Jika melihat portofolio saat ini, sebagian investor mungkin merasa hasilnya belum sesuai ekspektasi. Euforia akhir 2025 telah mereda, dan harga Bitcoin kini berada di kisaran $67.000, turun dari level tertinggi sebelumnya di sekitar $125.000.

Namun, koreksi seperti ini bukan hal baru dalam siklus kripto. Fase ini dapat dipahami sebagai periode penyaringan pasar, yaitu saat spekulasi jangka pendek berkurang dan struktur pasar diuji kembali sebelum fase berikutnya.

Baca juga: Mengenal Bullish dan Bearish dalam Investasi Kripto

Memahami Tiga Fase Bear Market

Tidak semua penurunan pasar memiliki karakteristik yang sama. Setiap periode memiliki konteks dan penyebab berbeda.

1. Bear Market 2018

Penurunan pada 2018 ditandai dengan koreksi yang sangat dalam setelah euforia ICO di tahun sebelumnya. Pada periode itu, banyak proyek diluncurkan tanpa produk yang jelas maupun fundamental yang kuat. Ketika gelembung tersebut pecah, pasar kehilangan kepercayaan dan harga turun drastis.

Namun, fase ini juga berfungsi sebagai proses penyaringan. Proyek-proyek yang tidak memiliki utilitas nyata perlahan menghilang, sementara tim yang serius tetap membangun. Dari periode inilah fondasi bagi pertumbuhan DeFi dan inovasi berikutnya mulai terbentuk.

2. Bear Market 2022

Berbeda dengan 2018, penurunan pada 2022 dipicu oleh krisis kepercayaan yang lebih luas. Runtuhnya Terra/Luna, kebangkrutan Celsius, serta kasus FTX menciptakan efek domino di seluruh industri. Banyak investor tidak hanya mengalami kerugian harga, tetapi juga kehilangan kepercayaan terhadap lembaga dan platform terpusat.

Koreksi ini memperlihatkan pentingnya tata kelola, transparansi, dan manajemen risiko. Setelah periode tersebut, fokus industri bergeser pada penguatan infrastruktur, audit cadangan, serta peningkatan standar kepatuhan dan regulasi.

3. Koreksi 2026: Tekanan Makroekonomi

Kondisi 2026 memiliki karakter yang berbeda. Penurunan harga terjadi di tengah tekanan likuiditas global akibat suku bunga tinggi dan kebijakan moneter yang ketat. Tidak terdapat peristiwa kegagalan besar pada protokol utama atau infrastruktur inti kripto. Blockchain tetap beroperasi normal, dan partisipasi institusi melalui ETF masih berlangsung.

Artinya, koreksi ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, khususnya kondisi makroekonomi global, dibandingkan dengan masalah struktural di dalam ekosistem kripto itu sendiri. Situasi seperti ini biasanya mencerminkan penyesuaian siklus risiko, bukan gangguan fundamental pada teknologi atau jaringan utama.

Indikator On-Chain yang Perlu Diperhatikan

Pendekatan berbasis data dapat membantu mengurangi bias emosional dalam mengambil keputusan.

A. MVRV Z-Score

Indikator ini membandingkan valuasi pasar dengan valuasi terealisasi. Setelah berada di zona tinggi pada akhir 2025, kini metrik tersebut kembali ke area yang secara historis mencerminkan valuasi lebih wajar.

B. Short-Term Holder SOPR

SOPR di bawah 1 menunjukkan sebagian investor jangka pendek menjual dalam kondisi rugi. Secara historis, fase seperti ini sering muncul pada periode konsolidasi sebelum pemulihan.

C. Partisipasi Institusi

Berbeda dengan siklus sebelumnya, saat ini terdapat produk ETF dan partisipasi institusional yang lebih luas.
Estimasi harga masuk institusi berada di kisaran $55.000–$60.000. Level ini sering dipandang sebagai area yang relevan untuk memantau respons pasar.

Strategi Menghadapi Volatilitas

Memahami data dan indikator pasar itu penting, tetapi disiplin dalam eksekusi tidak kalah krusial. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk menghadapi volatilitas adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset secara bertahap dalam periode waktu tertentu.

Sebagai contoh, jika memiliki dana Rp10 juta, dana tersebut bisa dibagi menjadi Rp1 juta per minggu selama 10 minggu. Dengan cara ini:

  • Risiko membeli di satu titik harga dapat dikurangi.
  • Tekanan emosional akibat fluktuasi harga menjadi lebih terkendali.
  • Strategi jangka panjang dapat dijalankan secara lebih konsisten.

Pendekatan DCA dapat dilakukan secara manual, tetapi juga bisa diotomatisasi melalui fitur Auto Invest di Mobee. Fitur ini memungkinkan pengguna menjadwalkan pembelian kripto secara rutin dengan frekuensi yang dapat dipilih sendiri, mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan. Transaksi akan dieksekusi otomatis sesuai tanggal atau durasi yang telah ditentukan.

Salah satu keunggulannya adalah opsi Multiple Coins yang memungkinkan pengguna menabung lebih dari satu aset kripto sekaligus dalam satu skema terjadwal. Aset yang tersedia dapat mencakup berbagai kategori seperti Blue Chip, Precious Metals, Safe Haven, maupun koin lainnya.

Perkembangan aset yang dibeli melalui Auto Invest juga dapat dipantau secara real-time melalui menu portofolio di aplikasi. Dengan begitu, pengguna tetap dapat mengevaluasi dan menyesuaikan strategi investasinya sesuai kondisi pasar.

Namun demikian, seperti pendekatan DCA pada umumnya, fitur ini dirancang untuk membantu menjaga disiplin investasi dan mengelola risiko dalam jangka panjang, bukan untuk menjamin keuntungan.

Kesimpulan

Koreksi merupakan bagian yang wajar dalam siklus aset berisiko, termasuk kripto. Fase seperti ini biasanya menjadi periode penyesuaian, baik dari sisi harga maupun ekspektasi pasar.

Dalam jangka panjang, arah industri tetap akan banyak dipengaruhi oleh perkembangan regulasi, tingkat adopsi institusional, serta kemajuan infrastruktur dan utilitas nyata. Faktor-faktor tersebut cenderung lebih menentukan dibandingkan dengan pergerakan harga jangka pendek.

Pada akhirnya, strategi investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan finansial, dan horizon waktu masing-masing.

Sebagai referensi teknikal, beberapa level yang sering diperhatikan pelaku pasar saat ini berada di kisaran:

  • $58k–$69k sebagai area konsolidasi/akumulasi.
  • Di bawah $52k sebagai area risiko meningkat.
  • Di atas $73k sebagai indikasi pemulihan tren.

Level-level tersebut bersifat indikatif, dapat berubah mengikuti dinamika pasar, dan bukan rekomendasi investasi.

Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.