kembali ke nilai patokannya, menunjukkan bahwa mekanisme stabilisasi masih berjalan sesuai fungsinya.
Laporan ZachXBT Soroti Dugaan Insider Trading
Penyelidik blockchain independen ZachXBT mengumumkan bahwa ia akan merilis laporan investigasi terkait dugaan insider trading di sebuah perusahaan kripto besar. Laporan ini dijadwalkan terbit pada 26 Februari, tetapi identitas perusahaan yang dimaksud belum diungkapkan. Pengumuman ini menarik perhatian karena ZachXBT dikenal aktif mengungkap aktivitas mencurigakan melalui analisis data on-chain.
Menurut informasi awal yang dibagikan, laporan tersebut akan membahas dugaan penggunaan informasi internal oleh pihak tertentu untuk melakukan perdagangan. Jika terbukti, temuan ini dapat menimbulkan pertanyaan mengenai praktik tata kelola dan transparansi di industri kripto. Pelaku pasar kini menunggu rilis laporan tersebut karena hasilnya berpotensi memengaruhi sentimen dan kepercayaan terhadap sektor aset digital.
Kesimpulan
Volatilitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto dan keuangan global masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk perkembangan teknologi, kebijakan ekonomi, dan aktivitas pelaku besar. Di sisi lain, pengembangan infrastruktur blockchain terus berlanjut, menandakan fokus jangka panjang industri meskipun kondisi pasar sedang berfluktuasi.


%201.png)