
Bapak ekonomi dunia adalah Adam Smith, filsuf dan ekonom asal Skotlandia yang sering dianggap sebagai salah satu perintis utama ilmu ekonomi modern. Julukan ini terutama melekat setelah ia menerbitkan An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations atau The Wealth of Nations pada 1776.
Buku tersebut menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam perkembangan ekonomi klasik karena membahas bagaimana produktivitas, pembagian kerja, perdagangan, harga, kompetisi, dan kepentingan individu dapat membentuk aktivitas ekonomi.
Poin Penting
- Bapak ekonomi dunia: Adam Smith paling sering mendapat julukan tersebut karena kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi klasik.
- Karya utama: The Wealth of Nations diterbitkan pada 1776 dan menjadi salah satu karya fundamental dalam ilmu ekonomi.
- Konsep utama: pembagian kerja, produktivitas, kompetisi, mekanisme harga, kepentingan pribadi, dan invisible hand.
- Bukan berarti tanpa pemerintah: Smith tetap melihat adanya peran negara dalam pertahanan, hukum, keadilan, dan pembangunan fasilitas publik.
- Tokoh ekonomi lainnya: John Maynard Keynes, Milton Friedman, David Ricardo, Karl Marx, dan Alfred Marshall kemudian mengembangkan atau mengkritik pemikiran ekonomi klasik.
- Relevansi modern: konsep penawaran, permintaan, insentif, dan kompetisi masih digunakan untuk memahami saham, komoditas, hingga aset kripto.
- Bagi investor: memahami ekonomi membantu membaca hubungan antara inflasi, suku bunga, likuiditas, pertumbuhan ekonomi, dan harga aset.
Jika kamu ingin memahami bagaimana konsep-konsep ekonomi tersebut diterapkan pada produk keuangan modern, Tutorial Mobee dapat membantu kamu mempelajari proses investasi dari dasar.
Siapa Adam Smith?
Adam Smith lahir di Kirkcaldy, Skotlandia, pada 1723. Ia tidak memulai kariernya sebagai seorang ekonom dalam pengertian modern, melainkan sebagai filsuf moral.
Smith belajar di University of Glasgow dan kemudian Balliol College, Oxford. Ia selanjutnya menjadi profesor di University of Glasgow dengan bidang pengajaran yang mencakup logika dan filsafat moral.
Latar belakang tersebut penting karena pemikiran Smith mengenai ekonomi sebenarnya tidak berdiri sendiri.
Sebelum menulis The Wealth of Nations, Smith menerbitkan The Theory of Moral Sentiments pada 1759. Buku ini membahas bagaimana manusia membentuk penilaian moral, rasa simpati, kepentingan pribadi, dan hubungan dengan orang lain.
Karena itu, pemikiran Smith tidak sekadar mengatakan bahwa manusia harus mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya.
Ia justru mencoba memahami bagaimana kepentingan individu, norma sosial, moralitas, hukum, dan institusi berinteraksi dalam masyarakat.
Perpaduan inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar analisisnya terhadap aktivitas ekonomi.
Kenapa Adam Smith Disebut Bapak Ekonomi Dunia?
Ada beberapa alasan mengapa Adam Smith mendapatkan julukan tersebut.
1. Ekonomi Mulai Dibahas Secara Sistematis
Sebelum abad ke-18, pembahasan mengenai ekonomi sering bercampur dengan filsafat politik, perdagangan negara, pajak, dan moral.
Smith membantu menyusun berbagai persoalan tersebut menjadi analisis yang lebih terstruktur.
Dalam The Wealth of Nations, ia membahas pertanyaan besar seperti:
- Dari mana kekayaan suatu negara berasal?
- Mengapa sebagian negara lebih produktif dibandingkan negara lain?
- Bagaimana harga terbentuk?
- Apa fungsi perdagangan?
- Apa dampak spesialisasi terhadap produktivitas?
- Bagaimana persaingan memengaruhi pasar?
- Kapan pemerintah perlu terlibat dalam perekonomian?
Pertanyaan tersebut masih menjadi bagian dari ekonomi modern saat ini.
2. Smith Menentang Pandangan Bahwa Kekayaan Negara Hanya Berasal dari Emas
Pada masa Smith, pemikiran merkantilisme sangat berpengaruh.
