
Uang BRICS adalah istilah untuk gagasan mata uang bersama atau sistem pembayaran lintas negara yang dibahas sebagian anggota BRICS, bukan mata uang tunggal yang sudah diterbitkan dan dipakai sehari-hari. Hingga Mei 2026, tidak ada mata uang fisik bernama BRICS yang bisa kamu gunakan untuk transaksi ritel.
Yang nyata terlihat adalah perluasan transaksi mata uang lokal, kerja sama pembayaran digital, dan akumulasi cadangan emas. Karena itu, penting membedakan antara wacana politik, infrastruktur pembayaran, dan instrumen investasi. Bahasan ini juga bersinggungan dengan uang fiat dan peran bank sentral.
Poin Penting
- Definisi inti: Uang BRICS belum menjadi mata uang tunggal resmi, melainkan wacana sistem pembayaran dan settlement lintas negara.
- Data cadangan: IMF COFER Q1 2026 estimasi menunjukkan dolar AS masih sekitar 57% cadangan global.
- Infrastruktur: China Cross-border Interbank Payment System dan mBridge memperluas alternatif pembayaran non-dolar secara bertahap.
- Katalis: Perluasan BRICS, sanksi ekonomi, dan harga emas 2026 mendorong pembahasan dedolarisasi.
- Risiko: Fragmentasi likuiditas, perbedaan kebijakan moneter, dan ketidakpastian regulasi membuat dampaknya tidak instan.
Apa Itu Uang BRICS?
Uang BRICS bukan nama resmi satu mata uang. Istilah ini dipakai media dan analis untuk menggambarkan beberapa inisiatif yang mirip: mata uang bersama, keranjang mata uang, atau jaringan pembayaran lintas negara. Sampai Mei 2026, tidak ada bank sentral BRICS yang menerbitkan uang BRICS untuk publik.
• Mata uang bersama: Gagasan mata uang tunggal yang butuh persetujuan politik dan bank sentral bersama.
• Keranjang mata uang: Alternatif yang memakai kombinasi real, rubel, rupee, yuan, dan rand untuk settlement.
• Sistem pembayaran: Infrastruktur seperti CIPS dan mBridge yang menghubungkan bank lintas negara.
• Unit akuntansi: Satuan hitung untuk perdagangan bilateral, bukan uang tunai yang beredar.
Jadi, saat orang bertanya tentang uang BRICS, mereka sebenarnya bertanya tentang salah satu dari empat lapisan ini. Peran bank sentral tetap sentral karena setiap lapisan menyentuh kebijakan moneter.
Kenapa Wacana Uang BRICS Muncul?
Wacana ini muncul karena ketergantungan pada dolar AS menimbulkan biaya dan risiko politik. Sanksi ke Rusia dan Iran mempercepat pencarian alternatif settlement. Selain itu, negara berkembang ingin mengurangi exposure terhadap perubahan kebijakan Fed.
• Sanksi dan risiko geopolitik: Negara yang terkena sanksi sulit memakai jalur dolar.
• Biaya konversi: Transaksi lewat dolar menambah biaya dan waktu settlement.
• Dominasi dolar: Dolar masih dipakai di mayoritas perdagangan dan cadangan.
• Ambisi multipolar: BRICS ingin memperkuat suara ekonomi global.
Tekanan devaluasi terhadap mata uang lokal juga menjadi pemicu. Namun, keinginan politik tidak otomatis menciptakan mata uang baru yang stabil.
Cara Kerja Sistem Pembayaran BRICS
Model yang paling realistis bukan mata uang tunggal, melainkan jaringan settlement mata uang lokal. Bank sentral membuat kesepakatan swap, lalu bank komersial memakai jalur tersebut untuk perdagangan. Prosesnya mirip transfer internasional, tetapi melewati lebih sedikit perantara dolar.
1. Identifikasi bank: Bank lokal dan bank mitra menyepakati jalur pembayaran bilateral.
2. Konversi mata uang: Transaksi dikonversi langsung tanpa melewati dolar AS.
3. Settlement: Dana diselesaikan melalui rekening koresponden atau platform digital.
4. Pelaporan: Otoritas moneter memantau arus dana untuk kepatuhan.
5. Rekonsiliasi: Kedua pihak mencatat posisi dan selisih kurs.
Model ini lebih realistis daripada mata uang tunggal karena tidak butuh bank sentral bersama. Beberapa platform memakai stablecoin untuk likuiditas, meski aturannya belum seragam.
Uang BRICS vs Mata Uang Nasional
Perbedaan utamanya ada pada penerbit, status hukum, dan kebijakan moneter. Mata uang nasional sudah teruji puluhan tahun, sementara uang BRICS masih berupa usulan. Perbandingan ini penting agar kamu tidak salah menilai risiko.
• Penerbit: Uang nasional diterbitkan bank sentral, uang BRICS belum punya penerbit tunggal.
• Legal tender: Uang nasional sah untuk pajak dan upah, uang BRICS tidak.
• Kebijakan moneter: Uang nasional punya suku bunga sendiri, uang BRICS sulit disepakati.
• Fungsi: Uang BRICS lebih cocok sebagai unit settlement perdagangan, bukan alat bayar harian.
• Stabilitas: Mata uang nasional punya sejarah dan institusi, uang BRICS masih konsep.
Jadi jangan bayangkan uang BRICS seperti euro yang sudah mapan. Emas dan bitcoin vs emas sering muncul sebagai alternatif cadangan, tetapi keduanya punya risiko berbeda.
