BTC dan ETH Jadi Sorotan Pasar

Dalam Aset Pilihan Mobee, kami menyoroti aset berdasarkan perkembangan terkini di pasar, momentum harga, serta katalis yang sedang berjalan. Fokusnya bukan menentukan aset mana yang akan naik, melainkan membantu kamu memahami kenapa aset tersebut sedang banyak mendapat perhatian.

Edisi ini menyoroti dua aset: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Alasannya bukan sekadar karena keduanya naik. Yang membuat edisi ini menarik adalah keduanya naik karena katalis makro yang sama, tapi ditopang mesin yang sangat berbeda. Bitcoin didorong arus dana institusional yang baru saja mencetak angka terbesarnya dalam beberapa pekan. Ethereum bergerak justru ketika arus dananya sedang lemah, dan penggeraknya datang dari sisi pasokan. Perbedaan itu penting, karena menentukan apa yang perlu kamu pantau untuk masing-masing aset.

Ringkasan Data

Semua angka di bawah diambil pada 4 September 2026 pukul 14.15 WIB dan bersifat point-in-time.

Metrik Bitcoin (BTC) Ethereum (ETH)
Harga US$80.905 US$2.513
Setara rupiah sekitar Rp1,43 miliar sekitar Rp44,32 juta
Perubahan 24 jam +3,71% +4,18%
Rentang 24 jam US$77.448 sampai US$82.288 US$2.389 sampai US$2.529
Perubahan 7 hari +1,22% +0,41%
Perubahan 30 hari +25,97% +34,54%
Perubahan 1 tahun -26,74% -42,43%
Kapitalisasi pasar US$1,62 triliun US$307 miliar
Volume 24 jam US$40,42 miliar US$17,03 miliar
Rekor tertinggi US$126.080 (6 Okt 2025) US$4.946 (24 Ag 2025)
Jarak ke rekor -35,8% -49,2%
Arus ETF spot 3 September +US$730,8 juta +US$2,9 juta

Dua baris terakhir itu yang paling layak diperhatikan, dan akan kami bahas satu per satu.

Katalis Bersama: Kenapa Keduanya Naik Bersamaan

Sebelum masuk ke masing-masing aset, ini latar belakang yang menjelaskan kenaikan 24 jam terakhir. Ketiganya terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.

Pertama, sinyal de-eskalasi konflik AS-Iran. Muncul laporan bahwa para penasihat Presiden AS mendesaknya menyatakan perang dengan Iran resmi berakhir. Awal pekan ini, Bitcoin sempat jatuh di bawah US$77.000 setelah ada serangan baru di dekat Selat Hormuz, jadi kabar de-eskalasi ini bukan sekadar sentimen positif, melainkan pembalikan langsung dari tekanan yang menahan harga selama beberapa hari.

Kedua, The Fed melunak. Gubernur The Fed Christopher Waller membuka kemungkinan menahan suku bunga pada pertemuan September, dengan inflasi inti yang melambat ke 3,05% sampai Juli dari 4,76% pada Februari. Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga turun ke 50,2% dari 63,2% sehari sebelumnya. Sepekan lalu angka ini bahkan sempat menyentuh 70%.

Ketiga, short squeeze. Kenaikan diperbesar likuidasi posisi jual dalam skala besar, sekitar US$415 juta di seluruh pasar kripto, dengan US$164 juta di antaranya short Bitcoin yang tersapu hanya dalam empat jam.

Satu catatan penyeimbang yang layak dipegang: pasar minyak belum sepakat dengan narasi damai. Brent masih di atas US$97 per barel dan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz masih di bawah rata-rata normalnya. Kalau perdamaian benar-benar di depan mata, harga minyak seharusnya turun.

Aset Pilihan #1: Bitcoin (BTC)

Bitcoin diperdagangkan di US$80.905, naik 3,71% dalam 24 jam, dengan rentang harian yang lebar dari US$77.448 sampai US$82.288. Selisihnya 6,2%, jadi ini bukan hari yang tenang.

Bentuk pergerakannya perlu dipahami: BTC melonjak tajam tadi malam, mencetak puncak US$82.288 pada dini hari, lalu melandai. Sesi hari ini dibuka di US$81.276 dan sejak itu bergerak di kisaran US$80.562 sampai US$81.431. Artinya harga sudah menyerahkan kembali sekitar 1,7% dari puncaknya, dan level US$80.000 sekarang menjadi ujian apakah breakout tadi malam terkonfirmasi.