Dalam pendekatan merkantilis, kekayaan negara sering dikaitkan dengan akumulasi emas, surplus perdagangan, dan kontrol negara terhadap perdagangan internasional.
Smith menawarkan sudut pandang berbeda.
Ia menekankan bahwa kemakmuran tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak emas yang dimiliki negara, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menghasilkan barang dan jasa secara produktif.
Dengan kata lain, fokus mulai bergeser dari sekadar mengumpulkan kekayaan menuju produktivitas ekonomi.
3. Ia Menjelaskan Bagaimana Pasar Bisa Mengkoordinasikan Aktivitas Ekonomi
Smith juga menunjukkan bagaimana keputusan jutaan individu dapat berinteraksi melalui pasar.
Harga memberikan sinyal.
Ketika suatu barang menjadi langka tetapi permintaannya tinggi, harga cenderung meningkat. Harga yang lebih tinggi kemudian memberikan insentif kepada produsen untuk meningkatkan produksi.
Sebaliknya, jika pasokan terlalu banyak sementara permintaan rendah, harga dapat turun.
Mekanisme sederhana tersebut menjadi salah satu fondasi pemahaman tentang supply and demand dalam ekonomi.
Teori Adam Smith yang Paling Berpengaruh
1. Pembagian Kerja atau Division of Labor
Salah satu konsep paling terkenal dari Smith adalah pembagian kerja.
Ia menggunakan contoh pabrik peniti untuk menjelaskan konsep ini.
Jika satu orang harus membuat seluruh bagian peniti sendiri dari awal hingga akhir, jumlah produksi yang dihasilkan relatif sedikit.
Namun, jika proses tersebut dibagi menjadi beberapa pekerjaan khusus, misalnya:
- satu orang menarik kawat,
- satu orang memotong kawat,
- satu orang membentuk ujung,
- satu orang memasang kepala peniti,
produktivitas dapat meningkat secara signifikan.
Mengapa?
Karena pekerja menjadi lebih terampil pada tugas tertentu, tidak perlu terus berpindah aktivitas, dan penggunaan mesin menjadi lebih efisien.
Konsep ini kemudian menjadi dasar dari banyak sistem produksi modern.
Perusahaan teknologi saat ini pun menggunakan prinsip serupa. Tim engineer, marketing, sales, finance, dan product memiliki spesialisasi berbeda tetapi bekerja dalam satu organisasi.
2. Self-Interest atau Kepentingan Pribadi
Smith melihat kepentingan pribadi sebagai salah satu insentif utama dalam aktivitas ekonomi.
Seorang pedagang menjual barang bukan semata-mata karena ingin membantu pembeli. Ia juga ingin memperoleh keuntungan.
Namun, untuk mendapatkan keuntungan secara berkelanjutan, pedagang harus menawarkan sesuatu yang dibutuhkan konsumen pada harga yang dapat diterima pasar.
Karena itulah kepentingan pribadi dapat menghasilkan aktivitas ekonomi yang tetap memberikan manfaat bagi pihak lain.
Ini tidak sama dengan mengatakan bahwa keserakahan selalu baik.
Pasar tetap membutuhkan hukum, kompetisi, institusi, dan batasan tertentu agar kepentingan pribadi tidak berubah menjadi manipulasi atau eksploitasi.
3. Invisible Hand
Istilah invisible hand atau tangan tak terlihat menjadi gagasan Smith yang paling populer.
Secara sederhana, metafora ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu yang mengejar kepentingannya sendiri dalam kondisi tertentu dapat turut menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas tanpa adanya satu pihak yang mengatur seluruh aktivitas tersebut secara terpusat.
Contohnya, seorang pemilik restoran ingin memperoleh keuntungan.
Untuk mendapatkannya, ia harus:
- menyediakan makanan yang disukai konsumen,
- menetapkan harga yang kompetitif,
- menjaga kualitas,
- mengelola biaya,
- dan bersaing dengan restoran lain.
Tujuan awalnya adalah keuntungan pribadi. Namun proses tersebut juga menciptakan lapangan kerja, menyediakan makanan bagi konsumen, serta meningkatkan aktivitas ekonomi.
Namun, istilah invisible hand sering disederhanakan secara berlebihan.
Smith tidak mengatakan bahwa setiap pasar selalu otomatis menghasilkan hasil terbaik.
