Pasar kripto saat ini berada dalam fase konsolidasi harga, di tengah perkembangan infrastruktur dan inovasi yang terus berjalan. Bitcoin dan Ethereum masih menghadapi tekanan jangka pendek, sementara di sisi lain industri terus memperluas fokus pada utilitas jangka panjang. Mulai dari integrasi dengan teknologi AI, efisiensi pembayaran lintas batas, hingga pengembangan model stablecoin baru.

Bitcoin: Dinamika Harga dan Diversifikasi Industri

Menurut laporan terbaru dari Grayscale, pergerakan Bitcoin belakangan ini menunjukkan karakteristik yang lebih mirip aset pertumbuhan dibandingkan dengan narasi “emas digital”. Penurunan harga ke kisaran $60.000 tercatat berkorelasi dengan pelemahan saham teknologi berkapitalisasi besar, mengindikasikan pengaruh faktor makro terhadap pergerakan harga. Meski demikian, faktor fundamental seperti suplai terbatas dan desentralisasi tetap menjadi bagian penting dari tesis jangka panjang Bitcoin sebagai penyimpan nilai.

Analisis dari Glassnode menunjukkan potensi fase konsolidasi yang lebih panjang. Bitcoin saat ini bergerak di antara beberapa metrik penting, seperti realized price di sekitar $55.000 dan true market mean mendekati $79.000. Terdapat pula konsentrasi pasokan pada rentang harga yang lebih tinggi, sehingga dibutuhkan katalis tambahan untuk mendorong pergerakan signifikan ke atas. Data menunjukkan adanya penyesuaian posisi oleh pelaku pasar besar dalam menghadapi kondisi range-bound.

Di sisi industri, sejumlah perusahaan penambangan Bitcoin seperti IREN (sebelumnya Iris Energy), HIVE Digital, dan Bitdeer mulai mendiversifikasi model bisnis dengan memanfaatkan infrastruktur energi dan pusat data mereka untuk komputasi kinerja tinggi (HPC) yang mendukung kebutuhan AI. Langkah ini bertujuan memperluas sumber pendapatan di tengah fluktuasi margin penambangan.

Ethereum dan Partisipasi Institusional

Ethereum (ETH) masih berupaya mempertahankan momentum di atas level $2.000. Meski demikian, terdapat indikasi minat institusional yang tetap berlanjut. ETF Ether yang terdaftar di AS baru-baru ini mencatat arus masuk setelah sebelumnya mengalami arus keluar dalam periode singkat.

Aktivitas on-chain juga menunjukkan peningkatan, termasuk kenaikan volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX). Peningkatan penggunaan jaringan ini berpotensi mendukung stabilisasi harga, meskipun sentimen pasar secara umum masih cenderung berhati-hati.

Usulan Kerangka Margin Kripto oleh The Fed

Terdapat perkembangan dalam aspek regulasi dan manajemen risiko. Sebuah makalah kerja dari Dewan Federal Reserve (The Fed) mengusulkan pendekatan standar untuk pengelolaan risiko derivatif kripto. Makalah tersebut menilai bahwa kategori risiko tradisional seperti komoditas atau valuta asing belum sepenuhnya mencerminkan karakteristik volatilitas aset digital.

Usulan tersebut mencakup pengklasifikasian aset kripto dalam kelas risiko tersendiri di dalam Model Margin Awal Standar ISDA (SIMM), yang dibagi menjadi dua kelompok utama:

  • Aset kripto floating: aset yang tidak dipatok seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, Cardano, dan Dogecoin.
  • Aset kripto pegged: stablecoin dan aset terpatok lainnya.

Pendekatan ini bertujuan membantu kalibrasi margin awal secara lebih akurat, khususnya dalam konteks pengelolaan risiko counterparty pada perdagangan derivatif tingkat institusional.

Inisiatif DeFi dan Pembayaran Lintas Batas

World Liberty Financial (WLFI), proyek DeFi yang mendapat dukungan dari keluarga Presiden Donald Trump, tengah menyiapkan peluncuran platform “World Swap”. Inisiatif ini menargetkan sektor valuta asing global dan pasar remitansi lintas negara, dengan menawarkan alternatif biaya transfer yang lebih kompetitif.

Namun, proyek ini juga menjadi sorotan publik setelah adanya laporan investasi signifikan dari entitas berbasis di UEA menjelang pelantikan presiden. Perkembangan tersebut memicu perhatian dari sejumlah anggota parlemen AS terkait potensi konflik kepentingan, sementara proyek tetap melanjutkan proses perizinan dan pengembangan.

Perkembangan di Ekosistem XRP dan Aptos

Di luar aset utama, sejumlah proyek altcoin mencatat pembaruan penting:

  • XRP: XRPL Foundation menunjuk Brett Mollin sebagai Direktur Eksekutif baru. Penunjukan ini bertujuan memperkuat tata kelola, pengembangan teknis, dan arah strategis jaringan dalam jangka panjang.
  • Aptos: Proyek Decibel yang dibangun di atas Aptos meluncurkan stablecoin USDCBL. Berbeda dari model stablecoin konvensional, imbal hasil dari aset pendukung seperti kas dan obligasi pemerintah AS dialokasikan untuk mendukung pengembangan protokol. Proyek ini bekerja sama dengan Bridge—platform yang telah diakuisisi oleh Stripe—untuk proses penerbitan.

Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini memperlihatkan kombinasi antara konsolidasi harga dan penguatan struktur industri. Perkembangan di sisi regulasi, infrastruktur, serta inovasi produk menunjukkan bahwa ekosistem terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan kebutuhan institusional yang berkembang.

Disclaimer
Materi ini adalah untuk informasi umum dan bukan merupakan saran investasi, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli dan menjual aset kripto, aset digital, sekuritas, atau instrumen turunan, atau untuk melakukan investasi apa pun. Mobee tidak berkewajiban untuk memperbarui laporan ini berdasarkan informasi dan peristiwa yang terjadi setelah laporan ini dibuat dan diterbitkan. Setiap saran atau rekomendasi dalam laporan ini mungkin tidak sesuai untuk pengguna tertentu.