
Fokus pasar pekan ini bergeser dari data inflasi konsumen (CPI) menuju agenda yang jauh lebih padat: PCE Juli — indikator inflasi favorit The Fed, estimasi kedua GDP kuartal II 2026, Consumer Confidence, serta Simposium Jackson Hole yang menjadi panggung debut Ketua The Fed Kevin Warsh. Di saat bersamaan, earnings raksasa teknologi seperti Nvidia, Salesforce, dan CrowdStrike dijadwalkan rilis pada hari yang sama dengan PCE dan GDP, menjadikan Rabu 26 Agustus sebagai salah satu hari paling padat data sepanjang tahun ini.
Sebagai konteks, data tenaga kerja Juli yang dirilis awal bulan ini masih membayangi sikap The Fed: Nonfarm Payrolls turun 23.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran berada di 4,1%. Pada rapat 29 Juli, The Fed mempertahankan suku bunga di 3,50%–3,75% lewat voting 9–3, dengan tiga anggota FOMC menginginkan kenaikan 25 basis poin. Kombinasi pasar tenaga kerja yang melemah dan inflasi yang masih di atas target inilah yang membuat pidato Warsh di Jackson Hole pekan ini dinanti banyak pihak.
Kondisi Awal: Bitcoin Menguji Level Psikologis US$75.000
Bitcoin memasuki pekan ini dalam kondisi yang jauh lebih kuat dibandingkan awal Agustus. BTC sempat menyentuh US$75.897,34 pada sesi Asia, 21 Agustus 2026, mencatat kenaikan mingguan lebih dari 20% — kenaikan dalam sepekan terbesar dalam sekitar 2,5 tahun terakhir. Momentum ini membuat Bitcoin kini "menggoda" level psikologis US$75.000 setelah sebelumnya sempat diperdagangkan di bawah US$63.000 pada akhir Juli.
Salah satu pendorong utamanya adalah arus dana ETF Bitcoin dan Ethereum spot Amerika Serikat yang mengalir deras sepanjang 17–21 Agustus:
- 17 Agustus: US$297,56 juta
- 18 Agustus: US$189,30 juta
- 19 Agustus: US$517,19 juta
- 20 Agustus: US$606,29 juta
- 21 Agustus: US$307 juta
Total inflow selama lima sesi tersebut mencapai sekitar US$2,61 miliar — pekan terbaik sejak Oktober tahun lalu — dengan ETF Bitcoin menyumbang sekitar US$1,92 miliar (73%) dan ETF Ethereum sekitar US$697,47 juta (27%). BlackRock IBIT kembali menjadi kontributor terbesar dalam beberapa sesi.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan agar tidak terlalu cepat menyimpulkan tren ini akan bertahan. Sebelum rentetan inflow lima hari ini terjadi, peneliti Nick Ruck sempat memperingatkan bahwa "inflow yang berkelanjutan sulit terjadi tanpa konfirmasi katalis tambahan" dan berpotensi hanya bersifat temporer, bukan struktural. Beberapa indikator teknikal Bitcoin saat ini juga sudah memasuki area overbought, sehingga risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai meski struktur breakout terlihat solid.
Pantau harga Bitcoin hari ini secara real-time di Mobee.
Event #1: Consumer Confidence Jadi Pembuka Pekan
Conference Board akan merilis Consumer Confidence Index untuk Agustus pada Selasa, 25 Agustus pukul 10.00 ET atau sekitar 21.00 WIB. Data ini akan menjadi indikator awal mengenai bagaimana rumah tangga Amerika menilai kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi mereka untuk enam bulan ke depan, di tengah sinyal pelemahan pasar tenaga kerja yang muncul sejak awal Agustus.
Consumer Confidence yang lebih lemah dari perkiraan dapat memperkuat argumen bahwa The Fed perlu bersikap lebih akomodatif, sementara angka yang solid dapat mengurangi urgensi pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Event #2: PCE Juli — Data Terpenting Sebelum Keputusan Suku Bunga September
Rabu, 26 Agustus pukul 08.30 ET (sekitar 19.30 WIB), Bureau of Economic Analysis akan merilis laporan Personal Income and Outlays yang memuat PCE Price Index Juli — ukuran inflasi yang paling diperhatikan The Fed dibandingkan CPI.
Sebagai perbandingan, data Juni menunjukkan core PCE berada di 3,3% secara tahunan (turun tipis dari 3,4% pada Mei) dengan kenaikan bulanan hanya 0,1%, sementara PCE headline tercatat 3,7% secara tahunan. Namun, data PPI Juli yang dirilis pertengahan Agustus memberi sinyal peringatan: core PPI naik 0,4% secara bulanan (jauh lebih tinggi dari 0,1% pada Juni), dipicu lonjakan 6,5% pada biaya manajemen portofolio — komponen yang secara historis ikut terangkat ke perhitungan core PCE. Kepala ekonom Capital Economics, Stephen Brown, memperkirakan core PCE Juli bisa naik sekitar 0,21% secara bulanan, lebih tinggi dari tren beberapa bulan terakhir.