Apakah Adam Smith Menginginkan Pemerintah Tidak Ikut Campur?
Tidak sepenuhnya.
Ini adalah salah satu kesalahpahaman paling umum terhadap pemikiran Adam Smith.
Smith memang kritis terhadap intervensi ekonomi yang hanya melindungi kelompok tertentu, monopoli, dan pembatasan perdagangan yang berlebihan.
Namun, ia tetap melihat pemerintah memiliki beberapa fungsi penting.
Di antaranya:
Pertahanan
Negara perlu melindungi masyarakat dari ancaman eksternal.
Sistem hukum dan keadilan
Hak kepemilikan, kontrak, dan transaksi ekonomi membutuhkan sistem hukum yang dapat ditegakkan.
Tanpa kepastian hukum, pasar sulit berkembang.
Infrastruktur dan fasilitas publik
Ada jenis infrastruktur atau layanan yang penting bagi masyarakat tetapi tidak selalu menguntungkan jika hanya disediakan oleh sektor swasta.
Karena itu, Smith mengakui adanya peran pemerintah dalam pembangunan fasilitas publik tertentu.
Pemikiran Smith kemudian jauh lebih kompleks dibandingkan slogan sederhana “biarkan pasar bekerja tanpa pemerintah.”
Adam Smith dan Konsep Pasar Bebas
Smith sering diasosiasikan dengan free market atau pasar bebas.
Dalam pasar dengan kompetisi yang sehat, produsen harus bersaing untuk mendapatkan konsumen.
Jika satu perusahaan menjual produk terlalu mahal sementara produk serupa tersedia lebih murah, konsumen dapat berpindah.
Kompetisi tersebut memberikan tekanan agar perusahaan:
- menjaga kualitas,
- meningkatkan efisiensi,
- melakukan inovasi,
- dan menawarkan harga yang kompetitif.
Namun, masalah muncul ketika kompetisi tidak berjalan.
Monopoli, kartel, asimetri informasi, hingga praktik manipulatif dapat mengurangi manfaat mekanisme pasar.
Smith sendiri cukup kritis terhadap kelompok bisnis yang berpotensi bekerja sama untuk kepentingan mereka sendiri dan merugikan masyarakat.
Adam Smith Bukan Ekonom Pertama
Menyebut Smith sebagai bapak ekonomi dunia bukan berarti tidak ada pemikiran ekonomi sebelum dirinya.
Beberapa kelompok dan pemikir lebih dahulu mengembangkan gagasan ekonomi.
Merkantilis
Pemikir merkantilis menekankan perdagangan internasional, surplus ekspor, dan akumulasi logam mulia.
Smith banyak mengkritik pendekatan ini.
Fisiokrat
Ekonom Prancis seperti François Quesnay telah mengembangkan teori mengenai produksi dan aliran ekonomi sebelum The Wealth of Nations diterbitkan.
Smith bahkan bertemu dan berinteraksi dengan sejumlah pemikir fisiokrat ketika berada di Prancis.
Artinya, ekonomi modern berkembang melalui proses panjang, bukan hasil pemikiran satu individu.
Tabel Ringkas Tokoh Ekonomi dan Kontribusinya
Tabel ini memperlihatkan bahwa setiap tokoh mencoba menjawab persoalan ekonomi yang berbeda.
Smith menjelaskan bagaimana pasar dan produktivitas bekerja. Ricardo memperluas teori perdagangan. Keynes berfokus pada pengangguran dan permintaan agregat. Friedman memberikan perhatian besar terhadap uang dan inflasi.
Ekonomi modern pada akhirnya berkembang dari kombinasi, perdebatan, dan kritik terhadap berbagai pemikiran tersebut.
Adam Smith vs John Maynard Keynes
Adam Smith dan John Maynard Keynes hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat berbeda.
Smith menekankan kemampuan pasar untuk mengoordinasikan aktivitas ekonomi.
Keynes, yang menulis setelah menghadapi pengalaman Depresi Besar, menunjukkan bahwa pasar tidak selalu mampu kembali ke kondisi optimal dengan cepat.
Ketika konsumsi dan investasi runtuh, ekonomi bisa mengalami pengangguran tinggi dalam waktu lama.
Dalam kondisi tersebut, Keynes melihat pemerintah dapat menggunakan belanja negara dan kebijakan fiskal untuk meningkatkan permintaan.
