daily-13-01-2026

Pasar kripto telah mengalami perubahan besar. Jika beberapa tahun lalu meme coin dan spekulasi jangka pendek mendominasi perhatian investor, kini fokus beralih ke sektor dengan fundamental yang lebih kuat dan berkelanjutan. Salah satu narasi paling menonjol di tahun 2026 adalah Perpetual DEX (Perp DEX), platform derivatif terdesentralisasi yang menawarkan transparansi dan pendapatan riil.

Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan. Investor (baik institusi maupun ritel) mulai mencari model bisnis yang menghasilkan cash flow nyata, bukan sekadar janji pertumbuhan di masa depan.

Era Cash Flow dan Transparansi di Dunia Kripto

Tahun 2026 menandai pergeseran besar dari “narasi masa depan” menuju real yield, yaitu pendapatan yang benar-benar dihasilkan oleh protokol. Ketika regulasi terhadap bursa tersentralisasi (CEX) semakin ketat, banyak trader mulai bermigrasi ke Perp DEX karena dua faktor utama.

Pertama adalah self-custody, di mana pengguna memegang kendali penuh atas aset mereka tanpa bergantung pada pihak ketiga. Kedua adalah revenue sharing, yaitu mekanisme pembagian biaya transaksi langsung kepada pemegang token atau staker.

Data dari Dune Analytics menunjukkan bahwa volume perdagangan Perp DEX kini menyumbang lebih dari 35% total volume derivatif kripto global, melonjak tajam dari sekitar 5% beberapa tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan bahwa Perp DEX bukan lagi alternatif, melainkan pemain utama.

Proyek Perp DEX yang Mendefinisikan Standar Baru di 2026

Berdasarkan data DeFiLlama dan berbagai dashboard komunitas di Dune, berikut proyek-proyek Perp DEX yang paling menonjol dan menjadi tolok ukur industri saat ini.

1. Hyperliquid (HYPE), Pemimpin Pasar Perp DEX

Hyperliquid masih menjadi raja di sektor Perp DEX berkat infrastruktur Layer-1 miliknya yang sangat efisien. Pada Januari 2026, Open Interest (OI) Hyperliquid tercatat mencapai $7,3 miliar, menjadikannya yang terbesar di industri.

Token HYPE tidak hanya berfungsi sebagai alat tata kelola. Hampir 99% biaya transaksi dialokasikan kembali untuk mendukung ekosistem, termasuk mekanisme buyback token. Dari sisi adopsi, jumlah pengguna aktif bulanan Hyperliquid telah menembus 600.000 user, menjadikannya DEX paling ramai saat ini.

2. Aster (ASTER), Penantang Kuat dengan Volume Masif

Aster muncul sebagai pesaing serius, khususnya di jaringan BNB Chain. Pada Januari 2026, Aster mencatatkan volume perdagangan harian hingga $6,6 miliar, bahkan sempat melampaui Hyperliquid dalam periode tertentu.

Daya tarik utama ASTER terletak pada model staking yang memberikan imbalan stablecoin dari pendapatan protokol. Dengan TVL stabil di kisaran $1,3 miliar, Aster menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari para penyedia likuiditas.

Sumber: DefiLlama, 9 Januari 2026

3. Lighter (LIT), Pendatang Baru dengan Teknologi ZK

Lighter menjadi sorotan berkat inovasi verifiable order matching berbasis ZK-Rollup. Dalam 30 hari pertama pasca-TGE, volume perdagangan Lighter mencapai $198 miliar, didorong oleh insentif agresif.

Token LIT mengadopsi model ve(3,3) yang mendorong penguncian token jangka panjang. Data Dune menunjukkan lebih dari 70% suplai LIT beredar dalam kondisi terkunci, yang secara signifikan mengurangi tekanan jual di pasar.

4. MYX Finance (MYX), Perdagangan Tanpa Slippage

MYX Finance mencuri perhatian dengan teknologi Matching Pool Mechanism (MPM) yang memungkinkan perdagangan tanpa slippage, bahkan untuk posisi besar. Sejak peluncuran V2, total volume perdagangan MYX telah melampaui $125 miliar.

Protokol ini mengadopsi model fee sharing, dengan distribusi pendapatan bulanan sekitar $54,8 juta kepada pemegang token dan penyedia likuiditas. Keunggulan lainnya adalah dukungan collateral dari 20+ blockchain tanpa perlu bridging manual.

5. SUN Perps (SUN), Andalan Ekosistem Tron

SUN Perps memanfaatkan likuiditas USDT yang sangat besar di jaringan Tron. Pada periode volatilitas tinggi, volume perdagangan 24 jam SUN Perps sempat menembus $300 juta.

Token SUN digunakan sebagai token utilitas utama dengan mekanisme buyback & burn, menciptakan tekanan beli seiring meningkatnya aktivitas trading. Biaya transaksi yang murah dan integrasi dompet yang luas menjadikannya favorit trader ritel.

Kesimpulan

Narasi Perpetual DEX di tahun 2026 menegaskan satu hal: pasar kripto telah dewasa. Investor kini lebih menghargai transparansi, pendapatan riil, dan model bisnis berkelanjutan dibanding sekadar hype. Perp DEX dengan real yield berpotensi menjadi tulang punggung ekosistem DeFi di fase siklus berikutnya.

Disclaimer
Materi ini adalah untuk informasi umum dan bukan merupakan saran investasi, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli dan menjual aset kripto, aset digital, sekuritas, atau instrumen turunan, atau untuk melakukan investasi apa pun. Mobee tidak berkewajiban untuk memperbarui laporan ini berdasarkan informasi dan peristiwa yang terjadi setelah laporan ini dibuat dan diterbitkan. Setiap saran atau rekomendasi dalam laporan ini mungkin tidak sesuai untuk pengguna tertentu.