bitcoin-holders

Sebagai aset kripto yang kini telah matang menjadi "Emas Digital" global, peta kepemilikan Bitcoin di awal 2026 telah mengalami pergeseran besar. Masuknya institusi keuangan raksasa dan kebijakan cadangan strategis negara membuat Bitcoin semakin terkonsentrasi di tangan entitas-entitas yang memiliki visi jangka panjang.

Berikut adalah daftar pemegang bitcoin terbanyak di dunia, baik itu individual maupun institusional:

Baca juga: Bitcoin Pizza Day: Sejarah Transaksi Bitcoin Pertama untuk Beli Pizza

Siapa Pemegang Bitcoin Terbanyak di 2026?

Dominasi kini berada di tangan pengelola aset besar dan pemerintahan yang mulai memandang Bitcoin sebagai alat diplomasi ekonomi. Berikut adalah daftar terbarunya:

1. Satoshi Nakamoto (1,1 Juta BTC)

Satoshi Nakamoto menempati posisi teratas dengan estimasi 1,096 juta BTC. Koin-koin ini dilacak menggunakan pola penambangan yang dikenal sebagai "Patoshi Pattern" dan berasal dari penambangan sekitar 22.000 blok di hari-hari awal Bitcoin. Hal yang membuat ini luar biasa: semua koin tersebut belum pernah bergerak hingga hari ini.

2. BlackRock (iShares Bitcoin Trust / IBIT) (785.000 BTC)

BlackRock's iShares Bitcoin Trust (IBIT) adalah pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia dengan sekitar 785.000 BTC, senilai sekitar $56,7 miliar. IBIT mencapai posisi ini lebih cepat dari ETF mana pun dalam sejarah.

3. Coinbase (982.000 BTC) (Gabungan Aset Nasabah & Kustodi ETF)

Coinbase adalah entitas Bitcoin terbesar kedua secara keseluruhan dengan sekitar 982.000 BTC — atau sekitar $69 miliar. Coinbase menyimpan Bitcoin baik untuk nasabah ritel maupun untuk keperluan operasional dan investasi perusahaan.

4. Strategy (MicroStrategy) (738.000 BTC)

Per Maret 2026, Strategy telah mengakumulasi sekitar 738.731 BTC. Meskipun sedikit di bawah total kepemilikan ETF BlackRock, Strategy tetap menjadi entitas korporat tunggal terbesar dengan kepemilikan Bitcoin langsung di dunia.

5. Pemerintah Amerika Serikat (328.000 BTC)

Perubahan paling signifikan terjadi di sisi Pemerintah AS. Setelah executive order tahun 2025 yang menetapkan Strategic Bitcoin Reserve, AS tidak lagi melikuidasi aset Bitcoin yang disita. Per Februari 2026, cadangan mereka mencapai 328.372 BTC, menjadikan mereka pemegang Bitcoin terbesar di antara negara-negara berdaulat.

6. Binance (660.000 BTC)

Binance, sebagai exchange kripto terbesar di dunia, mengelola sekitar 660.000 BTC dalam cold wallet-nya — sebagian besar merupakan aset milik pengguna platform.

7. Fidelity (FBTC) (471.000 BTC)

Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) menyimpan sekitar 471.000 BTC dalam vault yang dikelola secara mandiri. Berbeda dengan penerbit ETF lain yang mengandalkan kustodian pihak ketiga, Fidelity menggunakan infrastruktur Fidelity Digital Assets miliknya sendiri.

8. Tether (96.000 BTC)

Tether Holdings, penerbit stablecoin USDT, telah berkembang menjadi whale Bitcoin besar dengan cadangan 96.369 BTC. Sejak Mei 2023, Tether berkomitmen untuk menginvestasikan hingga 15% dari keuntungan operasional kuartalan bersihnya ke dalam Bitcoin.

Perusahaan Publik dan Institusi Tambahan

Selain para raksasa di atas, beberapa nama besar tetap mempertahankan posisi mereka sebagai pendukung kuat ekosistem:

  • MARA Holdings (Marathon): Per Maret 2026, mereka menguasai sekitar 53.822 BTC. Menariknya, MARA kini telah bertransformasi dari sekadar penambang menjadi perusahaan infrastruktur digital yang juga melayani pusat data AI.
  • Tesla: Perusahaan milik Elon Musk ini masih memegang sekitar 11.509 BTC. Walaupun Tesla jarang melakukan aksi beli baru, mereka tetap berkomitmen untuk menjaga Bitcoin dalam neraca keuangan mereka.
  • Block, Inc.: Perusahaan Jack Dorsey ini memegang sekitar 8.027 BTC, sejalan dengan visi mereka untuk mengintegrasikan Bitcoin ke dalam sistem pembayaran global.