Perbedaan ini melahirkan perdebatan ekonomi yang masih berlangsung hingga sekarang:
Seberapa besar pasar harus dibiarkan bekerja sendiri dan kapan pemerintah perlu melakukan intervensi?
Adam Smith vs Milton Friedman
Milton Friedman dikenal sebagai salah satu tokoh utama monetarisme.
Jika Smith banyak membahas mekanisme pasar dan produktivitas, Friedman memberikan perhatian besar pada hubungan antara jumlah uang beredar dan inflasi.
Pemikiran Friedman menjadi sangat relevan ketika investor membahas kebijakan bank sentral.
Perubahan suku bunga oleh Federal Reserve, misalnya, dapat memengaruhi:
- nilai dolar AS,
- yield obligasi,
- biaya pinjaman,
- valuasi saham,
- harga emas,
- hingga aset kripto.
Karena itu, investor modern sebenarnya menggunakan kombinasi berbagai cabang teori ekonomi ketika menganalisis pasar.
Kritik terhadap Julukan Bapak Ekonomi Dunia
Julukan bapak ekonomi dunia juga memiliki sejumlah keterbatasan.
1. Ekonomi Sudah Ada Sebelum Adam Smith
Pemikiran mengenai perdagangan, uang, harga, dan kekayaan sudah dibahas jauh sebelum Smith.
Karena itu, lebih tepat mengatakan bahwa Smith adalah salah satu pendiri utama ekonomi modern, bukan pencipta seluruh pemikiran ekonomi.
2. Pasar Tidak Selalu Efisien
Dalam praktiknya, pasar dapat mengalami:
- monopoli,
- asimetri informasi,
- eksternalitas,
- manipulasi,
- speculative bubbles,
- dan berbagai bentuk market failure.
Karena itu, ekonomi modern mengembangkan teori yang jauh lebih kompleks dibandingkan model pasar klasik.
3. Manusia Tidak Selalu Rasional
Teori ekonomi klasik sering menggunakan asumsi bahwa manusia mempertimbangkan kepentingannya secara rasional.
Namun, perkembangan behavioral economics menunjukkan bahwa keputusan manusia juga dipengaruhi oleh:
- rasa takut,
- keserakahan,
- FOMO,
- anchoring,
- herd behavior,
- dan berbagai bias kognitif.
Investor dapat membeli aset karena harga sedang naik, bukan karena fundamentalnya membaik.
Fenomena ini sangat terlihat dalam pasar saham maupun kripto.
4. Ekonomi Abad ke-18 Berbeda dengan Ekonomi Digital
Smith hidup sebelum munculnya:
- internet,
- bank sentral modern,
- derivatif,
- perusahaan teknologi global,
- cryptocurrency,
- stablecoin,
- tokenisasi aset,
- dan artificial intelligence.
Karena itu, teorinya tetap membutuhkan pengembangan agar dapat menjelaskan kompleksitas ekonomi saat ini.
Relevansi Adam Smith terhadap Investor Modern
Walaupun ditulis hampir 250 tahun lalu, sejumlah prinsip Smith masih berguna ketika menganalisis investasi.
Penawaran dan Permintaan
Harga aset bergerak akibat interaksi pembeli dan penjual.
Ketika permintaan meningkat lebih cepat dibandingkan pasokan, harga cenderung mendapat tekanan naik.
Sebaliknya, tekanan jual yang besar dapat menurunkan harga.
Prinsip ini berlaku pada:
- saham,
- emas,
- obligasi,
- komoditas,
- Bitcoin,
- dan berbagai aset digital.
Insentif
Investor dan perusahaan merespons insentif.
Contohnya, ketika suku bunga meningkat, obligasi dapat menjadi relatif lebih menarik sehingga sebagian modal berpindah dari aset berisiko.
Ketika suku bunga turun, investor dapat kembali mencari aset dengan potensi return lebih tinggi.
Kompetisi
Kompetisi juga membantu menjelaskan perkembangan industri.
Dalam blockchain, misalnya, Ethereum, Solana, Hyperliquid, dan berbagai jaringan lainnya bersaing dalam aspek seperti:
- kecepatan,
- biaya transaksi,
- likuiditas,
- keamanan,
- developer ecosystem,
- dan user experience.
Prinsip kompetisi yang dibahas Smith tetap terlihat, meskipun bentuk pasarnya telah berubah drastis.
