BTC, ETH, dan Emas Jadi Sorotan Pasar

Untuk edisi kali ini, tiga aset yang menjadi sorotan adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Emas Digital Tether Gold (XAUt).

Ketiganya menarik karena pasar sedang menunjukkan kondisi yang cukup unik. Bitcoin kembali mendekati US$70.000, Ethereum mencatat kenaikan lebih agresif dari BTC, sementara emas kembali menembus area US$4.500 per troy ounce.

Dengan kata lain, aset berisiko dan aset yang sering digunakan sebagai diversifikasi sama-sama sedang mengalami momentum kuat.

Hot Asset #1: Bitcoin (BTC)

Bitcoin menjadi salah satu Aset Pilihan Mobee setelah mengalami reli tajam dan kembali mendekati level psikologis US$70.000.

Pada pagi 20 Agustus 2026, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$69.700. Data CoinMarketCap yang dikutip pada perdagangan pagi menunjukkan BTC naik sekitar 8% dalam 24 jam dan sekitar 9,7% dalam tujuh hari.

Pergerakan ini cukup signifikan karena sehari sebelumnya Bitcoin masih kesulitan keluar dari area US$64.000–US$65.000.

Pada perdagangan 19 Agustus, BTC bahkan sempat naik ke atas US$69.000, level tertingginya dalam hampir tiga bulan.

Pantau harga Bitcoin hari ini untuk mengikuti pergerakannya secara berkala.

Kenapa Bitcoin sedang menarik perhatian?

Salah satu katalis utama datang dari perubahan kondisi di pasar obligasi Amerika Serikat.

Pada 19 Agustus, U.S. Treasury mengumumkan akan meningkatkan setidaknya dua kali lipat ukuran operasi liquidity support buyback untuk obligasi nominal tenor 10–20 tahun dan 20–30 tahun. Batas maksimum yang sebelumnya US$2 miliar akan dinaikkan menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi mulai 9 September 2026.

Langkah tersebut membantu meredakan tekanan di pasar obligasi dan mendorong yield turun. Saham, emas, dan Bitcoin kemudian sama-sama menguat.

Namun, kenaikan BTC juga diperbesar oleh kondisi pasar derivatif.

MarketWatch melaporkan bahwa reli Bitcoin memicu lebih dari US$1 miliar likuidasi posisi short dalam sekitar satu jam. Ketika posisi short terkena likuidasi, trader terpaksa membeli kembali aset untuk menutup posisi, sehingga dapat mempercepat kenaikan harga.

ETF Bitcoin juga kembali mencatat inflow

Dari sisi institusional, arus dana ETF Bitcoin spot AS juga membaik.

Farside Investors mencatat:

  • 17 Agustus: US$297,5 juta net inflow
  • 18 Agustus: US$189,3 juta net inflow
  • 19 Agustus: sekitar US$164,2 juta pada data yang tersedia saat diperiksa

Perubahan tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya ETF Bitcoin sempat mengalami beberapa sesi outflow.

Beberapa hari inflow belum menjamin tren harga selanjutnya, tetapi menunjukkan bahwa permintaan melalui produk ETF kembali membaik bersamaan dengan reli BTC.

Kenapa BTC masuk Hot Asset minggu ini?

Ada tiga perkembangan utama:

Bitcoin naik sekitar 8% dalam 24 jam dan kembali mendekati US$70.000.

Lebih dari US$1 miliar posisi short terlikuidasi dalam waktu sekitar satu jam ketika reli berlangsung.

ETF Bitcoin spot kembali membukukan inflow dalam beberapa sesi terakhir.

Jadi, BTC menjadi Hot Asset bukan hanya karena harganya naik. Perubahan kondisi likuiditas, arus ETF, dan short squeeze terjadi secara bersamaan dan membawa Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian pasar.

Hot Asset #2: Ethereum (ETH)

Kalau Bitcoin menarik perhatian karena kembali mendekati US$70.000, Ethereum justru mencatat kenaikan persentase yang jauh lebih besar.

Pada pagi 20 Agustus 2026, ETH diperdagangkan di sekitar US$2.267, naik sekitar 18,5% dalam 24 jam dan lebih dari 20% dalam tujuh hari.

Ethereum juga berhasil kembali melewati US$2.000, level yang sudah tidak ditembus selama beberapa bulan. MarketWatch mencatat ETH menembus US$2.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan ketika reli pasar berlangsung pada 19 Agustus.

Artinya, dalam reli terbaru ini, ETH justru outperform BTC secara persentase dalam 24 jam.

Kenapa Ethereum sedang menarik perhatian?

Pertama, ETH ikut mendapat dorongan dari perubahan risk appetite yang juga mengangkat Bitcoin.

