
Pasar Bitcoin memasuki fase kapitulasi pada awal Februari, dipicu oleh sentimen risk-off global, lonjakan imbal hasil US Treasury, serta kekhawatiran inflasi yang belum sepenuhnya mereda. Tekanan likuiditas meningkat dan mendorong arus keluar dana dari aset kripto, baik dari investor institusional maupun investor jangka panjang.
Struktur pasar saat ini tergolong rapuh dan didominasi oleh suplai investor jangka pendek (Short-Term Holders/STH). Suplai STH tercatat mencapai 5,69 juta BTC, mencerminkan banyaknya investor yang masuk di harga tinggi dan kini berada dalam kondisi unrealized loss. Sebaliknya, suplai investor jangka panjang (Long-Term Holders/LTH) relatif stagnan di kisaran 14,28 juta BTC, menandakan minimnya minat akumulasi di level harga saat ini.
Tekanan jual semakin diperkuat oleh arus keluar ETF Bitcoin spot sebesar USD 509,7 juta dalam satu hari, dipimpin oleh BlackRock (IBIT). Di sisi makro, imbal hasil US Treasury 10 tahun yang naik ke 4,26% menarik likuiditas global kembali ke dolar AS dan menekan aset berisiko. Meski indikator on-chain seperti MVRV Z-Score di level 0,77 menunjukkan Bitcoin berada di zona undervalued, sentimen pasar masih berada di Extreme Fear (15), menjaga risiko penurunan lanjutan tetap dominan.


%201.png)