Tokenisasi Aset: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Token itu mewakili sebagian atau seluruh nilai aset, bisa dipecah menjadi bagian kecil, dan bisa dipindahtangankan secara digital.
Artikel ini menjelaskan pengertian, tahap kerja, jenis aset yang bisa ditokenisasi, bedanya dengan sekuritisasi, serta posisi aturannya di Indonesia. Data diperbarui pada 14 Oktober 2026. Untuk gambaran besar tentang aset dunia nyata di blockchain, baca apa itu RWA.
Poin Penting
- Tokenisasi aset mencatat hak atas aset nyata sebagai token di blockchain. Hasilnya sering disebut RWA (Real World Assets).
- Prosesnya punya lima tahap: penilaian aset, penyimpanan oleh kustodian, penerbitan token, perdagangan, lalu penebusan dan pelaporan.
- Tokenisasi bukan membuat aset baru. Aset aslinya tetap ada, token hanya representasinya.
- Menurut rwa.xyz per 13 Oktober 2026, nilai aset dunia nyata yang terdistribusi di blockchain sekitar US$39,11 miliar, dengan lebih dari 5,2 juta pemegang.
- Di Indonesia, OJK mengawasi aset keuangan digital dan masih menyusun aturan khusus penawaran aset ditokenisasi (per 8 Oktober 2026).
- Manfaat utamanya kepemilikan pecahan dan akses digital. Risikonya ada pada penerbit, kustodian, hukum, dan likuiditas.
Tokenisasi Aset Adalah: Pengertian dan Contoh Sederhana
Bayangkan sebuah emas batangan satu troy ounce di brankas. Lewat tokenisasi, penerbit mencatat satu token untuk satu troy ounce itu. Token bisa dibeli dan dijual, sementara emasnya tetap di brankas. Pemegang token memegang bukti yang dirancang mengikuti harga emas tersebut.
Catatan penting: kata "tokenisasi" punya arti lain. Dalam sistem pembayaran, tokenisasi kartu berarti mengganti nomor kartu asli dengan kode acak agar lebih aman saat transaksi. Itu berbeda dari tokenisasi aset yang dibahas di sini, yaitu merepresentasikan nilai aset sebagai token yang bisa diperdagangkan.
Cara Kerja Tokenisasi Aset dalam 5 Tahap
1. Penilaian dan verifikasi aset
Aset dinilai oleh pihak independen, dan dokumen kepemilikannya dicek. Untuk gedung bernilai Rp100 miliar, misalnya, tahap ini memastikan aset benar-benar ada dan sah dimiliki penerbit. Semakin sulit aset diverifikasi, semakin penting tahap ini.
2. Struktur hukum dan kustodi
Aset biasanya ditaruh dalam wadah hukum tertentu dan disimpan oleh kustodian, misalnya brankas untuk emas atau lembaga kustodi untuk surat utang. Tahap ini menentukan apa yang sebenarnya menjadi hak pemegang token. Pembahasan lebih dalam ada di dari aset nyata jadi token digital.
3. Penerbitan token lewat smart contract
Penerbit mencetak token memakai smart contract, program otomatis di blockchain. Kode ini mengatur jumlah token, aturan transfer, dan siapa yang boleh memegangnya.
4. Distribusi dan perdagangan
Token dijual di pasar perdana, lalu diperdagangkan di exchange. Di sinilah fraksionalisasi terasa: aset yang tadinya hanya bisa dibeli utuh bisa dimiliki dalam bagian kecil.
5. Penebusan dan pelaporan
Pemegang tertentu bisa menukar token dengan aset atau nilainya, sesuai ketentuan produk. Penerbit juga biasanya mempublikasikan laporan cadangan secara berkala. Laporan atestasi tidak sama dengan audit penuh, jadi cek siapa yang menerbitkannya.
Aset Apa yang Bisa Ditokenisasi
Secara teknis hampir semua aset bernilai ekonomi bisa ditokenisasi. Yang sudah berjalan lebih matang adalah aset yang mudah dihargai dan disimpan:
| Jenis aset | Contoh | Catatan |
|---|---|---|
| Emas | XAUT, PAXG | Satu token mewakili satu troy ounce. Sekitar US$3,0 miliar (XAUT) dan US$1,8 miliar (PAXG) per 13 Oktober 2026 (rwa.xyz). Lihat XAUT dan PAX Gold |
| Surat utang | Dana surat utang pemerintah AS (BUIDL, USDY) | Sekitar US$2,2 miliar (BUIDL) dan US$2,3 miliar (USDY) per 13 Oktober 2026 (rwa.xyz). Lihat Ondo Finance |
| Saham dan ETF | Token saham AS | Memberi eksposur harga, bukan hak suara. Lihat cara kerja token saham |
| Komoditas | Minyak, perak | Lihat USOon |
| Properti dan kredit | Bagian kepemilikan properti, piutang | Paling sulit diverifikasi, risiko lebih tinggi |
| Aset alternatif | Karya seni, koleksi | Pasar sekunder umumnya tipis |
Tokenisasi, Sekuritisasi, dan Kripto Biasa: Apa Bedanya
| Aspek | Tokenisasi aset | Sekuritisasi | Kripto biasa (misalnya Bitcoin) |
|---|---|---|---|
| Aset dasar | Aset nyata | Kumpulan piutang atau aset | Tidak ada aset dasar |
| Bentuk | Token di blockchain | Efek di pasar modal | Token di blockchain |
| Nilai berasal dari | Aset yang diwakili | Arus kas aset dasar | Pasokan, permintaan, jaringan |
| Pencatatan | Blockchain | Lembaga kustodi dan penyelesaian pasar modal | Blockchain |
Perbedaan intinya: tokenisasi adalah cara pencatatan dan pemindahan hak, sedangkan sekuritisasi adalah cara mengemas aset menjadi efek. Keduanya bisa bertemu pada produk tertentu.