Negara-Negara dengan Cadangan Bitcoin Strategis

Siapa saja pemegang Bitcoin (BTC) terbanyak di dunia dari kalangan pemerintahan? Hingga tahun 2026, Amerika Serikat menempati posisi pertama sebagai negara pemegang Bitcoin terbesar dengan estimasi cadangan mencapai lebih dari 300.000 BTC. Diikuti oleh negara-negara lain seperti Bulgaria, China, serta negara pelopor adopsi nasional seperti El Salvador dan Bhutan.

Berikut adalah rincian kepemilikan Bitcoin terbesar berdasarkan data terbaru:

1. Amerika Serikat (~328.000 BTC) 

Amerika Serikat memimpin secara global, di mana sebagian besar asetnya berasal dari hasil penyitaan hukum melalui Departemen Kehakiman (DOJ). Selain itu, di tahun 2026, diskursus mengenai pembentukan Strategic Bitcoin Reserve semakin memperkuat posisi AS di pasar kripto global.

2. Bulgaria (~213.519 BTC) 

Aset Bitcoin Bulgaria bermula dari operasi penegakan hukum terhadap sindikat kejahatan siber pada tahun 2017. Meski status penjualannya masih sering menjadi perdebatan dan belum terkonfirmasi sepenuhnya, angka ini tetap menempatkan Bulgaria di jajaran atas pemilik BTC global.

3. China (~194.000 BTC) 

Pemerintah China menguasai ratusan ribu Bitcoin yang berasal dari penyitaan besar-besaran kasus skema Ponzi PlusToken. Meskipun China memiliki regulasi ketat terhadap aktivitas kripto domestik, aset sitaan ini secara teknis berada di bawah kendali pemerintah.

4. El Salvador (~5.689 BTC) 

Berbeda dengan negara lain yang mendapatkan BTC dari sitaan, El Salvador secara konsisten membeli Bitcoin sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional sejak tahun 2021. Di bawah kepemimpinan Presiden Nayib Bukele, negara ini menerapkan program pembelian rutin (DCA) secara transparan.

5. Bhutan (~3.500 BTC) 

Kerajaan Bhutan mengambil pendekatan unik dengan melakukan penambangan (mining) menggunakan sumber daya energi hidro yang melimpah. Meski volume produksinya sedikit menurun di 2026 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Bhutan tetap menjadi salah satu negara dengan cadangan BTC paling organik.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving? Cara Kerja & Dampaknya ke Harga

Apa yang Memengaruhi Nilai Bitcoin?

Bitcoin terus menjadi aset yang diminati karena beberapa faktor:

  • Kelangkaan: Hanya ada 21 juta Bitcoin yang akan pernah ada.
  • Desentralisasi: Bitcoin tidak dikendalikan oleh pemerintah atau lembaga keuangan manapun.
  • Potensi Keuntungan: Sebagai aset deflasi, Bitcoin dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Di 2026 ini, kepemilikan Bitcoin semakin terkonsentrasi di tangan beberapa entitas besar seperti Satoshi Nakamoto, MicroStrategy, dan pemerintah Amerika Serikat. Sementara itu, perusahaan dan negara-negara seperti Binance, Bulgaria, dan El Salvador juga memainkan peran penting dalam distribusi Bitcoin global. Dengan potensi pertumbuhan yang besar, Bitcoin tetap menjadi aset kripto yang menarik bagi investor dan institusi di seluruh dunia.

Dengan memahami siapa pemegang Bitcoin terbanyak, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan memahami dinamika pasar kripto di masa depan. Ingin mulai investasi Bitcoin? Gunakan saja aplikasi Mobee yang sudah terjamin keamanannya karena sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Yuk, download sekarang aplikasinya!

Sumber:
Top Bitcoin Holders in 2026: Who Owns the Most BTC? Diakses pada 2026. Techi.
Who Are the Biggest Bitcoin Holders in the World? 2026 Comprehensive Guide. Diakses pada 2026. Bitget Academy.
Who Owns the Most Bitcoin in 2026. Diakses pada 2026. Arkham.
Who Owns the Most Bitcoin? Top Holders in 2026. Diakses pada 2026. BitcoinEthereumNEws.
Who Owns the Most Bitcoin in 2026? Top 10 BTC Rich List Revealed. Diakses pada 2026. BingX.
Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.