daily-06-02-2026

Pasar aset digital dan komoditas global kembali berada di bawah tekanan pada pekan ini. Bitcoin (BTC) terkoreksi ke kisaran US$62.000, di tengah meningkatnya indikasi likuidasi institusional terstruktur yang kerap disebut sebagai campaign selling. Koreksi ini tidak hanya berdampak pada pasar crypto, tetapi juga merambat ke pasar komoditas serta mendorong penyesuaian strategi di sejumlah perusahaan crypto global.

Indikasi Aksi Jual Institusional

Trader senior Peter Brandt menyoroti pola pergerakan harga Bitcoin yang dinilai tidak lazim. Ia mencatat terbentuknya lower highs dan lower lows secara beruntun selama delapan hari, sebuah pola yang kerap dikaitkan dengan tekanan jual yang dilakukan secara sistematis.

Menurut Brandt, karakter pergerakan ini lebih mencerminkan aksi likuidasi terencana oleh pelaku besar dibandingkan reaksi emosional investor ritel. Dari sisi teknikal, kegagalan mempertahankan area support saat ini berpotensi membuka ruang penurunan lanjutan menuju level US$54.600.

Sejumlah indikator juga menunjukkan tanda-tanda kapitulasi pasar:

  • Aksi jual jangka pendek: Pemegang jangka pendek tercatat melepas sekitar 60.000 BTC dalam 24 jam.
  • Sentimen pasar: Indeks Crypto Fear & Greed turun ke level 12, mengindikasikan kondisi ketakutan ekstrem.
  • Indikator teknikal: RSI berada di area oversold, yang secara historis kerap muncul menjelang fase pembentukan harga dasar.

Di sisi lain, minat institusional belum sepenuhnya surut. ETF Bitcoin Spot milik BlackRock (IBIT) mencatat volume perdagangan harian sekitar US$10 miliar, tertinggi kedua sepanjang sejarah produk tersebut. Namun, pasar derivatif masih bersikap defensif, dengan probabilitas hanya sekitar 6% bagi Bitcoin untuk kembali ke level US$90.000 pada Maret mendatang.

Tekanan Altcoin, Pengembangan Infrastruktur Berlanjut

Tekanan pasar juga berdampak signifikan pada altcoin. XRP mencatat koreksi hampir 45% dari puncaknya pada Januari, sempat turun ke level US$1,22 setelah penurunan harian sekitar 15%.

Meski kondisi pasar melemah, aktivitas pengembangan tetap berlangsung. Proyek Payy meluncurkan jaringan Layer 2 Ethereum berbasis privasi, sementara Aster memperkenalkan testnet Layer 1 mereka dengan target peluncuran penuh pada kuartal pertama 2026.

Penyesuaian Strategi Industri: Gemini dan Tether

Tekanan pasar mendorong sejumlah pelaku industri mengambil langkah strategis. Bursa kripto Gemini (Google) mengumumkan penarikan operasional dari Inggris, Uni Eropa, dan Australia, serta melakukan pengurangan tenaga kerja untuk memusatkan fokus pada pasar Amerika Serikat.

Sebaliknya, Tether justru memperluas eksposurnya ke sektor keuangan tradisional melalui investasi ekuitas sebesar US$100 juta di Anchorage Digital, bank crypto berlisensi federal di AS.

Di ranah politik, proyek kripto World Liberty Financial (WLFI) yang dikaitkan dengan Donald Trump tengah menjadi perhatian setelah DPR AS membuka penyelidikan atas dugaan investasi US$500 juta dari pejabat Uni Emirat Arab, memicu diskusi mengenai potensi pengaruh asing di sektor keuangan digital.

Tekanan Likuiditas Menjangkau Pasar Komoditas

Pasar komoditas juga tidak luput dari tekanan. Emas dan perak, yang umumnya berfungsi sebagai aset lindung nilai, mengalami koreksi seiring meningkatnya kebutuhan likuiditas. Harga perak turun dari level US$70 per ons, sementara emas melemah ke kisaran US$4.899.

Analis menilai kondisi ini sebagai bagian dari stress test likuiditas global. Penurunan tajam saham teknologi memaksa investor melikuidasi posisi di emas dan perak untuk memenuhi kebutuhan margin. Tekanan tambahan datang dari keputusan CME menaikkan persyaratan margin perdagangan emas menjadi 8% dan perak 15%, yang semakin membatasi ruang gerak pelaku pasar.

Disclaimer
Materi ini adalah untuk informasi umum dan bukan merupakan saran investasi, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli dan menjual aset kripto, aset digital, sekuritas, atau instrumen turunan, atau untuk melakukan investasi apa pun. Mobee tidak berkewajiban untuk memperbarui laporan ini berdasarkan informasi dan peristiwa yang terjadi setelah laporan ini dibuat dan diterbitkan. Setiap saran atau rekomendasi dalam laporan ini mungkin tidak sesuai untuk pengguna tertentu.