Jakarta — Mobee resmi meluncurkan platform bursa aset digital dan sekuritas yang baru terdaftar di Indonesia. Perusahaan juga mengumumkan telah menutup putaran pendanaan yang dipimpin oleh 1982 Ventures, dana fintech terkemuka di Asia Tenggara, bersama sejumlah family office dan investor individu strategis asal Indonesia.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas operasi, meluncurkan produk baru, dan merekrut lebih banyak profesional berpengalaman dari industri jasa keuangan dan aset digital. Mobee merupakan bursa pertama di Indonesia yang fokus melayani investor terkualifikasi, family office, dan klien institusional, dengan rangkaian produk finansial baik untuk investor yang mencari passive income maupun produk wealth management yang lebih canggih bagi investor aktif.

"Kami sangat senang meluncurkan platform exchange baru ini, yang memungkinkan investor Indonesia untuk dengan mudah mengakses berbagai produk investasi tingkat institusional dalam aset dan sekuritas digital," kata Andrew Tjahyadikarta, Co-Founder dan CEO Mobee.

"Mobee mengisi kesenjangan besar di salah satu segmen yang tumbuh paling cepat dalam layanan keuangan di Indonesia," ujar Herston Powers, Founding Managing Partner 1982 Ventures. "Mobee adalah satu-satunya platform pertukaran kripto berlisensi di Indonesia untuk melayani investor terbesar dan teraktif dengan produk-produk tingkat institusional."

Mobee telah memperoleh lisensi dari Bappebti dan menjalin hubungan dengan berbagai perusahaan terkemuka di industri aset digital. Bersama tim ahli aset kripto dan pakar TradFi, Mobee menyediakan produk yang memenuhi standar tertinggi dalam tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan eksekusi layanan.

"Indonesia akan menjadi satu dari hub kripto utama di global. Kerangka kerja yang telah dibuat oleh regulator memberikan kepercayaan bagi investor untuk meningkatkan eksposur mereka terhadap aset digital," kata Jeff Pradana, Co-Founder dan CIO Mobee. "Kami saat ini bekerja dengan mitra utama dalam memberikan produk wealth management yang dapat diandalkan untuk memfasilitasi adopsi lebih lanjut di negara kita."