daily-19-01-2026

Dalam beberapa tahun terakhir, ekosistem kripto tidak lagi hanya berbicara soal trading dan investasi. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah penggunaan kartu kripto sebagai jembatan antara aset digital dan sistem pembayaran konvensional. Kartu ini memungkinkan pengguna membelanjakan kripto, khususnya stablecoin, di merchant yang sebelumnya hanya menerima metode pembayaran tradisional.

Pertumbuhan ini menunjukkan adanya perubahan perilaku pengguna kripto. Stablecoin yang nilainya relatif stabil kini semakin dipilih untuk kebutuhan transaksi sehari-hari, mulai dari belanja online hingga pembayaran layanan. Dibandingkan aset kripto yang volatil, stablecoin menawarkan kenyamanan karena nilainya lebih mudah diprediksi, sehingga cocok digunakan sebagai alat tukar.

Setelah adopsi meningkat secara global, peran kartu kripto menjadi semakin krusial dalam mendorong penggunaan stablecoin di dunia nyata.

Peran Kartu Kripto dalam Mendorong Adopsi Stablecoin

Melalui kartu kripto, pengguna tidak perlu memahami proses teknis blockchain setiap kali bertransaksi. Sistem secara otomatis mengonversi stablecoin menjadi mata uang lokal saat pembayaran dilakukan. Kemudahan ini menjadi alasan utama mengapa kartu kripto berkembang pesat dan mampu menyaingi volume transaksi stablecoin secara langsung di jaringan blockchain.

Menariknya, volume transaksi tahunan kartu kripto kini sudah berada di level yang hampir setara dengan transaksi stablecoin peer-to-peer. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan kripto sebagai alat pembayaran nyata bukan lagi wacana, melainkan sudah berjalan secara aktif di berbagai negara.

Stablecoin juga memainkan peran penting dalam menjaga efisiensi transaksi lintas negara. Biaya yang relatif rendah dan proses yang cepat membuat kombinasi stablecoin dan kartu kripto semakin menarik, baik bagi pengguna ritel maupun pelaku bisnis.

Seiring meningkatnya penggunaan tersebut, dominasi jaringan pembayaran global pun semakin terlihat.

Dominasi Visa dan Arah Pembayaran Kripto di Masa Depan

Dalam lanskap kartu kripto, Visa masih menjadi pemain paling dominan. Sebagian besar kartu kripto yang beredar sa at ini terhubung dengan jaringan Visa, menandakan bahwa integrasi antara sistem keuangan tradisional dan kripto berjalan secara bertahap, bukan terpisah sepenuhnya.

Dominasi ini menunjukkan bahwa adopsi kripto belum sepenuhnya meninggalkan infrastruktur lama. Sebaliknya, kripto justru berkembang dengan memanfaatkan jaringan pembayaran yang sudah mapan. Strategi ini mempercepat adopsi karena merchant tidak perlu mengubah sistem mereka secara drastis.

Ke depan, kartu kripto berpotensi menjadi pintu masuk utama bagi adopsi kripto massal, khususnya stablecoin. Meski solusi pembayaran on-chain terus berkembang, kartu kripto masih menawarkan kenyamanan, kompatibilitas luas, dan pengalaman pengguna yang familiar.

Dengan meningkatnya kebutuhan akan pembayaran digital yang cepat, stabil, dan lintas batas, kombinasi stablecoin dan kartu kripto diperkirakan akan terus memainkan peran penting dalam transformasi sistem pembayaran global.

Disclaimer
Materi ini adalah untuk informasi umum dan bukan merupakan saran investasi, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli dan menjual aset kripto, aset digital, sekuritas, atau instrumen turunan, atau untuk melakukan investasi apa pun. Mobee tidak berkewajiban untuk memperbarui laporan ini berdasarkan informasi dan peristiwa yang terjadi setelah laporan ini dibuat dan diterbitkan. Setiap saran atau rekomendasi dalam laporan ini mungkin tidak sesuai untuk pengguna tertentu.