Tokenisasi Aset di Indonesia per Oktober 2026
Pengawasnya OJK. Sejak 10 Januari 2025, pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto berpindah dari Bappebti ke OJK, dengan POJK Nomor 27 Tahun 2024 sebagai aturan pelaksananya.
Aturan khusus tokenisasi RWA belum terbit. Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, menyebut pada 8 Oktober 2026 bahwa rancangan aturan penawaran aset ditokenisasi (RPOJK) masih disusun, dengan penyusunan dimulai pada Oktober 2026 (Republika, 9 Oktober 2026). Cakupan yang disebut meliputi emas, surat berharga negara (SBN), manfaat ekonomi properti, dan perdagangan token dalam ekosistem tertutup. Pada Juni 2026, OJK sempat menargetkan aturan terkait rampung paling lambat Kuartal III 2026, tetapi per 14 Oktober 2026 kami belum menemukan konfirmasi bahwa aturan itu sudah terbit.
OJK juga menjalankan regulatory sandbox, dan tujuh peserta dinyatakan lolos. Model bisnisnya mencakup tokenisasi emas, tokenisasi SBN, manfaat kepemilikan properti, stablecoin rupiah, kustodian aset digital, dan pengelolaan dana kripto. Hingga September 2026, OJK mencatat 372 permintaan konsultasi dengan 236 konsultasi telah digelar.
OJK mencontohkan manfaat fraksionalisasi pada SBN: pembelian yang tadinya umumnya sekitar Rp1 juta bisa dipecah menjadi Rp10 ribu atau Rp100 ribu. Itu masih bergantung pada aturan yang sedang disusun. Prinsipnya "same activities, same risk, same regulation", yaitu kegiatan berisiko sama diatur sama, tanpa bergantung pada teknologinya.
Pembahasan lengkap aturan, pajak, dan risikonya ada di regulasi, pajak, dan risiko RWA di Indonesia.
Seberapa Besar Pasar Tokenisasi
Menurut rwa.xyz per 13 Oktober 2026, nilai aset dunia nyata yang terdistribusi di blockchain sekitar US$39,11 miliar, naik sekitar 0,28% dalam 30 hari, dengan sekitar 5,23 juta pemegang (naik sekitar 20,6% dalam 30 hari). Pada 8 Oktober angkanya US$39,03 miliar, jadi nilainya relatif datar sementara jumlah pemegang tumbuh. Sebagai perbandingan, proyeksi lama Boston Consulting Group dan ADDX dari tahun 2022 memperkirakan pasar aset tokenisasi bisa mencapai sekitar US$16 triliun pada 2030. Proyeksi seperti ini bergantung pada asumsi adopsi dan bukan jaminan.
Keunggulan dan Risiko Tokenisasi
Keunggulan
- Kepemilikan pecahan membuat aset bernilai besar lebih terjangkau.
- Akses digital dan perdagangan 24 jam, meski harga acuan tetap mengikuti pasar aslinya.
- Pencatatan transparan di blockchain, plus laporan cadangan dari penerbit.
- Penyelesaian transaksi lebih cepat dibanding sistem konvensional.
Risiko
- Penerbit dan kustodian. Token hanya sebaik pihak yang menyimpan dan menjamin aset di baliknya.
- Hak hukum. Pemegang token belum tentu memiliki hak langsung atas aset dasarnya. Ketentuan produk dan yurisdiksi menentukan. Untuk saham, baca apa yang sebenarnya kamu pegang saat saham jadi token.
- Likuiditas. Tidak semua token punya pasar sekunder yang aktif.
- Smart contract. Kode bisa memiliki celah keamanan.
- Aturan yang berubah. Kerangka khusus masih disusun.
Trading RWA di Mobee
Mau mulai dari aset hasil tokenisasi? Mobee dioperasikan PT CTXG Indonesia Berkarya yang berizin dan diawasi OJK, dan kamu bisa mengakses beberapa jenis aset hasil tokenisasi dalam satu aplikasi.
Kenapa trading RWA di Mobee:
- Dalam rupiah. Pasangan seperti XAUT/IDR dan PAXG/IDR diperdagangkan langsung dengan rupiah, jadi kamu tidak perlu mengurus konversi ke dolar atau stablecoin lebih dulu.