Karena itu, rilis PCE kali ini disebut sejumlah ekonom sebagai "data paling konsekuensial" menjelang keputusan suku bunga The Fed di bulan September.
Jika PCE Lebih Rendah dari EkspektasiSinyal pelonggaran tekanan harga dapat memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga September, mendukung aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum untuk melanjutkan momentum menuju US$76.000 ke atas.
Jika PCE Sesuai EkspektasiPasar kemungkinan tetap fokus menunggu pidato Warsh di Jackson Hole pada Jumat untuk konfirmasi arah kebijakan lebih lanjut.
Jika PCE Lebih Tinggi (Sesuai Peringatan dari Data PPI)Skenario ini berisiko memperkuat dolar AS dan yield obligasi, sekaligus menekan Bitcoin kembali menguji area US$70.000 atau lebih rendah, terutama jika berbarengan dengan nada hawkish dari Warsh dua hari kemudian.
Event #3: GDP Kuartal II Estimasi Kedua dan Durable Goods
Masih pada Rabu, 26 Agustus pukul 08.30 ET, BEA juga menjadwalkan rilis estimasi kedua GDP kuartal II 2026, bersamaan dengan laporan Durable Goods Orders Juli dari Census Bureau pada jam yang sama.
Estimasi awal (advance estimate) yang dirilis akhir Juli menunjukkan ekonomi AS tumbuh 1,5% pada kuartal II — melambat dibandingkan kuartal sebelumnya sekaligus mengonfirmasi tekanan inflasi yang masih tinggi. Pasar akan mencermati apakah estimasi kedua ini direvisi naik, turun, atau tetap, karena angka ini turut membentuk gambaran apakah perlambatan ekonomi cukup signifikan untuk mendorong The Fed melonggarkan kebijakan di kuartal berikutnya.
Event #4: Rabu Malam Big Tech — Nvidia, Salesforce, dan CrowdStrike
Setelah pasar saham AS tutup pada Rabu, 26 Agustus (dini hari WIB Kamis), giliran laporan keuangan raksasa teknologi yang menjadi sorotan:
Nvidia (NVDA) melaporkan hasil kuartalannya dengan sorotan utama pada pertumbuhan pendapatan Data Center, progres pengiriman chip Blackwell, margin kotor, serta panduan ke depan. Pada kuartal sebelumnya, Nvidia mencatat pertumbuhan pendapatan 85% secara tahunan dengan pendapatan Data Center yang hampir berlipat ganda — menjadikannya salah satu barometer terpenting arah belanja infrastruktur AI global. Kalau kamu ingin memahami lebih dalam prospek dan risiko saham ini, baca Saham Nvidia 2026: Prospek AI, Valuasi, dan Risikonya.
Salesforce (CRM) menghadapi tekanan lebih untuk membuktikan bahwa platform AI Agentforce benar-benar menghasilkan pendapatan, bukan sekadar menambah beban biaya, setelah panduan sebelumnya sempat mengecewakan investor.
CrowdStrike (CRWD) diperkirakan melanjutkan permintaan yang kuat di sektor keamanan siber, dengan fokus investor pada annual recurring revenue, akuisisi pelanggan baru, margin keuntungan, dan komentar terkait integrasi AI.
Earnings ketiga perusahaan ini tidak secara langsung menggerakkan fundamental Bitcoin, tetapi hasil yang kuat berpotensi mendukung sentimen risk-on di Nasdaq, sementara panduan yang mengecewakan dapat memicu volatilitas saham teknologi yang ikut merembet ke pasar kripto — mengingat AAPL, NVDA, dan sejumlah saham teknologi AS kini juga bisa diakses lewat xStocks di Mobee.
Event #5: Jackson Hole dan Debut Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed
Simposium ekonomi tahunan Kansas City Fed di Jackson Hole berlangsung Kamis–Sabtu, 27–29 Agustus 2026, dengan tema resmi "Financial Innovation: Implications for Payments and Policy" dan dihadiri sekitar 120 bankir sentral, ekonom, dan pejabat dari lebih dari 70 negara.
Namun perhatian pasar akan tertuju pada Jumat, 28 Agustus sekitar pukul 10.00 ET (sekitar 21.00 WIB), saat Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pidato utama pertamanya di Jackson Hole sejak menjabat. Meski tema resmi simposium membahas infrastruktur pembayaran, pasar akan lebih fokus mencermati sinyal Warsh soal arah kebijakan suku bunga September — apakah The Fed akan melanjutkan sikap hati-hati seperti keputusan 29 Juli, atau mulai membuka ruang pelonggaran di tengah pelemahan data tenaga kerja.