Data Terbaru 2026
Beberapa data 2026 membantu menilai seberapa jauh wacana ini berjalan. Angka-angka ini juga menunjukkan mengapa dolar masih sulit digantikan dalam jangka pendek.
• IMF COFER Q1 2026: Estimasi porsi dolar AS dalam cadangan global sekitar 57%, masih dominan meski turun perlahan.
• SWIFT RMB Tracker Maret 2026: Porsi yuan dalam pembayaran global sekitar 3,5%, jauh di bawah dolar.
• World Gold Council Q1 2026: Bank sentral menambah sekitar 290 ton emas, sinyal diversifikasi cadangan.
• BIS Triennial Survey 2026: Dolar AS terlibat di sekitar 88% transaksi valuta asing global, menunjukkan dolar masih tulang punggung pasar.
• Pernyataan BRICS Sherpa 2026: Fokus pada settlement mata uang lokal, bukan mata uang tunggal.
Angka ini menunjukkan dedolarisasi berjalan lambat dan tidak linear. Untuk investor, tokenisasi aset mungkin lebih relevan dalam jangka pendek daripada menunggu uang BRICS terbit.
Katalis Utama 2026-2027
Katalis adalah pemicu yang bisa mempercepat atau memperlambat wacana uang BRICS. Tidak semua katalis bersifat positif untuk aset kripto atau emas.
• Katalis geopolitik: Sanksi baru atau konflik dagang bisa mempercepat adopsi alternatif.
• Katalis institusi: Perluasan BRICS menambah jumlah negara yang ingin settlement lokal.
• Katalis teknologi: mBridge dan CIPS meningkatkan kapasitas transaksi lintas negara.
• Katalis emas: Pembelian emas bank sentral memperkuat narasi aset non-dolar.
• Katalis regulasi: Aturan stablecoin dan CBDC menentukan arah pembayaran digital.
Katalis ini tidak otomatis membuat uang BRICS terbit. Yang berubah lebih dulu adalah pipa pembayaran dan komposisi cadangan.
Risiko Utama
Risiko terbesar bukan uang BRICS gagal terbit, tetapi salah mengira wacana sebagai kepastian investasi. Ada beberapa risiko spesifik yang perlu kamu pantau.
• Risiko politik: Negara BRICS punya kepentingan berbeda, sehingga negosiasi bisa macet; pantau pernyataan resmi KTT.
• Risiko likuiditas: Pasar mata uang lokal masih tipis, sehingga biaya transaksi bisa mahal; bandingkan spread bank.
• Risiko regulasi: Aturan lintas negara belum seragam, sehingga kepatuhan bisa rumit; cek kebijakan bank sentral.
• Risiko teknologi: Sistem pembayaran digital rentan gangguan dan serangan siber; pantau laporan insiden.
• Risiko sentimen: Narasi dedolarisasi bisa mendorong spekulasi aset; hindari posisi besar tanpa dasar data.
Setiap risiko punya cara mitigasi, mulai dari diversifikasi hingga verifikasi sumber resmi. Jangan hanya bergantung pada satu berita atau satu pernyataan politik.
Skenario 2026-2030
Ada tiga skenario utama yang bisa membantu menyusun ekspektasi. Skenario ini bukan prediksi pasti, tetapi kerangka berpikir.
• Skenario dasar: Tidak ada mata uang tunggal, tetapi settlement lokal naik.
• Skenario cepat: Konflik geopolitik mempercepat blok pembayaran alternatif.
• Skenario lambat: Dolar tetap dominan karena likuiditas dan kepercayaan pasar.
Gunakan tabel ini untuk menilai berita, bukan untuk menentukan posisi secara emosional. Jika pemicu tidak muncul, skenario dasar tetap paling mungkin.
Apa Artinya untuk Investor Indonesia
Dampak uang BRICS untuk investor Indonesia lebih terasa lewat kurs, inflasi, dan biaya transaksi. Kamu tidak perlu menunggu mata uang baru untuk mulai mengelola risiko.
• Diversifikasi: Jangan taruh seluruh portofolio pada aset dolar atau rupiah saja.
• Emas: Emas tetap relevan sebagai lindung nilai saat ketidakpastian mata uang naik.
• Kripto: Bitcoin dan stablecoin bisa jadi alternatif, tetapi volatilitas dan regulasi tetap tinggi.
• Pantau data: Cek COFER, SWIFT, dan harga emas setiap kuartal untuk melihat tren.
• Kelola risiko: Gunakan posisi kecil dan hindari leverage saat tema makro sedang panas.
Untuk investor Indonesia, langkah praktis adalah memantau data resmi dan mengatur porsi aset. Jangan mengambil risiko besar hanya karena judul berita.
Kesimpulan
Uang BRICS adalah wacana dan infrastruktur, bukan mata uang tunggal yang siap dipakai. Yang berubah lebih cepat adalah sistem pembayaran lokal dan komposisi cadangan emas. Dolar masih dominan pada 2026, tetapi fragmentasi berjalan bertahap. Investor sebaiknya fokus pada data, diversifikasi, dan manajemen risiko.
FAQ
Mulai dengan Mobee
Mobee adalah platform aset digital yang berizin dan diawasi OJK, sehingga kamu bisa memantau peluang pasar dan produk investasi dengan lebih terarah. Mulai perjalanan investasimu melalui Mobee dan pilih produk yang sesuai dengan tujuan serta profil risikomu.


