daily-12-01-2026

Memasuki awal 2026, peran stablecoin dalam ekosistem kripto mengalami pergeseran besar. Jika sebelumnya stablecoin hanya digunakan sebagai tempat berlindung saat volatilitas pasar tinggi, kini aset ini telah berevolusi menjadi fondasi utama sistem pembayaran digital global.

Laporan Cointelegraph memproyeksikan volume pembayaran menggunakan stablecoin berpotensi mencapai US$5,6 triliun pada 2030. Sementara itu, data DeFiLlama per Januari 2026 mencatat kapitalisasi pasar stablecoin global telah stabil di US$307 miliar, menandakan bahwa adopsi “digital dollar” telah memasuki fase arus utama (mainstream).

Perang Imbal Hasil dan Kedaulatan Digital

Di tahun 2026, pertanyaan investor tidak lagi sebatas “apakah stablecoin ini aman?”, tetapi berubah menjadi “apa keuntungan memegangnya?”. Narasi pasar kini terbagi ke dalam tiga kekuatan besar:

1. Imbal Hasil Riil (Yield-Bearing Stablecoin)

Stablecoin yang memberikan bunga langsung melalui strategi investasi otomatis dan DeFi.

2. Kepatuhan & Institusi

Stablecoin yang sepenuhnya diaudit, patuh regulasi, dan didukung aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) seperti obligasi negara.

3. Kedaulatan Politik & Sosial

Stablecoin yang digunakan sebagai alat diplomasi ekonomi, pembayaran lintas negara, hingga integrasi media sosial.

Pemain Kunci dalam Ekosistem Stablecoin 2026

1. Tether (USDT, XAUT, EURT)

Tether masih menjadi penguasa pasar dengan pangsa sekitar 60% dan kapitalisasi mencapai US$187 miliar. USDT berfungsi sebagai “uang tunai” dunia kripto, khususnya di negara berkembang.

Menariknya, Tether kini memperluas cadangan ke Bitcoin (8.888 BTC) dan emas, serta mulai bertransformasi menjadi konglomerat teknologi dengan investasi di sektor energi dan AI.

2. Circle (USDC)

USDC diposisikan sebagai stablecoin paling ramah regulasi. Setelah IPO yang sukses, Circle fokus pada transparansi penuh serta kepatuhan terhadap regulasi MiCA (Eropa) dan GENIUS Act (AS).

USDC mendominasi transaksi di jaringan Layer-2 seperti Base dan menjadi jembatan utama antara sistem keuangan tradisional (TradFi) dan blockchain.

3. Ethena (USDe)

Ethena mempopulerkan konsep “Dollar Sintetis”. USDe menawarkan imbal hasil dari strategi lindung nilai (hedging) di pasar derivatif.

Per Januari 2026, USDe memiliki valuasi sekitar US$6,3 miliar, menjadikannya salah satu stablecoin favorit untuk passive income di DeFi.

4. SYRUP (Maple Finance)

SYRUP menjadi narasi besar di 2026 dengan menghubungkan perbankan institusi dan DeFi. Melalui produk seperti syrupUSDC dan syrupUSDT, pengguna memperoleh imbal hasil dari pinjaman kepada institusi besar. Sebanyak 25% pendapatan protokol dialokasikan untuk buyback token SYRUP, menciptakan model ekonomi berkelanjutan.

5. Ripple (RLUSD)

Ripple resmi meluncurkan RLUSD di XRP Ledger dan Ethereum. Fokus utamanya adalah likuiditas pembayaran lintas negara (cross-border payment) untuk institusi keuangan.

Berbeda dari stablecoin retail, RLUSD berada di bawah pengawasan NYDFS, menargetkan bank dan korporasi global.

6. PayPal (PYUSD)

PayPal membawa stablecoin ke pengguna ritel melalui PYUSD. Integrasi dengan Venmo dan YouTube (pembayaran kreator) menjadikan PYUSD sebagai stablecoin dengan adopsi ritel tercepat.

PayPal bahkan menawarkan yield sekitar 4%, mengubah dompet digital menjadi tabungan berbunga.

7. World Liberty Financial (WLFI – USD1)

USD1 menarik perhatian besar karena narasi anti-CBDC dan isu kedaulatan finansial AS.

Dalam waktu singkat, kapitalisasi USD1 mencapai US$3,4 miliar, didorong oleh komunitas politik yang kuat di Amerika Serikat.

8. Plasma (XPL)

XPL hadir bukan hanya sebagai token, tetapi sebagai bagian dari blockchain Layer-1 Plasma.

Diposisikan sebagai “jalan raya bagi stablecoin”, Plasma memungkinkan pengiriman stablecoin lintas negara dengan biaya nyaris nol, memudahkan adopsi blockchain oleh bisnis tradisional.

Kesimpulan

Di 2026, stablecoin telah berevolusi dari sekadar alat lindung nilai menjadi mesin ekonomi digital global. Dengan kombinasi imbal hasil, kepatuhan regulasi, dan peran geopolitik, stablecoin kini menjadi infrastruktur utama masa depan keuangan dunia.

Disclaimer
Materi ini adalah untuk informasi umum dan bukan merupakan saran investasi, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli dan menjual aset kripto, aset digital, sekuritas, atau instrumen turunan, atau untuk melakukan investasi apa pun. Mobee tidak berkewajiban untuk memperbarui laporan ini berdasarkan informasi dan peristiwa yang terjadi setelah laporan ini dibuat dan diterbitkan. Setiap saran atau rekomendasi dalam laporan ini mungkin tidak sesuai untuk pengguna tertentu.