
Pasar kripto saat ini sedang berada dalam fase krusial. Di tengah fluktuasi harga yang tajam, para pelaku pasar sedang memperhatikan dengan seksama apakah ini merupakan titik akumulasi atau justru awal dari koreksi yang lebih dalam.
Bitcoin: Pergulatan di Bawah $80.000 dan Sinyal Kontradiktif
Bitcoin saat ini tengah menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan posisinya. Setelah sempat mengalami penurunan tajam, pasar kini diwarnai oleh dua narasi yang saling bertolak belakang.
Michael Saylor dari MicroStrategy kembali memberikan sinyal beli saat harga Bitcoin menukik. Strategi agresif ini diikuti oleh beberapa entitas besar lainnya yang memanfaatkan crash akhir pekan untuk menambah muatan BTC mereka.
Di sisi lain, tokoh finansial Jim Cramer mempertanyakan dimana keberadaan para pendukung kenaikan harga saat BTC berjuang keras di bawah level $80.000. Penurunan ini juga dipicu oleh pembersihan leverage di pasar derivatif, yang memaksa banyak trader untuk keluar dari posisi mereka.
Data on-chain menunjukkan adanya pergerakan dari dompet-dompet Bitcoin lama yang telah tidur selama lebih dari satu dekade. Hampir 5.000 BTC berpindah tangan pada Januari ini, menambah tekanan psikologis di pasar meskipun belum tentu bertujuan untuk dijual.
Pasar Stablecoin: Mengurangnya Likuiditas Digital
Kondisi likuiditas di pasar kripto menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Setelah mencapai puncaknya di angka $311 miliar, kapitalisasi pasar stablecoin global mulai menyusut.
Dalam dua minggu terakhir, sekitar $6,2 miliar modal telah keluar dari ekosistem stablecoin. Penurunan ini sering dianggap sebagai indikator berkurangnya "amunisi" investor untuk melakukan pembelian aset kripto secara instan.
Data inflasi alternatif menunjukkan bahwa CPI (Indeks Harga Konsumen) AS mulai menngurang lebih cepat dari perkiraan resmi. Hal ini memberikan tekanan pada Federal Reserve untuk menentukan arah kebijakan suku bunga, yang secara langsung berdampak pada minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto.
Ripple (XRP): Antara Adopsi Institusional dan Ancaman di Masa Depan
Ripple terus melangkah maju dengan strategi pembayaran dan tokenisasi aset untuk perbankan global, meskipun tetap dibayangi oleh kehati-hatian internal.
Ripple memberikan sinyal kuat tentang pergeseran institusional, di mana banyak bank mulai mengadopsi teknologi tokenisasi untuk mempercepat proses pembayaran lintas batas.
CTO Ripple, David Schwartz, baru-baru ini menepis isu miring terkait hubungan masa lalu perusahaan, namun di saat yang sama ia memperingatkan tentang adanya Ancaman tersembunyi di Masa Depan yang mungkin akan dihadapi industri di masa depan. Fokus Ripple saat ini tetap pada penyediaan infrastruktur keuangan yang patuh regulasi bagi lembaga keuangan besar.
Namun, di tengah optimisme adopsi, insiden eksploitasi pada protokol CrossCurve senilai $3 juta menjadi pengingat akan pentingnya keamanan infrastruktur cross-chain di dalam ekosistem.



%201.png)