Sehari sebelumnya, Kamis 27 Agustus, giliran Marvell Technology (MRVL) melaporkan hasil kuartalannya setelah penutupan pasar, dengan ekspektasi pendapatan sekitar US$2,71 miliar atau tumbuh sekitar 35% secara tahunan. Karena sahamnya sudah melonjak lebih dari 190% sepanjang tahun ini, pasar akan mencermati apakah hasil dan panduan ke depan sejalan dengan valuasi yang sudah tinggi tersebut — terutama terkait persaingan chip AI custom dengan Nvidia. Ritel AS Dollar General (DG) turut melaporkan hasil pada hari yang sama, memberi gambaran daya beli konsumen kelas bawah AS.
Jika Warsh menyampaikan nada hawkish yang menekankan risiko inflasi, yield obligasi dan dolar AS berpotensi kembali menguat sehingga menekan saham teknologi bervaluasi tinggi maupun Bitcoin. Sebaliknya, sinyal yang lebih akomodatif dapat memperkuat momentum reli yang sudah terbangun sejak pertengahan Agustus.
CLARITY Act: Masih Belum Jadi Katalis, Tertunda ke September
Sama seperti pekan lalu, CLARITY Act (Digital Asset Market Clarity Act) belum akan mendapatkan voting final pekan ini. Senat AS memang telah membuka proses awal lewat pengajuan motion to proceed oleh Pemimpin Mayoritas John Thune pada 8 Agustus, namun proses cloture memerlukan beberapa tahapan dan masa tunggu sebelum voting final dapat dilakukan.
RUU ini kini diproyeksikan mendapatkan voting prosedural awal begitu Senat kembali bersidang di awal September, dengan kebutuhan minimal 60 suara — kemungkinan besar memerlukan dukungan sekitar 10 senator Demokrat — di tengah negosiasi yang masih berlangsung di Gedung Putih terkait ketentuan etika pemerintahan, perlindungan penegak hukum, dan aturan reward stablecoin. Kalau kamu ingin memahami kenapa kejelasan regulasi seperti ini penting bagi investor kripto, kamu bisa baca Legalitas Kripto: Peluang dan Regulasi yang Perlu Investor Tahu.
Dengan kata lain, pekan 24–28 Agustus praktis masih tanpa katalis legislatif besar, dan perhatian pasar regulasi tetap akan lebih banyak tertuju pada sinyal dari The Fed dan regulator dibandingkan dari Kongres.
The Fed Menghadapi Ujian Ganda: Inflasi Tinggi, Tenaga Kerja Melemah
Kombinasi data yang muncul sejak akhir Juli membuat posisi The Fed semakin rumit. Di satu sisi, Nonfarm Payrolls Juli turun 23.000 dan tingkat pengangguran berada di 4,1%, menandakan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Di sisi lain, CPI Juli tercatat 3,4% secara tahunan (sesuai konsensus) dan PPI Juli menunjukkan core inflation produsen yang justru berakselerasi 0,4% secara bulanan — sinyal bahwa tekanan harga di level produsen belum sepenuhnya mereda.
Kondisi inilah yang membuat kombinasi PCE (Rabu) dan pidato Warsh di Jackson Hole (Jumat) menjadi begitu penting pekan ini: keduanya akan menjadi indikator paling jelas mengenai apakah The Fed condong mempertahankan sikap hati-hati soal inflasi, atau mulai memberi ruang pelonggaran kebijakan menjelang keputusan suku bunga September.
Tiga Skenario Bitcoin Pekan Ini
Probabilitas berikut merupakan estimasi editorial berdasarkan posisi Bitcoin pada awal pekan, arus ETF, serta agenda makro 24–28 Agustus. Angka ini bukan probabilitas statistik atau jaminan pergerakan harga.
Skenario 1 — BullishProbabilitas indikatif: 30%PCE Juli menunjukkan tekanan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan Capital Economics, GDP dan Consumer Confidence relatif stabil, earnings Nvidia dan Marvell direspons positif, serta Warsh menyampaikan nada yang lebih akomodatif di Jackson Hole.Bitcoin berpeluang menembus US$76.000–US$80.000, dengan potensi lanjutan menuju US$83.000 jika momentum ETF inflow berlanjut.
Skenario 2 — SidewaysProbabilitas indikatif: 40%PCE mendekati ekspektasi, GDP direvisi tidak signifikan, earnings big tech menghasilkan reaksi beragam, dan pidato Warsh cenderung netral tanpa sinyal tegas soal September.Bitcoin kemungkinan bergerak konsolidasi di rentang US$70.000–US$76.000.