Ekspansi program Treasury buyback membuat tekanan pada yield obligasi mereda dan menciptakan latar pasar yang lebih mendukung aset berisiko. Pasar kripto kemudian mengalami reli luas, dengan BTC kembali ke US$69.000 dan ETH menembus US$2.000.

Namun, Ethereum juga memiliki katalisnya sendiri dari sisi ETF.

Farside Investors mencatat ETF Ethereum spot memperoleh:

  • US$30,9 juta net inflow pada 17 Agustus
  • US$71,4 juta net inflow pada 18 Agustus
  • sekitar US$17,7 juta pada data 19 Agustus yang tersedia saat diperiksa

Pada 18 Agustus, BlackRock ETHA menyumbang sekitar US$64,7 juta dari total inflow tersebut.

Ini memberikan lapisan permintaan tambahan di tengah penguatan harga ETH.

Ethereum ikut mengalami short squeeze

Reli Ethereum juga berlangsung sangat cepat.

The Block mencatat ETH melonjak ketika pasar kripto mengalami hampir US$2 miliar likuidasi secara keseluruhan dalam 24 jam, dengan tekanan besar terhadap posisi bearish ketika BTC dan ETH bergerak naik.

Ini penting karena short squeeze dapat mempercepat momentum dalam jangka pendek, tetapi juga dapat meningkatkan volatilitas setelah sebagian besar posisi bearish sudah ditutup.

Karena itu, kenaikan tajam ETH tetap perlu dilihat dalam konteks risiko pasar yang tinggi.

Kenapa ETH masuk Hot Asset minggu ini?

Ada tiga data utama yang membuat Ethereum layak disorot:

ETH naik sekitar 18,5% dalam 24 jam dan lebih dari 20% dalam tujuh hari.

Ethereum kembali menembus US$2.000 setelah beberapa bulan berada di bawah level tersebut.

ETF Ethereum kembali mendapatkan inflow, termasuk US$71,4 juta pada 18 Agustus.

Dengan demikian, Ethereum menjadi Hot Asset bukan sekadar karena mengikuti Bitcoin. ETH sedang menunjukkan momentum relatif lebih kuat, dibarengi kembalinya arus ETF dan perubahan sentimen di pasar kripto.

Hot Asset #3: Emas Digital Tether Gold (XAUt)

Aset ketiga membawa tema yang sangat berbeda.

Tether Gold (XAUt) kembali menjadi Aset Pilihan Mobee setelah harga emas dunia melonjak dan kembali menembus US$4.500 per troy ounce.

Pada 20 Agustus 2026, XAUt berada di sekitar US$4.468, naik sekitar 2,9% dalam 24 jam. Dalam periode yang sama, XAUt bergerak di kisaran sekitar US$4.324 hingga US$4.504.

Kamu juga dapat mengakses Emas Digital XAUt melalui Mobee.

Kenapa emas sedang menarik perhatian?

Harga emas global mengalami reli besar pada 19 Agustus.

Pada perdagangan Asia 20 Agustus, emas spot berada di sekitar US$4.512 per troy ounce setelah sebelumnya mencapai sekitar US$4.526, level tertinggi sejak 2 Juni 2026.

Salah satu pendorongnya kembali berasal dari pasar Treasury AS.

Pengumuman peningkatan buyback obligasi pemerintah AS mendorong harga obligasi naik dan yield jangka panjang turun. Kondisi tersebut cenderung mendukung emas karena emas tidak memberikan yield, sehingga penurunan imbal hasil obligasi mengurangi opportunity cost untuk memegangnya.

Dolar AS yang melemah juga memberikan dukungan tambahan bagi emas.

Menariknya, ini adalah katalis yang sama yang ikut memperbaiki sentimen Bitcoin dan Ethereum, tetapi bekerja melalui mekanisme berbeda.

Apa yang dimiliki ketika membeli XAUt?

XAUt memberikan eksposur terhadap emas dalam format aset digital.

Menurut Tether, satu XAUt penuh merepresentasikan satu fine troy ounce emas fisik pada London Good Delivery bar. Emas tersebut disimpan di Swiss dan memiliki identifikasi seperti nomor seri, berat, serta tingkat kemurnian.

Per 30 Juni 2026, Tether melaporkan cadangan XAUt sebesar 707.747,139 fine troy ounces, atau sekitar 22,01 ton emas fisik.

Pada akhir kuartal II, sebanyak 612.823,66 XAUt telah terjual kepada pengguna, meningkat sekitar 9,5% dibandingkan akhir kuartal pertama.

Di Mobee, XAUt tersedia melalui produk Emas Digital. Mobee menjelaskan bahwa setiap XAUt mewakili sekitar satu troy ounce emas dan dapat diakses dalam bentuk digital melalui aplikasi.