Kenapa BTC jadi sorotan: arus ETF yang berbalik tajam

Ini angka paling kuat di edisi ini. Menurut data Farside Investors, arus dana ETF Bitcoin spot AS bergerak seperti ini:

Tanggal Arus bersih
28 Agustus -US$201,9 juta
31 Agustus +US$216,7 juta
1 September -US$236,5 juta
2 September +US$101,1 juta
3 September +US$730,8 juta

Angka 3 September itu bukan sekadar positif, tapi lebih dari tujuh kali lipat hari sebelumnya, dan berbalik dari arus keluar US$236,5 juta hanya dua hari sebelumnya. Secara kumulatif, ETF Bitcoin spot AS sudah menyerap sekitar US$55,51 miliar sejak diluncurkan.

Yang membuat ini berbeda dari short squeeze: likuidasi posisi jual menjelaskan kecepatan kenaikan, tapi tidak menghasilkan pembeli baru. Setelah short habis tersapu, tenaganya hilang. Arus ETF sebaliknya, mewakili permintaan yang benar-benar masuk. Ketika keduanya terjadi bersamaan seperti kemarin, kenaikan punya dasar yang lebih dari sekadar mekanis.

Kamu bisa memantau dan membeli Bitcoin langsung dengan rupiah di Mobee.

Potensi ke depan untuk BTC

Dua hal yang menopang, dan satu yang membatasi.

Yang menopang. Bitcoin masih 35,8% di bawah rekor tertingginya di US$126.080. Artinya masih ada ruang pemulihan yang lebar sebelum bicara soal harga baru, dan dalam 30 hari terakhir BTC sudah naik 25,97%, jadi arah pemulihannya sudah terbentuk. Di sisi struktural, program pembelian kembali obligasi Departemen Keuangan AS dijadwalkan diperbesar menjadi US$4 miliar per operasi mulai 9 September, kebijakan yang menurunkan tekanan yield dan secara historis mendukung aset berisiko.

Yang membatasi. Kenaikan 7 hari hanya 1,22%, jauh di bawah kenaikan 24 jam sebesar 3,71%. Artinya reli tadi malam baru mengembalikan pelemahan beberapa hari sebelumnya, belum membangun tren baru. Level yang perlu diperhatikan: US$80.000 sebagai support psikologis dan area breakout, lalu US$82.288 sebagai resistance terdekat.

Aset Pilihan #2: Ethereum (ETH)

Ethereum diperdagangkan di US$2.513, naik 4,18% dalam 24 jam, dengan rentang harian US$2.389 sampai US$2.529. ETH juga sedang bertahan di dekat batas atas rentangnya.

Yang menarik dari ETH bukan angka 24 jamnya, melainkan angka 30 harinya: naik 34,54%, dibanding Bitcoin yang 25,97%. Rasio ETH/BTC berada di 0,031074, praktis menyentuh puncak rentang 24 jamnya di 0,031078. Jadi secara relatif, ETH memang sedang lebih kuat dari BTC.

Kenapa ETH jadi sorotan: penggeraknya bukan arus ETF

Di sini letak kontrasnya, dan bagian ini yang biasanya hilang dari ulasan yang hanya melihat harga.

Arus ETF Ethereum spot justru sedang lemah:

Tanggal Arus bersih
28 Agustus +US$102,1 juta
31 Agustus +US$87,6 juta
1 September +US$8,6 juta
2 September -US$48,2 juta
3 September +US$2,9 juta

Pada 3 September, ETF Bitcoin menyerap US$730,8 juta sementara ETF Ethereum hanya US$2,9 juta. Selisihnya sekitar 252 kali. Sehari sebelumnya ETF Ethereum bahkan mencatat arus keluar.

Jadi kalau ETH mengungguli BTC dalam 30 hari sementara arus ETF-nya jauh lebih lemah, penggeraknya jelas bukan arus ETF. Yang menopang ETH datang dari sisi pasokan.

Tiga angka pasokan yang menopang ETH

  • Sekitar 41,7 sampai 42 juta ETH sedang di-staking, setara sekitar 34% dari total suplai, dengan nilai lebih dari US$77 miliar. Koin yang di-staking tidak tersedia untuk dijual di pasar dalam waktu singkat.
  • Saldo ETH di bursa turun dari 7,7 juta ke 6,54 juta antara awal Juni dan pertengahan Agustus. Artinya sekitar 1,16 juta ETH ditarik keluar dari bursa. Koin yang keluar dari bursa biasanya tidak sedang bersiap dijual.
  • Arus masuk ETF mingguan pernah mencapai US$697,2 juta pada pekan yang berakhir 21 Agustus, terbesar sepanjang 2026, dengan total Agustus US$1,06 miliar. Secara kumulatif ETF Ethereum spot sudah menyerap sekitar US$13,02 miliar, dengan sekitar 98% terkonsentrasi di satu penerbit saja.

