
Per penutupan 28 Agustus 2026, saham Intel diperdagangkan di sekitar US$89,47, turun 2,85% dalam sehari, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$470,12 miliar. Rentang 52 minggu terakhir membentang sangat lebar, dari US$23,68 hingga US$142,35, gambaran nyata betapa volatilnya saham ini dalam setahun terakhir.
Ringkasan Cepat
- Saham Intel sempat naik 263% YTD, lalu terkoreksi akibat penawaran saham baru senilai US$23 miliar dan tekanan pasar teknologi secara umum.
- Pendorong utama rebound: dukungan Pemerintah AS (10% saham), investasi Nvidia (US$5 miliar), dan penjajakan kemitraan dengan Apple.
- Secara fundamental, pendapatan tumbuh double digit tapi Intel masih merugi karena beban investasi pabrik chip.
- Konsensus analis: Hold, target harga rata-rata US$114,88, meski ada proyeksi bearish hingga US$102,57.
- Token saham Intel (terbitan Ondo Finance) sudah bisa diperdagangkan langsung di Mobee memakai rupiah.
Artikel ini membahas profil Intel, penyebab naik-turunnya saham INTC, kinerja keuangan terbaru, perbandingannya dengan AMD, hingga prediksi analis ke depan. Untuk gambaran lebih luas, kamu juga bisa cek 20 saham AS terbaik lainnya di Mobee Academy.
Intel Dari Perusahaan Apa? Profil Singkat INTC
Intel Corporation adalah perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat yang berbasis di Santa Clara, California.
Perusahaan ini didirikan oleh Robert Noyce dan Gordon Moore, dua ilmuwan yang sebelumnya bekerja di Fairchild Semiconductor. Karyawan ketiga yang bergabung, Andy Grove, kelak menjadi CEO legendaris yang membesarkan Intel menjadi raksasa mikroprosesor dunia, meski secara resmi ia bukan salah satu pendiri.
Intel resmi melantai di bursa saham pada 13 Oktober 1971. Penawaran awalnya hanya 350.000 lembar saham ke publik dengan total dana terhimpun sekitar US$6,8 juta, jumlah yang kini terasa sangat kecil dibanding kapitalisasi pasarnya saat ini.
Saham Intel kini termasuk kategori saham teknologi sektor semikonduktor (chipmaker). Satu catatan menarik: sejak November 2024, Intel sudah tidak lagi menjadi bagian dari indeks Dow Jones Industrial Average setelah digantikan oleh Nvidia.
Dari CPU Pertama di Dunia hingga Comeback AI
Nama Intel identik dengan sejarah komputasi modern.
Pada 1971, Intel merilis Intel 4004, yang tercatat sebagai mikroprosesor komersial pertama di dunia, cikal bakal seluruh CPU yang kita kenal saat ini. Sejak itu, Intel membangun dominasi lewat arsitektur x86 dan menjadi pemasok utama prosesor untuk PC dan server selama beberapa dekade.
Namun dominasi itu mulai tergerus sejak awal 2020-an. Tiga hal utama yang membuat Intel kehilangan posisinya:
- Tertinggal dalam pengembangan node fabrikasi chip generasi baru dibanding TSMC dan Samsung.
- Kehilangan pangsa pasar prosesor kepada AMD.
- Absen dari gelombang awal ledakan chip AI yang justru dikuasai Nvidia.
Kombinasi ini membuat Intel mencatat kerugian besar dan sempat menghentikan pembagian dividen pada 2024, sebelum akhirnya masuk fase pembalikan arah di bawah kepemimpinan CEO baru mulai 2025.
Siapa CEO Intel Saat Ini?
Intel saat ini dipimpin oleh Lip-Bu Tan, yang resmi menjabat sebagai CEO sejak Maret 2025 menggantikan Pat Gelsinger.
Lip-Bu Tan dikenal sebagai sosok veteran industri semikonduktor dan mantan CEO Cadence Design Systems. Ia ditugaskan mengarahkan ulang strategi Intel, termasuk mendorong lini bisnis Intel Foundry sebagai produsen chip untuk perusahaan lain.
Pada peringatan satu tahun masa jabatannya di April 2026, Lip-Bu Tan disebut berhasil melampaui ekspektasi Wall Street. Strategi ini ia gambarkan sebagai kembali ke akar budaya "paranoid" ala Andy Grove, yakni selalu waspada terhadap disrupsi kompetitor. Sebagai sinyal keyakinan pribadinya terhadap arah perusahaan, Lip-Bu Tan juga tercatat membeli sekitar US$10 juta saham Intel dari koceknya sendiri pada Agustus 2026.
Kenapa Saham Intel Sempat Anjlok?
Pertanyaan ini sebenarnya punya dua lapis jawaban, tergantung periode waktunya.
