
Pasar mata uang kripto saat ini sedang mengalami dua realitas yang bertolak belakang. Di permukaan, investor ritel sedang keluar dari market sehingga harga sedang menguji level support kritis, dan indikator sentimen menunjukkan sinyal bahaya yang belum pernah terlihat sejak keruntuhan Terra/Luna.
Namun, di balik kepanikan tersebut, pemain kelas kakap industri ini mulai dari Coinbase hingga MicroStrategy justru melipatgandakan posisi mereka, melihat kejatuhan ini sebagai "kesempatan kedua" yang langka untuk mengakumulasi aset sebelum The Fed kembali mencetak uang secara perlahan.
Ritel Alami "Extreme Fear" di Tengah Kondisi Teknis Bearish
Kondisi psikologis pasar telah mencapai titik bawah. Indeks Crypto Fear and Greed anjlok ke level antara 5 dan 8, menandakan Extreme Fear. Angka ini jarang terlihat kecuali pada kejadian bencana, sebanding dengan runtuhnya ekosistem Terra/Luna di 2022.
- Pergerakan Harga: Setelah kejatuhan tajam yang sempat membuat Bitcoin menyentuh kisaran $60.000, aset ini merangkak kembali ke sekitar $70.000–$71.000. Namun, pemulihan ini rapuh. Indikator teknikal, termasuk moving average dan MACD, tetap sangat bearish.
- Ancaman $50K: Beberapa trader memperingatkan bahwa penderitaan belum berakhir. Analisis yang membandingkan struktur pasar saat ini dengan bear market 2022 menunjukkan bahwa "dasar yang sebenarnya" (real bottom) mungkin berada lebih dekat ke $50.000, level di mana banyak pembeli ETF baru akan mengalami kerugian besar.
- Minat umum telah menguap seiring jatuhnya harga. Volume pencarian Google untuk istilah "crypto" berada di dekat titik terendah tahunan, menandakan investor ritel sebagian besar telah meninggalkan pasar.
Respon Institusi: Membeli Saat Pasar Berdarah
Sementara investor ritel melarikan diri, institusi tampaknya menganggap kejatuhan ini sebagai diskon besar, sebuah "kesempatan kedua" (new crack at the apple).
- MicroStrategy milik Michael Saylor mengalami kerugian sekitar $3,4 miliar pada taruhan Bitcoin besarnya, dengan nilai kepemilikan turun menjadi ~$50,8 miliar dibandingkan modal awal ~$54,2 miliar. Tak gentar, Saylor mengisyaratkan akumulasi lebih lanjut, untuk menurunkan harga masuk rata-rata perusahaan, tetap berpegang pada strategi mengakuisisi aset tanpa mempedulikan volatilitas jangka pendek.
- CEO Brian Armstrong tetap tenang, menyebut volatilitas ini "bukan hal baru." Ia melihat penurunan saat ini sebagai siklus rutin dalam lintasan yang lebih luas dimana kripto terus "menggerogoti layanan keuangan." Fokusnya tetap pada pembangunan infrastruktur dan kejelasan regulasi, bukan memantau pergerakan harga harian.
- CEO Bitwise, Hunter Horsley, mencatat bahwa meskipun pemegang lama terguncang, investor institusi justru masuk. Perusahaannya melaporkan inflows lebih dari $100 juta dalam satu hari saat penurunan terjadi, menunjukkan smart money diam-diam membeli saat pasar ketakutan.
Latar Belakang Makro: Dolar yang "Berbahaya"
Lingkungan ekonomi makro yang lebih luas sedang bergeser dengan cara yang secara historis menguntungkan hard assets.
- Analis, termasuk dari The Economist, telah menandai Dolar AS sebagai aset yang berpotensi "berbahaya." Ketidakstabilan politik dan ketakutan mengenai independensi The Fed di masa depan (khususnya terkait nominasi Kevin Warsh) membunyikan alarm tentang inflasi dan penurunan nilai mata uang.
- Gradual Print: Pakar makroekonomi Lyn Alden berpendapat bahwa The Fed sedang memasuki fase "pencetakan uang bertahap." Berbeda dengan penambahan likuiditas pada tahun 2020, ini akan menjadi ekspansi jumlah uang beredar yang lambat namun pasti, semacam "QE tersembunyi" yang mendukung aset langka seiring waktu.
- Reli Komoditas: Emas dan perak telah memperpanjang kenaikan di tengah melemahnya Dolar, memperkuat narasi pelarian ke aset aman (flight to safety) yang sering kali juga menguntungkan Bitcoin.
Kesalahan Transfer $44 Miliar
Sebagai pengingat akan risiko operasional yang masih ada di industri ini, bursa kripto Korea Selatan, Bithumb, mengalami kesalahan fatal. Selama acara promosi yang dimaksudkan untuk membagikan hadiah uang tunai kecil, bursa tersebut secara tidak sengaja mengirimkan Bitcoin senilai $44 Miliar kepada pengguna. Bithumb segera membekukan penarikan dan mengklaim telah memulihkan 99,7% dana tersebut dalam waktu 35 menit, mencegah kejadian yang bisa saja menghancurkan pasar.
Kesenjangan antara harga dan keyakinan jarang selebar ini. Ritel ketakutan dan absen, sementara kondisi makro (Dolar lemah/cetak uang) dan perilaku institusi (akumulasi agresif) menunjukkan cakrawala yang bullish. Seperti yang dicatat oleh Armstrong dari Coinbase, volatilitas adalah harga tiket masuk untuk disrupsi yang akan datang.


%201.png)