Gabungan ketiganya mengurangi jumlah ETH yang benar-benar likuid dan siap diperdagangkan. Ketika pasokan yang tersedia menyusut, kenaikan permintaan yang sama menghasilkan pergerakan harga yang lebih besar. Itu penjelasan paling masuk akal untuk kenapa ETH bisa bergerak lebih kencang dari BTC meski arus ETF-nya jauh lebih kecil.

Kalau kamu ingin memahami mekanisme staking dan bagaimana koin bisa terkunci, penjelasannya kami susun di staking crypto.

Satu perkembangan struktural yang masih relatif baru

Sejak 12 Maret 2026, sudah ada ETF Ethereum yang ikut melakukan staking, setelah SEC mengeluarkan panduan pada Mei 2026 yang memisahkan imbal hasil validator dari distribusi keuntungan berbasis pengelolaan aktif.

Ini penting karena mengubah karakter produknya. ETF yang sebelumnya hanya memberi eksposur harga sekarang bisa menghasilkan imbal hasil, sehingga relevan bagi pengelola dana yang biasa menilai aset dari arus kasnya, bukan hanya dari potensi kenaikan harga. Imbal hasil jaringannya sekitar 3,2%, meski penerbit memotong sebagian sebagai biaya.

Perlu jujur soal batasannya: imbal hasil 3% tidak akan menyelamatkan ETH kalau harganya turun 30%. Ini perubahan struktur permintaan jangka panjang, bukan katalis harga jangka pendek.

Kamu bisa memantau dan membeli Ethereum langsung dengan rupiah di Mobee.

Potensi ke depan untuk ETH, beserta risikonya

Yang menopang. ETH masih 49,2% di bawah rekor tertingginya di US$4.946, jarak yang jauh lebih lebar dibanding Bitcoin. Untuk kembali ke rekor itu dibutuhkan kenaikan sekitar 97%. Kalau tesis pengetatan pasokan berjalan, ruang pemulihannya lebih besar secara persentase.

Yang perlu diwaspadai, dan ini penting. Jarak 49,2% dari rekor itu bekerja dua arah. Keunggulan ETH atas BTC dalam 30 hari sebagian adalah pemulihan dari titik yang jatuh jauh lebih dalam, bukan kekuatan absolut. Dalam setahun terakhir ETH masih -42,43% dibanding BTC yang -26,74%.

Ada juga risiko konsentrasi yang layak diketahui. Satu entitas korporasi tercatat memegang 5.847.611 ETH per 24 Agustus, sekitar 4,7% dari total suplai, dengan sekitar 87% di antaranya di-staking. Kepemilikan sebesar itu di satu tangan tidak punya preseden pada Ethereum, dan itu berarti keputusan satu pihak bisa berdampak besar pada pasokan yang tersedia.

Kenaikan 7 hari ETH juga hanya 0,41%, praktis datar. Sama seperti BTC, reli 24 jam ini baru mengembalikan pelemahan beberapa hari sebelumnya.

Dua Aset, Katalis Sama, Mesin Berbeda

Ini kesimpulan analitis dari edisi ini, dan menurut kami paling berguna untuk dipegang:

Aspek Bitcoin Ethereum
Pemicu jangka pendek Sama de-eskalasi Iran, The Fed melunak, short squeeze Sama
Mesin utamanya Permintaan institusional lewat ETF Pengetatan pasokan likuid
Sinyal yang perlu dipantau Arus ETF harian Porsi staking dan saldo di bursa
Kalau mesinnya melemah Arus ETF berbalik keluar Koin kembali masuk bursa
Jarak ke rekor -35,8% -49,2%

Konsekuensi praktisnya: kamu tidak memantau keduanya dengan indikator yang sama. Untuk Bitcoin, arus ETF harian adalah sinyal paling langsung. Untuk Ethereum, arus ETF justru sedang menyesatkan kalau dibaca sendirian, karena angkanya kecil sementara harganya bergerak kencang. Yang lebih relevan untuk ETH adalah apakah pasokan likuidnya terus menyusut.

Agenda yang Sudah Terjadwal

Bagian ini yang membuat halaman ini tetap relevan beberapa hari ke depan, karena tanggalnya sudah pasti.