Skenario 3 — BearishProbabilitas indikatif: 30%PCE Juli lebih panas dari perkiraan sesuai peringatan data PPI, earnings Nvidia atau Marvell mengecewakan pasar, dan Warsh menyampaikan nada hawkish yang menekankan risiko inflasi.Dalam skenario ini, Bitcoin berisiko kehilangan level US$70.000 dan kembali menguji US$66.500–US$65.400.
Agenda Lengkap yang Perlu Dipantau
Senin, 24 AgustusTidak ada agenda makro besar. Bitcoin memulai pekan dalam posisi konsolidasi setelah reli lebih dari 20% pada pekan sebelumnya.
Selasa, 25 Agustus pukul 21.00 WIBConsumer Confidence Index Agustus dari Conference Board dirilis, menjadi pembuka rangkaian data penting pekan ini.
Rabu, 26 Agustus pukul 19.30 WIBPCE Price Index Juli, estimasi kedua GDP kuartal II 2026, dan Durable Goods Orders Juli dirilis bersamaan — salah satu hari data terpadat tahun ini. Setelah penutupan pasar AS, Nvidia, Salesforce, dan CrowdStrike melaporkan hasil kuartalan.
Kamis, 27 AgustusSimposium Jackson Hole resmi dimulai. Marvell Technology dan Dollar General melaporkan hasil kuartalan setelah penutupan pasar AS.
Jumat, 28 Agustus pukul 21.00 WIBKetua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pidato utama pertamanya di Jackson Hole. Survei sentimen konsumen final University of Michigan turut dirilis pada jam yang sama.
Level Kritis Bitcoin yang Perlu Dipantau
US$76.159–US$80.000 — Resistance terdekatZona ini menjadi target breakout langsung setelah Bitcoin menembus level psikologis US$75.000.
US$83.000 — Resistance lanjutanArea ini menjadi target berikutnya apabila breakout awal berhasil dikonfirmasi dengan volume yang solid.
US$87.000 (SMA60) — Level kunci pembalikan trenRata-rata pergerakan 60 hari ini menjadi level krusial yang berpotensi membalikkan tren bearish jangka menengah yang berlangsung sepanjang tahun ini apabila berhasil ditembus.
US$70.000 — Support utamaLevel ini baru saja terbentuk sebagai support setelah breakout pekan lalu. Kehilangan level ini berisiko memicu retest ke area US$66.000.
US$66.519 dan US$65.416 — Support lanjutanKedua level ini masing-masing berdekatan dengan high penutupan Juli dan area pembukaan awal Agustus, berpotensi menjadi zona pertahanan apabila koreksi berlanjut.
US$58.300 — Support sekunderArea ini menjadi garis pertahanan lebih dalam apabila sentimen pasar berbalik signifikan akibat data inflasi yang panas atau nada hawkish dari Jackson Hole.
Level-level tersebut merupakan estimasi teknikal editorial berdasarkan data harga terbaru dan bukan jaminan arah pasar.
Kesimpulan
Pekan 24–28 Agustus 2026 membawa Bitcoin ke fase yang berbeda dari pekan-pekan sebelumnya. Setelah reli lebih dari 20% dalam sepekan yang didorong oleh rencana buyback obligasi Departemen Keuangan AS dan arus ETF senilai US$2,61 miliar, BTC kini menguji level psikologis US$75.000 dengan indikator teknikal yang mulai memasuki area overbought.
Perhatian pasar pekan ini terpusat pada dua hal besar: data PCE Juli pada Rabu yang berpotensi menunjukkan tekanan inflasi lebih tinggi menyusul sinyal dari PPI, serta pidato debut Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat yang akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga September. Di tengah itu, earnings Nvidia, Salesforce, CrowdStrike, dan Marvell akan menguji apakah narasi belanja infrastruktur AI masih cukup kuat untuk menopang sentimen risk-on di pasar saham maupun kripto.
Sementara itu, CLARITY Act masih belum menjadi katalis langsung karena proses Senat baru akan berlanjut di awal September. Secara teknikal, US$76.159–US$80.000 menjadi zona resistance yang perlu ditembus Bitcoin untuk melanjutkan momentum, sedangkan US$70.000 menjadi level pertahanan utama yang perlu dijaga di tengah potensi volatilitas menjelang dan sesudah pidato Jackson Hole.
Kalau kamu ingin memahami produk lain yang bisa dimanfaatkan di tengah volatilitas pekan ini, kamu juga bisa baca Dual Investment untuk AAPL, NVDA, dan SPCX Kini Tersedia di Mobee! atau pelajari dasar analisis saham AS lewat Analisis Fundamental Saham AS: Panduan Investasi 2026.
Disclaimer: Seluruh konten dalam artikel ini bersifat informatif dan prediktif, bukan rekomendasi investasi. Proyeksi harga, skenario, dan estimasi probabilitas bukan jaminan hasil. Pasar kripto memiliki volatilitas tinggi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


