.jpg)
Aktivitas on-chain yang tidak biasa terdeteksi di jaringan Solana dalam 24 jam terakhir. Data dari Wormhole Scan (8 Januari 2026) menunjukkan adanya outbound transfer masif senilai $359,4 miliar yang bergerak keluar dari Solana menuju tiga jaringan utama: BNB Chain, Ethereum, dan Base. Skala perpindahan ini langsung menarik perhatian pelaku pasar karena jauh di atas volume harian normal.

Ke Mana Dana Mengalir?
Rincian data Wormhole memperlihatkan bahwa aliran dana tersebut terkonsentrasi pada tiga tujuan utama:
- BNB Chain (BSC) menerima porsi terbesar dengan nilai sekitar $164,2 miliar.
- Ethereum mencatat aliran masuk sebesar $109,2 miliar.
- Base menerima transfer senilai $67,2 miliar.
Sekilas, angka ini tampak seperti pergerakan spekulatif ekstrem. Namun, gambaran yang lebih jelas muncul saat data ini dibandingkan dengan kondisi likuiditas stablecoin lintas chain.
Dampak Nyata pada Likuiditas
Berdasarkan data DeFiLlama (8 Januari 2026), total likuiditas stablecoin secara global relatif stabil. Artinya, tidak terjadi arus keluar dana besar dari ekosistem kripto secara keseluruhan. Namun, jika dilihat per-chain, dampaknya jauh lebih terasa.

Solana mencatat penurunan kapitalisasi stablecoin sebesar -5,42% dalam satu hari, setara dengan sekitar $760 juta likuiditas yang benar-benar keluar. Ini mengindikasikan bahwa arus transfer bukan sekadar “bolak-balik teknis”, melainkan disertai pengurangan pasokan uang riil di jaringan Solana.
Sebaliknya, Ethereum justru mengalami kenaikan stablecoin sebesar +0,34% pada periode yang sama. Ini menunjukkan adanya penyerapan likuiditas, seolah Ethereum menjadi tempat dana tersebut akhirnya “mengendap”.
Distribusi Likuiditas Mengindikasikan Rebalancing
Di sinilah narasi “alpha” mulai terbentuk. Pola yang muncul tidak menyerupai panic selling, melainkan rebalancing lintas rantai yang terstruktur.
- Solana berperan sebagai sumber likuiditas, dengan uang riil benar-benar keluar dari ekosistemnya.
- BNB Chain berfungsi sebagai jalur lalu lintas cepat, menerima volume transfer terbesar, namun likuiditas stablecoinnya relatif datar (+0,04%). Ini mengisyaratkan BNB lebih digunakan sebagai “high-frequency rail” daripada tempat parkir dana.
- Ethereum menjadi tujuan akhir, tempat likuiditas stablecoin bertambah dan dana tampak mengendap.
Secara matematis, kenaikan stablecoin di Ethereum hampir sejalan dengan penurunan yang terjadi di Solana, memperkuat dugaan bahwa perpindahan ini bersifat strategis, bukan acak.
Sinyal Menjelang Volatilitas
Kombinasi antara volume teknikal besar di BNB Chain (termasuk aktivitas token BNB yang mencapai puluhan miliar dolar) dan akumulasi stablecoin di Ethereum sering kali menjadi sinyal klasik menjelang fase volatilitas tinggi. Pola seperti ini kerap muncul sebelum:
- Pergerakan harga besar.
- Aksi market maker.
- Peluncuran dan aktivasi infrastruktur baru, khususnya di Layer-2 seperti Base dan ekosistem BNB.
Kesimpulan
Angka $359 miliar memang mencolok, tetapi bukan itu sinyal utamanya. Pesan sebenarnya adalah pergeseran likuiditas: Solana sedang “dikuras”, sementara Ethereum sedang “diisi ulang”. Dalam jangka pendek, kondisi ini berpotensi memicu volatilitas tinggi, khususnya pada pasangan SOL/ETH dan ETH/BNB, dalam 24–48 jam ke depan.
Bagi pelaku pasar, ini bukan sekadar berita, melainkan peringatan dini untuk lebih waspada terhadap pergerakan besar yang mungkin segera terjadi.


%201.png)