  • 4 September, 19.30 WIB. Data Nonfarm Payrolls Agustus. Konsensus penambahan sekitar 53.000 sampai 58.000 lapangan kerja, dengan tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,1%. Sebaran perkiraan ekonom sangat lebar, dari kehilangan 25.000 sampai penambahan 125.000, jadi potensi kejutannya tinggi. Perlu diingat, logikanya sedang terbalik: karena The Fed sedang mempertimbangkan kenaikan suku bunga, data kuat cenderung dibaca sebagai kabar buruk untuk aset berisiko.
  • 9 September. Program pembelian kembali obligasi AS diperbesar menjadi US$4 miliar per operasi. Ini sinyal likuiditas yang konkret dan umumnya mendukung aset berisiko.
  • 11 September. Data inflasi Agustus. Menurut sejumlah analis, ini yang paling menentukan keputusan The Fed, lebih dari data tenaga kerja.
  • 15 sampai 16 September. Pertemuan FOMC. Peluang kenaikan suku bunga saat ini 50,2%, artinya pasar benar-benar terbelah dua.

Yang Perlu Diwaspadai

  • Reli 24 jam belum jadi tren. Kenaikan 7 hari BTC hanya 1,22% dan ETH 0,41%. Keduanya baru mengembalikan pelemahan beberapa hari sebelumnya.
  • Pemicu geopolitiknya masih berupa laporan, bukan keputusan resmi. Kalau kabarnya dibantah, arah bisa berbalik cepat.
  • Short squeeze tidak menghasilkan pembeli baru. Setelah posisi jual habis tersapu, harga butuh alasan baru untuk lanjut naik.
  • Arus ETF bisa berbalik dalam sehari. Lihat saja pola BTC: arus keluar US$236,5 juta pada 1 September, lalu arus masuk US$730,8 juta pada 3 September. Beberapa hari arus positif belum menjamin tren.
  • Data malam ini bisa membalikkan arah dalam hitungan menit.

Untuk pasar yang bergerak fluktuatif dengan rentang selebar ini, fitur Spot Grid memungkinkan order beli dan jual otomatis dalam rentang harga yang kamu tentukan sendiri, sehingga hasilnya tidak sepenuhnya bergantung pada ketepatan waktu masuk. Untuk aset yang ingin kamu pegang lebih lama, Flexi Earn bisa jadi pertimbangan. Sebelum mulai, ada baiknya membaca beberapa tips trading crypto dasar, memahami kerangka penilaian aset di cara menganalisis crypto, dan mengetahui cara menyimpan aset dengan baik.

Kesimpulan

Aset Pilihan Mobee edisi 4 September 2026 menyoroti Bitcoin di US$80.905 dan Ethereum di US$2.513, keduanya naik setelah rebound tajam dalam 24 jam terakhir yang dipicu sinyal de-eskalasi konflik AS-Iran, melunaknya sikap The Fed, dan short squeeze besar.

Yang membedakan keduanya adalah mesin penggeraknya. Bitcoin ditopang arus dana institusional yang baru mencetak US$730,8 juta dalam satu hari, terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Ethereum ditopang pengetatan pasokan likuid, dengan sekitar 34% suplainya terkunci di staking dan 1,16 juta koin ditarik keluar dari bursa dalam tiga bulan, meski arus ETF-nya justru sedang lemah.

Keduanya masih jauh dari rekor tertingginya, Bitcoin 35,8% dan Ethereum 49,2%, yang berarti ruang pemulihannya lebar tapi juga menunjukkan seberapa dalam koreksi yang sudah terjadi.

Empat agenda terjadwal dalam dua pekan ke depan akan menentukan apakah rebound ini berlanjut, dimulai dari data tenaga kerja AS malam ini.

Aset Pilihan Mobee berikutnya dapat berubah mengikuti perkembangan pasar. Karena itu, halaman ini terus diperbarui dengan aset, data, dan katalis terbaru tanpa mengubah URL utama.

Disclaimer. Aset Pilihan Mobee disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan rekomendasi investasi atau prediksi bahwa aset tertentu akan mengalami kenaikan harga. Performa historis tidak menjamin hasil di masa depan. Setiap aset memiliki karakteristik, volatilitas, struktur, dan risiko yang berbeda. Seluruh data harga bersifat point-in-time pada waktu yang tercantum dan dapat berubah dengan cepat, bahkan dalam hitungan menit. Selalu pelajari informasi aset dan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.