Apa Hubungannya dengan Saham dan Kripto?
Salah satu pelajaran paling relevan dari ekonomi adalah bahwa harga tidak bergerak dalam ruang kosong.
Pergerakan aset dapat dipengaruhi oleh:
- permintaan dan penawaran,
- pertumbuhan ekonomi,
- inflasi,
- tingkat suku bunga,
- jumlah uang beredar,
- sentimen,
- regulasi,
- hingga ekspektasi investor.
Bitcoin merupakan contoh yang menarik.
Jumlah maksimum Bitcoin dibatasi hingga 21 juta BTC. Artinya, perubahan permintaan terhadap aset dengan suplai yang relatif terbatas dapat menyebabkan perubahan harga yang signifikan.
Tetapi harga tetap tidak hanya dipengaruhi suplai.
Likuiditas global, regulasi, permintaan institusional, sentimen investor, kondisi derivatif, dan faktor makro juga memainkan peran.
Karena itu, memahami teori ekonomi membantu investor melihat mengapa pasar bergerak, bukan hanya melihat apakah grafik sedang naik atau turun.
Pentingnya Ekonomi sebelum Mulai Berinvestasi
Investor tidak harus menjadi ekonom profesional.
Namun, memahami beberapa konsep dasar dapat membantu dalam membaca kondisi pasar.
Beberapa konsep yang berguna antara lain:
- inflasi,
- suku bunga,
- supply dan demand,
- siklus ekonomi,
- kebijakan moneter,
- kebijakan fiskal,
- opportunity cost,
- diversifikasi,
- dan risiko.
Pemahaman tersebut membantu membedakan antara pergerakan harga jangka pendek dan perubahan fundamental ekonomi yang lebih besar.
Investor modern juga perlu memperhatikan aspek regulasi dan perpajakan. Di Indonesia, misalnya, kamu dapat mempelajari pajak kripto sebelum menghitung hasil investasi aset digital.
Apa Pelajaran Adam Smith untuk Investor?
Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil.
Pertama, insentif memengaruhi perilaku pasar. Investor, perusahaan, konsumen, dan pemerintah mengambil keputusan berdasarkan kondisi ekonomi yang mereka hadapi.
Kedua, harga memberikan informasi, tetapi bukan berarti harga selalu mencerminkan nilai intrinsik secara sempurna.
Ketiga, kompetisi dapat mendorong inovasi, tetapi pasar tetap membutuhkan institusi yang menjaga aturan permainan.
Keempat, ekonomi terus berkembang. Tidak ada satu teori yang mampu menjelaskan seluruh kondisi pasar.
Investor karena itu sebaiknya tidak mengandalkan satu indikator atau satu teori saja ketika membuat keputusan.
Kesimpulan
Adam Smith adalah tokoh yang paling sering dijuluki bapak ekonomi dunia karena The Wealth of Nations yang diterbitkan pada 1776 menjadi salah satu fondasi utama ekonomi klasik.
Kontribusinya tidak hanya terletak pada gagasan pasar bebas. Smith membahas produktivitas, pembagian kerja, kepentingan pribadi, kompetisi, pembentukan harga, perdagangan, dan peran institusi dalam menciptakan kemakmuran.
Namun, ekonomi modern berkembang jauh melampaui Smith.
David Ricardo mengembangkan teori perdagangan, Karl Marx mengkritik kapitalisme, John Maynard Keynes memperkuat peran kebijakan makroekonomi, sementara Milton Friedman menyoroti hubungan antara uang dan inflasi.
Bagi investor, nilai terbesar mempelajari Adam Smith bukan sekadar mengetahui siapa “bapak ekonomi dunia”.
Pelajarannya adalah memahami bahwa harga, insentif, kompetisi, penawaran, dan permintaan saling berhubungan dalam membentuk pasar.
Prinsip yang ditulis hampir 250 tahun lalu tersebut masih dapat membantu membaca ekonomi modern, mulai dari perdagangan saham hingga dinamika aset kripto.
Mobee merupakan platform aset digital yang berizin dan diawasi OJK. Jika ingin mempelajari pasar dan aset digital lebih jauh, kamu dapat mulai melalui Mobee dan tetap menyesuaikan setiap keputusan investasi dengan tujuan serta profil risiko.


