
Pernah gagal mengirim USDT hanya karena tidak punya ETH untuk membayar gas fee? Masalah klasik ini dikenal sebagai gas friction, dan menjadi salah satu alasan utama mengapa adopsi kripto di kalangan pengguna awam berjalan lambat.
STABLE Chain (STABLE) hadir dengan pendekatan yang berbeda. Alih-alih bersaing sebagai Ethereum killer, proyek ini memosisikan diri sebagai “SWIFT killer”—sebuah infrastruktur blockchain Layer-1 yang dirancang khusus untuk pembayaran dan stablecoin, dengan pengalaman pengguna yang jauh lebih sederhana.
Didukung pemain besar seperti PayPal, Tether, dan Bitfinex, STABLE Chain mencoba menghilangkan satu masalah fundamental yang selama ini menghambat kripto sebagai alat pembayaran global.
Baca juga: Mengenal WLFI: Token DeFi World Liberty Financial
Masalah Utama Blockchain: The Double-Balance Problem
Di blockchain tradisional seperti Ethereum, pengguna tidak cukup hanya memiliki stablecoin. Jika ingin mengirim USDT senilai $1.000, Anda tetap harus memiliki ETH untuk membayar biaya transaksi.
Jika saldo ETH Anda nol, transaksi tidak bisa dilakukan—meskipun saldo USDT Anda besar. Inilah yang disebut double-balance problem.
Bagi merchant, UMKM, atau pengguna non-kripto, ini adalah hambatan besar. Mereka dipaksa memegang aset volatil hanya untuk bisa menggunakan aset yang seharusnya stabil.
Solusi STABLE Chain: Bayar Gas dengan Stablecoin
STABLE Chain mengubah aturan main dengan menjadikan stablecoin sebagai gas fee. Berikut cara kerja STABLE Chain:
- Jika Anda mengirim USDT, biaya transaksi langsung dipotong dari saldo USDT tersebut.
- Tidak perlu membeli atau menyimpan token volatil seperti ETH.
- Semakin besar saldo stablecoin Anda, semakin besar pula “daya transaksi” yang dimiliki.
Pendekatan ini membuat likuiditas langsung berfungsi sebagai utilitas.
Analogi sederhananya, STABLE Chain adalah jalan tol khusus pengiriman uang. Berbeda dengan Ethereum yang serba bisa tapi mahal, atau Solana yang cepat namun volatil, STABLE fokus pada satu hal: pembayaran stabil dan efisien.
Dukungan PayPal, Tether, dan Bitfinex
Validasi terbesar STABLE Chain datang dari investor strategisnya. Pada September 2025, PayPal Ventures resmi berinvestasi, sebuah langkah langka dari korporasi besar di dunia kripto.
Hingga Januari 2026, STABLE ditopang oleh tiga pilar utama:
- PayPal (PYUSD): Menggunakan STABLE sebagai jalur backend untuk transfer lintas negara
- Tether (USDT): Menyediakan likuiditas miliaran dolar di jaringan
- Bitfinex: Menjadi jembatan institusional untuk transaksi skala besar dengan slippage minimal
Kombinasi ini menjadikan STABLE bukan sekadar eksperimen blockchain, melainkan infrastruktur pembayaran serius.
Tokenomics STABLE: Bukan untuk Bayar Gas
Berbeda dari L1 lain, token STABLE tidak digunakan untuk gas fee. Biaya transaksi dibayar menggunakan USDT atau PYUSD. Lalu, apa fungsi token STABLE?
- Validator Staking: Wajib dikunci oleh operator node
- Deflasi: Sebagian biaya transaksi digunakan untuk buyback dan burn token STABLE
- Governance: Hak suara untuk penambahan stablecoin baru di jaringan
Snapshot Pasar (Januari 2026)
- Harga: $1,25
- Market Cap: $450 juta
- TVL: $2,1 miliar (85% USDT, 15% PYUSD)
Distribusi token dirancang untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang ekosistem.
Baca juga: Mengenal Monad (MON), Teknologi Layer-1 Modern
Roadmap STABLE Chain 2026
Tahun 2026 menjadi fase krusial bagi STABLE Chain:
- Q1 2026 – PayPal Rail: Integrasi penuh ke super-app PayPal, memungkinkan transfer PYUSD lintas negara secara on-chain tanpa disadari pengguna
- Q2 2026 – Jembatan Institusi: Atomic Swap Bridge dengan Ethereum untuk transfer dana jumbo tanpa risiko peretasan bridge
- H2 2026 – RWA: Tokenisasi obligasi AS (T-Bills), membuka peluang yield bagi perusahaan dengan dana menganggur
Roadmap ini memperkuat posisi STABLE di sektor pembayaran dan real-world assets (RWA).
Risiko dan Kesimpulan
Meski menjanjikan, STABLE Chain bukan tanpa risiko. Dari sisi desentralisasi, jaringan ini bersifat semi-permissioned. Validator wajib KYC dan potensi sensor transaksi tetap ada. Bagi purist kripto, ini kelemahan. Namun bagi institusi, justru inilah fitur utama.
Dari sisi regulasi, risiko relatif moderat. Kehadiran PayPal dan PYUSD memberikan perlindungan hukum yang sulit diabaikan regulator.
STABLE Tersedia di Mobee
STABLE tersedia di aplikasi Mobee. Anda dapat membeli, menjual, dan melakukan trading dengan token ini. Ikuti langkah-langkah berikut untuk membeli STABLE melalui aplikasi Mobee:
- Pendaftaran dan Verifikasi: Daftar dan selesaikan proses verifikasi akun (KYC) terlebih dahulu.
- Deposit Dana: Setelah verifikasi, deposit sejumlah dana ke wallet Mobee-mu untuk memudahkan pembelian.
- Buka Menu Trade: Akses menu Trade di bagian bawah aplikasi.
- Pilih STABLE: Temukan STABLE di daftar aset atau cari dengan kata kunci “STABLE”.
- Pilih Trading Pair: Pilih pasangan trading, seperti STABLE/USDT.
- Metode Transaksi: Tentukan metode transaksi:
- Market Order: Untuk harga pasar saat ini.
- Limit Order: Untuk harga yang Anda tentukan sendiri.
- Masukkan Jumlah: Masukkan jumlah STABLE yang ingin dibeli dan periksa informasi transaksi.
- Konfirmasi: Klik “Konfirmasi” untuk memproses pembelian.
Setelah transaksi berhasil, Anda dapat menemukan aset STABLE di bagian Wallet.



%201.png)