Pasar keuangan saat ini tengah menghadapi ujian berat berupa guncangan makroekonomi dan ketegangan geopolitik. Dengan eskalasi konflik AS-Iran, lonjakan harga minyak, dan ketidakstabilan global yang lebih luas, Wall Street sedang menavigasi lingkungan risk-off.

Namun, di balik volatilitas jangka pendek ini, sebuah pergeseran struktural sedang terjadi. Institusi-institusi semakin memperkuat infrastruktur aset digital, metrik pasokan semakin ketat, dan narasi safe-haven tradisional sedang diperdebatkan dengan sengit.

Guncangan Geopolitik dan Perdebatan "Safe Haven"

Eskalasi terbaru di Timur Tengah, yang ditandai dengan serangan udara AS-Israel di Iran, telah mengguncang kepercayaan pasar yang rapuh. Bitcoin sempat turun ke bawah $65.000 karena lebih dari $360 juta posisi long dilikuidasi di tengah bertemunya berbagai hambatan makro, termasuk lonjakan harga minyak dan kekerasan kartel yang tak terduga di Meksiko.

Secara tradisional, investor berbondong-bondong beralih ke emas selama krisis semacam itu. Namun, para ahli strategi pasar semakin mempertanyakan daya tahan daya tarik geopolitik emas, menunjukkan bahwa pilar dasarnya sebagai safe haven utama mungkin mulai runtuh. Sebaliknya, kripto bertindak sebagai katup pelepas tekanan secara real-time

Menyusul serangan udara tersebut, bursa kripto Iran mengalami lonjakan arus keluar sebesar 700% secara langsung dengan total lebih dari $10,3 juta, karena aset digital sekali lagi berfungsi sebagai saluran keuangan penting selama pemadaman internet dan krisis tingkat negara.

Menurut Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa kripto "bukan lagi sebuah opsi" melainkan secara aktif didorong untuk mengambil peran utama di pasar.

Institusi Membeli Saat Harga Turun (Buy the Dip) di Tengah Volatilitas

Meskipun sentimen ritel sering kali goyah selama konflik, para raksasa institusional menganggap kemunduran makro ini sebagai peluang diskon.

  • ARK Invest secara aktif membeli saat harga turun, memborong saham Coinbase dan Robinhood di tengah volatilitas geopolitik.
  • Morgan Stanley tetap mempertahankan pandangan bullish-nya terhadap ekuitas AS. Raksasa perbankan ini menyatakan bahwa meskipun ada konflik Iran dan kenaikan harga minyak, mesin ekonomi yang mendasarinya tetap cukup kuat untuk menghadapi badai.

Di dalam ekosistem kripto, supply squeeze besar-besaran secara perlahan sedang terbentuk. Pasokan Ether (ETH) di bursa terpusat telah anjlok ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan Februari saja, lebih dari 31 juta ETH keluar dari bursa dengan cadangan Binance turun ke level tahun 2020. 

Eksodus massal likuiditas ke dompet self-custody dan platform staking ini berarti bahwa jika momentum bullish mendorong ETH dengan kuat menembus level resistensi $2.000, kurangnya pasokan dalam order-book yang tersedia dapat memicu volatilitas harga yang ekstrem.

Ekspansi Infrastruktur Semakin Cepat

Pergerakan harga sehari-hari menutupi akselerasi cepat dari pengembangan infrastruktur on-chain. Berbagai institusi sedang membangun fondasi untuk dekade keuangan berikutnya:

  • Ekspansi Besar Ripple: Ripple baru saja mengumumkan ekspansi besar-besaran pada platform blockchain perusahaannya, mengintegrasikan pembayaran stablecoin, kustodian, dan perangkat likuiditas global. Beroperasi secara langsung di lebih dari 60 pasar dengan lebih dari $100 miliar volume yang diproses, Ripple memposisikan dirinya sebagai "pusat aset digital terpadu" bagi institusi keuangan global.
  • Dorongan Digital Australia: Pasar global menyadari potensi menguntungkan dari tokenisasi, di mana Australia dilaporkan tengah mengincar peluang keuangan digital besar senilai $17 miliar untuk merombak kerangka kerja keuangan domestiknya.

Seperti yang dicatat oleh CIO Bitwise, terdapat ketidaksesuaian yang besar antara narasi investor yang sudah usang dan realitas pergeseran on-chain Wall Street yang agresif.

Medan Pertempuran Regulasi terhadap GENIUS Act

Meskipun ada kemajuan teknologi, gesekan politik masih menjadi kendala. Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump baru-baru ini menggunakan media sosial untuk mengkritik sektor perbankan tradisional, menuduh bank-bank secara aktif mengancam usulan undang-undang stablecoin "GENIUS". 

Dengan terhentinya rancangan undang-undang struktur pasar kripto yang komprehensif di Kongres, ketegangan antara raksasa keuangan yang ada dan sektor aset digital yang sedang berkembang telah mencapai titik didih.

Disclaimer
Materi ini adalah untuk informasi umum dan bukan merupakan saran investasi, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli dan menjual aset kripto, aset digital, sekuritas, atau instrumen turunan, atau untuk melakukan investasi apa pun. Mobee tidak berkewajiban untuk memperbarui laporan ini berdasarkan informasi dan peristiwa yang terjadi setelah laporan ini dibuat dan diterbitkan. Setiap saran atau rekomendasi dalam laporan ini mungkin tidak sesuai untuk pengguna tertentu.