XAUt juga sudah mendapat sertifikasi syariah

Selain momentum harga emas, XAUt memiliki perkembangan fundamental lain yang masih relatif baru.

Pada 27 Juli 2026, XAUt resmi memperoleh sertifikasi kepatuhan syariah dari Amanah Advisors.

Menurut Tether, proses sertifikasi tersebut mencakup kepemilikan emas fisik, backing aset yang dapat diverifikasi, tidak adanya riba, serta tidak digunakannya leverage atau derivatif spekulatif dalam struktur XAUt.

Perkembangan tersebut tidak berarti harga XAUt otomatis naik, tetapi relevan untuk memperluas potensi penggunaan emas digital di ekosistem keuangan syariah.

Kenapa Emas masuk Hot Asset minggu ini?

Ada empat perkembangan yang membuat XAUt dan emas relevan untuk disorot:

XAUt naik sekitar 2,9% dalam 24 jam ke sekitar US$4.468.

Emas spot kembali berada di atas US$4.500 dan sempat mencapai level tertinggi sejak awal Juni.

Penurunan Treasury yield dan pelemahan dolar memberikan dukungan terhadap harga emas.

XAUt baru memperoleh sertifikasi syariah dari Amanah Advisors pada akhir Juli.

Jadi, emas menjadi Hot Asset bukan hanya karena perannya sebagai aset yang sering digunakan untuk diversifikasi. Harga, kondisi makro, dan perkembangan produk XAUt sendiri sedang bertemu pada momentum yang sama.

Hot Asset #4: SpaceX (SPCX)

SpaceX menjadi salah satu Aset Pilihan Mobee bukan karena sedang reli, tapi karena alasan yang berbeda dari tiga aset sebelumnya: harganya sedang tertekan oleh sebuah peristiwa yang tanggalnya sudah diketahui pasar, sementara kinerja bisnisnya justru mencetak rekor. Kombinasi seperti ini jarang terjadi, dan menarik untuk dipahami.

Per 20 Agustus 2026, SPCX diperdagangkan di sekitar $139,65, turun 2,57% dari penutupan sebelumnya di $143,34. Sehari sebelumnya, 19 Agustus, saham ini juga melemah 3,09%.

Yang membuat angka itu perlu konteks: SPCX baru melantai di Nasdaq pada 12 Juni 2026 dengan harga IPO $135, lalu ditutup di $161 pada hari pertama — lompatan 19% yang menjadikannya salah satu debut terbesar tahun ini. Setelah itu perjalanannya jauh dari mulus.

Kenapa SPCX sedang menarik perhatian?

Pemicu utamanya satu, dan sifatnya struktural, bukan sentimen: gelombang kedua berakhirnya masa lockup insider.

Sampai 319 juta lembar saham restricted — sekitar 7% dari total saham restricted — akan lepas dari pembatasan penjualan. Ini menciptakan apa yang disebut supply overhang: pasar tahu akan ada tambahan pasokan yang bisa dijual, sehingga sebagian investor mengurangi posisi lebih dulu sebelum kejadiannya, dan penjual pendek masuk memanfaatkan tekanan itu.

Penting dipahami bahwa ini bukan pertanda ada masalah pada bisnisnya. Lockup adalah mekanisme normal pada setiap IPO: pemegang saham lama dilarang menjual selama periode tertentu agar harga tidak langsung tertekan setelah pencatatan. Ketika periode itu berakhir, tekanan jual muncul secara mekanis — terlepas dari bagus atau tidaknya kinerja perusahaan.

Dua faktor lain memperberat pekan ini:

  • Kondisi makro. Kenaikan yield obligasi dan volatilitas pasar surat utang memicu koreksi luas pada saham teknologi bervaluasi tinggi. SPCX termasuk kategori itu.
  • Resistensi teknikal. Harga tertahan di area resistensi penting, dan investor cenderung merealisasikan keuntungan sebelum peristiwa lockup.

Kinerja bisnisnya justru sedang di titik terkuat

Di sinilah letak kontrasnya, dan bagian ini yang sering hilang dari pemberitaan soal penurunan harga.

Pada laporan kuartal kedua 2026 yang dirilis 4 Agustus, SpaceX mencatat pendapatan $7,8 miliar, naik 92% dibanding tahun sebelumnya, melampaui perkiraan analis. Adjusted EBITDA-nya naik 191%. Pertumbuhan pendapatan hampir dua kali lipat dalam setahun bukan angka yang biasa ditemui pada perusahaan sebesar ini.

Kapitalisasi pasarnya kini sekitar $1,89 triliun, di atas target valuasi $1,5 triliun yang dilaporkan sebelum IPO.