- Diawasi OJK. Untuk aset yang risikonya sudah tinggi, platform yang berizin dan diawasi regulator adalah titik awal yang masuk akal. Kamu bisa mengecek daftar platform berizin di exchange kripto yang diawasi OJK.
- Beberapa jenis RWA di satu tempat. Selain token emas, ada token komoditas seperti USOon, token saham seperti LLYX (Eli Lilly, diterbitkan Ondo), dan token saham AS. Ada pula ONDO, token tata kelola Ondo. Kamu bisa membandingkan jenisnya tanpa pindah platform.
- Bisa mulai dari nominal kecil. Token dapat dibeli dalam pecahan, jadi kamu tidak perlu membeli satu unit penuh. Halaman produk token saham AS di Mobee menyebut investasi bisa mulai dari US$1. Cek batas minimum order tiap pasangan di aplikasi.
- Ada alat untuk memantau. Pasang price alert di Mobee supaya tidak perlu menatap layar, dan pelajari jenis order dalam trading sebelum bertransaksi. Untuk emas, ada pembaruan harian di harga emas digital hari ini.
Yang perlu kamu tahu dulu. Tidak semua contoh di artikel ini ada di Mobee. Per 14 Oktober 2026 kami tidak menemukan pasangan untuk token surat utang seperti BUIDL dan USDY. Ketersediaan bisa berubah, jadi cek langsung di aplikasi.
Langkah mulai:
- Buka aplikasi Mobee dan selesaikan verifikasi identitas.
- Isi saldo rupiah.
- Cari aset yang ingin kamu pelajari, misalnya XAUT/IDR, atau lihat pilihan lain di kategori RWA Mobee.
- Mulai dari nominal kecil, pasang price alert, dan sebar posisi. Panduan memilih aset ada di cara memilih aset.
Trading aset kripto berisiko tinggi, dan token RWA bergantung pada penerbit dan kustodiannya. Gunakan hanya dana yang siap kamu tanggung risikonya.
Kesimpulan
Tokenisasi aset adalah cara mencatat hak atas aset nyata sebagai token di blockchain, sehingga bisa dipecah dan diperdagangkan secara digital. Proses lima tahapnya menunjukkan bahwa kualitas aset, kustodian, dan penerbit lebih menentukan daripada teknologinya.
Di Indonesia, kerangka dasarnya sudah ada lewat OJK dan POJK 27/2024, sedangkan aturan khusus tokenisasi RWA masih disusun. Pahami mekanismenya, cek penerbit dan kustodian, dan perlakukan token sebagai instrumen berisiko.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Tokenisasi aset adalah apa?
Tokenisasi aset adalah proses mengubah hak atas aset nyata, seperti emas, saham, atau properti, menjadi token digital di blockchain. Token mewakili sebagian atau seluruh nilai aset dan bisa dipecah serta diperdagangkan.
Apa itu tokenisasi dan apakah sama dengan tokenisasi kartu?
Tidak sama. Tokenisasi kartu mengganti nomor kartu asli dengan kode acak agar aman saat transaksi. Tokenisasi aset merepresentasikan nilai aset nyata sebagai token yang bisa diperdagangkan.
Bagaimana cara kerja tokenisasi aset?
Aset dinilai dan diverifikasi, disimpan kustodian, lalu token diterbitkan lewat smart contract. Setelah itu token diperdagangkan, dan pemegang tertentu bisa menebusnya sesuai ketentuan produk.
Apa bedanya tokenisasi dengan sekuritisasi?
Tokenisasi adalah cara mencatat dan memindahkan hak atas aset sebagai token di blockchain. Sekuritisasi adalah cara mengemas aset atau piutang menjadi efek di pasar modal. Keduanya bisa bertemu pada produk tertentu.
Apakah tokenisasi aset legal di Indonesia?
Aset keuangan digital termasuk aset kripto diawasi OJK dan diatur POJK 27/2024. Aturan khusus penawaran aset ditokenisasi masih disusun OJK per Oktober 2026, jadi status tiap produk perlu dicek.
Apakah memegang token berarti memiliki aset aslinya?
Umumnya tidak. Kamu memegang token yang mewakili aset, sedangkan aset aslinya disimpan kustodian. Hak menebus dan klaim hukum bergantung pada ketentuan penerbit.
Apakah aset hasil tokenisasi bisa diperdagangkan di Mobee?
Ya, sebagian. Per 14 Oktober 2026 Mobee menyediakan pasangan rupiah untuk token emas (XAUT, PAXG), token komoditas (USOon), token saham (misalnya LLYX), dan ONDO. Kami tidak menemukan pasangan untuk token surat utang seperti BUIDL dan USDY. Cek aplikasi untuk ketersediaan terbaru.
Disclaimer
Artikel ini hanya untuk informasi dan edukasi, bukan nasihat investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto dan token aset dunia nyata adalah instrumen berisiko tinggi dengan volatilitas besar. Lakukan riset sendiri dan gunakan hanya dana yang risikonya sanggup kamu tanggung. Mobee dioperasikan PT CTXG Indonesia Berkarya yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan.



