Membedah Siklus 4 Tahun Bitcoin dan Dampaknya ke Investor | Mobee Academy
Bitcoin September 28, 2026 Menengah

Membedah Siklus 4 Tahun Bitcoin dan Dampaknya ke Investor

Penulis Bayu Surya Purnama
Waktu baca 3 menit
Membedah Siklus 4 Tahun Bitcoin dan Dampaknya ke Investor

Siklus 4 tahun Bitcoin muncul dari peristiwa halving, yaitu pengurangan imbalan bagi penambang setiap 210.000 blok. Mekanisme ini membuat pasokan baru Bitcoin semakin berkurang, menciptakan kelangkaan yang secara historis memicu kenaikan harga. Pola ini telah diamati sejak awal perjalanan Bitcoin dan hingga kini masih dianggap sebagai fondasi penting dalam analisis pasar crypto.

Baca juga: Perjalanan Harga Awal Bitcoin hingga Rekor Tertinggi

Sejarah dan Pola Pergerakan Harga

Dalam beberapa dekade terakhir, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan pola berulang yang berkaitan erat dengan siklus empat tahunan. Setelah setiap halving, harga cenderung mengalami kenaikan besar yang berujung pada puncak baru, sebelum akhirnya masuk ke fase koreksi dan konsolidasi. 

Pada 2013, 2017, dan 2021, fenomena ini tampak jelas, di mana lonjakan harga besar terjadi setahun setelah halving. Siklus ini membuat banyak investor percaya bahwa pasar Bitcoin memiliki ritme alamiah yang dapat dipelajari.

Apakah Masih Relevan di 2025?

Ada dua pandangan besar soal relevansi siklus empat tahunan saat ini.

Pendukung Kelangsungan Siklus

Beberapa analis tetap optimis siklus tetap relevan. Data on‑chain terbaru dari Glassnode menunjukkan pergerakan harga Bitcoin masih mencerminkan pola historis—terutama perilaku investor jangka panjang saat terjadi euforia profit-taking.

Analis seperti CRYPTOBIRB berargumen bahwa mekanisme halving sudah terprogram secara matematis dan diperkuat oleh korelasi antara pasar kripto dan pasar tradisional (tradfi), misalnya melalui ETF.

Mereka yang Meragukan

Namun, banyak ahli menilai pasar kini telah berubah secara struktural. Jason Williams menunjukkan bahwa akumulasi besar oleh perusahaan treasury hampir mencapai satu juta BTC—memudarkan efek halving tradisional.

Pierre Rochard juga menekankan bahwa fungsi halving kini “immaterial” karena 95% pasokan Bitcoin telah beredar, sehingga pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh permintaan institusional, ETP, dan aksi pasar lainnya.

Ada juga yang menyoroti bahwa siklus ini telah terganggu oleh faktor eksternal seperti persetujuan Spot ETF yang berpengaruh signifikan terhadap harga sebelum dan sesudah halving, serta kebijakan moneter dan regulator global.

Implikasi untuk Investor

Bagi investor, siklus 4 tahun Bitcoin tetap bisa dipakai sebagai referensi historis, tetapi jangan dijadikan patokan tunggal. Beberapa poin penting:

  • Gunakan siklus untuk melihat fase pasar (bullish, bearish, konsolidasi).
  • Selalu kombinasikan dengan analisis makro dan regulasi.
  • Perhatikan peran institusi dan arus modal global.

Strategi Menghadapi Siklus

Investor bisa menyusun strategi praktis dengan memadukan pola siklus dan kondisi pasar terkini:

  • Investor jangka panjang: akumulasi saat harga rendah, kurangi eksposur saat mendekati puncak.
  • Trader jangka pendek: manfaatkan volatilitas di tengah perjalanan siklus.
  • Manajemen risiko: gunakan stop-loss, diversifikasi, dan jangan terlalu terpaku pada prediksi waktu halving.

Baca juga: Apakah Bitcoin Zero-Sum Game? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kesimpulan

Siklus 4 tahun Bitcoin masih relevan sebagai acuan, tetapi pengaruhnya kini tidak lagi mutlak. Pasar yang semakin kompleks dengan masuknya institusi besar dan faktor global menjadikan pola historis hanya salah satu bagian dari puzzle besar bernama crypto. Investor yang mampu menggabungkan pemahaman siklus dengan analisis makro dan perilaku pasar akan berada pada posisi lebih kuat untuk bertahan dan meraih keuntungan.

Siap memantau siklus pasar crypto dengan mudah? Download Mobee sekarang dan nikmati trading modern dengan fitur charting interaktif serta notifikasi real-time untuk setiap peluang investasi.

‍

Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.