Konsensus analis juga condong positif: dari 28 analis, mayoritas merekomendasikan beli dengan hanya 2 rekomendasi jual, dan target harga rata-rata $213,50 — sekitar 52,9% di atas harga saat ini.

Tapi rentang pandangannya sangat lebar, dan ini layak disampaikan apa adanya. Target harga yang beredar berkisar dari $117 sampai $800. Pihak yang bearish menyoroti valuasi di sekitar 72 kali proyeksi laba dan melihat kemungkinan turun ke $63–$75 per lembar. Selisih sebesar itu antara skenario terbaik dan terburuk menunjukkan bahwa harga SPCX saat ini lebih banyak mencerminkan ekspektasi masa depan daripada laba hari ini.

Kenapa SPCX masuk Hot Asset minggu ini?

  • Ada peristiwa yang tanggalnya diketahui pasar. Berakhirnya lockup untuk 319 juta lembar saham adalah katalis terjadwal, bukan kejutan. Peristiwa semacam ini biasanya menghasilkan volatilitas yang lebih tinggi dari biasanya di sekitar tanggalnya.
  • Arah harga dan arah bisnis sedang berlawanan. Pendapatan naik 92% dan EBITDA naik 191%, sementara harga turun 38% dari puncaknya. Situasi seperti ini menarik diperhatikan justru karena kedua hal itu tidak bisa terus berjalan berlawanan selamanya.
  • Rentang pandangan analis termasuk yang terlebar di pasar. Target $117 hingga $800 untuk satu saham yang sama menandakan ketidaksepakatan yang dalam soal nilai wajarnya — dan ketidaksepakatan biasanya berujung pada pergerakan harga yang besar ke salah satu arah.

Empat Aset, Dua Tema Pasar yang Sama-Sama Menguat

BTC, ETH, dan emas memberikan gambaran menarik tentang kondisi pasar saat ini.

Bitcoin dan Ethereum membawa tema risk-on. Keduanya mendapat dorongan dari membaiknya kondisi pasar obligasi, ETF inflow, serta short squeeze yang mempercepat reli kripto. BTC kembali mendekati US$75.000, sementara ETH bahkan mencatat kenaikan persentase yang lebih besar.

Sementara itu, emas membawa tema yang berbeda: penurunan yield, pelemahan dolar, ketidakpastian makro, dan kebutuhan diversifikasi. Harga emas kembali di atas US$4.500, membawa XAUt ikut menguat.

Menariknya, kali ini keduanya tidak bergerak berlawanan.

Keputusan Treasury AS untuk meningkatkan liquidity support buyback membantu menurunkan tekanan yield, yang pada saat bersamaan mendukung risk appetite untuk Bitcoin dan Ethereum sekaligus meningkatkan daya tarik relatif emas.

Namun, risiko belum hilang. FOMC Minutes yang dirilis 19 Agustus menunjukkan inflasi masih menjadi perhatian The Fed dan tiga anggota memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juli.

Karena itu, volatilitas ketiga aset masih dapat berubah cepat mengikuti Treasury yield, dolar AS, arus ETF, data ekonomi AS, kebijakan The Fed, dan perkembangan geopolitik.

Kesimpulan

Edisi Aset Pilihan Mobee 20 Agustus 2026 menyoroti Bitcoin, Ethereum, SPCX dan Emas Digital XAUt karena ketiganya sedang berada dalam momentum pasar yang kuat.

Bitcoin kembali mendekati US$70.000 setelah naik sekitar 8% dalam sehari, didukung perubahan risk appetite, inflow ETF, dan short squeeze.

Ethereum bergerak lebih agresif, naik sekitar 18,5% dalam 24 jam dan kembali menembus US$2.000, sementara ETF Ethereum juga kembali mencatat arus dana positif.

Di sisi lain, emas spot kembali berada di atas US$4.500 per ounce, sementara XAUt bergerak di sekitar US$4.468. Penurunan Treasury yield, pelemahan dolar, dan perkembangan fundamental XAUt membuat emas kembali masuk radar pasar.

Ketiganya menunjukkan bahwa aset dengan karakteristik dan profil risiko berbeda bisa sama-sama mendapatkan momentum ketika kondisi makro berubah dengan cepat.

Aset Pilihan Mobee berikutnya dapat berubah mengikuti perkembangan pasar. Karena itu, halaman ini dapat terus diperbarui dengan aset, data, dan katalis terbaru tanpa mengubah URL utama.

Disclaimer: Aset Pilihan Mobee disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan rekomendasi investasi atau prediksi bahwa aset tertentu akan mengalami kenaikan harga. Performa historis tidak menjamin hasil di masa depan. Setiap aset memiliki karakteristik, volatilitas, struktur, dan risiko yang berbeda. Selalu pelajari informasi aset dan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.