Secara jangka panjang (2021-2024), saham Intel anjlok karena kalah bersaing dalam teknologi fabrikasi chip generasi baru, kehilangan kontrak dan pangsa pasar ke AMD dan TSMC, serta gagal memanfaatkan momentum awal ledakan AI yang justru dikuasai Nvidia. Kombinasi kerugian operasional besar dan proyek foundry yang membakar kas membuat harga sahamnya sempat jatuh ke kisaran terendah US$23-an di awal 2025.
Secara jangka pendek pada Agustus 2026, pergerakan harganya lebih mudah dipahami lewat linimasa berikut.
Penurunan pada 28 Agustus 2026 sendiri lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar secara luas, bukan semata-mata masalah spesifik Intel.
Faktor Pendorong Rebound: Dukungan Pemerintah AS, Nvidia, dan Apple
Di balik volatilitas ini, ada alasan kuat kenapa saham Intel bisa melonjak ratusan persen sebelum terkoreksi. Sepanjang 2025, Intel mendapat serangkaian dukungan strategis yang jarang terjadi di industri semikonduktor:
- Pemerintah AS mengonversi sekitar US$9-10 miliar dana dukungan CHIPS Act menjadi kepemilikan saham langsung, setara sekitar 10% saham Intel, menjadikan pemerintah federal sebagai salah satu pemegang saham terbesar.
- Nvidia menyuntikkan investasi sekitar US$5 miliar ke Intel sebagai bagian dari kemitraan manufaktur, membantu mengatasi keterbatasan kapasitas produksi chip AI di tengah permintaan yang meledak.
- Apple dikabarkan menjajaki kerja sama desain dan produksi chip berbasis AS bersama Intel, langkah yang sempat mendorong saham Intel ke rekor tertinggi barunya di US$142,35 pasca pengumuman awal pada Juni 2026.
Kombinasi dukungan pemerintah, mitra teknologi, dan pelanggan foundry potensial inilah yang mengubah narasi Intel dari perusahaan yang tertinggal menjadi salah satu kandidat comeback paling diperbincangkan di sektor semikonduktor.
Kinerja Keuangan Terkini
Meski harga sahamnya fluktuatif, ada baiknya melihat langsung angka di balik layar.
Artinya, dari sisi pendapatan Intel menunjukkan pemulihan yang jelas. Namun perusahaan secara akuntansi masih merugi akibat besarnya biaya investasi pabrik chip baru dan restrukturisasi bisnis foundry yang belum mencapai skala keekonomian penuh.
Intel vs AMD: Bagusan Mana untuk 2026?
Perbandingan Intel dan AMD sering muncul karena keduanya sama-sama produsen chip x86 untuk PC dan server, meski dengan posisi bisnis yang kini cukup berbeda.
Sebagian besar analis melihat AMD sebagai pilihan yang secara fundamental lebih matang untuk 2026 berkat momentum kemitraan AI-nya. Sementara itu, Intel masih dalam fase transformasi dengan potensi upside besar namun risiko eksekusi yang juga lebih tinggi.
Untuk gambaran lebih luas soal salah satu pesaing tidak langsung di ranah chip AI, kamu bisa baca juga analisis saham Nvidia 2026 di Mobee Academy.
Prediksi Saham Intel ke Depan
Konsensus analis saat ini berada di rating "Hold" dengan target harga rata-rata 12 bulan sekitar US$114,88, menyiratkan potensi kenaikan sekitar 28,4% dari harga saat ini. Namun proyeksi antar-analis cukup terpolarisasi.
Proyeksi ini menegaskan bahwa performa Intel ke depan sangat bergantung pada eksekusi nyata, bukan sekadar sentimen dan berita kemitraan semata.
Catatan penting: seluruh target harga di atas adalah proyeksi analis pihak ketiga berdasarkan data yang tersedia hingga akhir Agustus 2026, bukan jaminan pergerakan harga di masa depan.
Cara Membeli Token Saham Intel (INTC) di Mobee
Kabar baiknya, kamu tidak perlu membuka rekening sekuritas luar negeri untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga saham Intel.
Di Mobee, tersedia token saham Intel dalam bentuk tokenized stock yang diterbitkan Ondo Finance, dengan harga yang mengikuti pergerakan saham INTC asli di bursa AS secara real-time. Token ini bisa dibeli langsung memakai rupiah, dalam pecahan kecil, dan diperdagangkan 24 jam meski bursa Wall Street sedang tutup.
Perlu diingat, memegang token saham Intel di Mobee berarti kamu memegang eksposur harga terhadap saham Intel, bukan kepemilikan saham secara langsung, sehingga tidak melekat hak suara pemegang saham konvensional. Untuk memahami perbedaan ini lebih detail, silakan baca:
- Perbandingan xStocks dengan saham konvensional
- Cara kerja tokenisasi saham Amerika
- Cara beli saham Apple dan Tesla via token, panduan awal yang relevan karena mekanismenya serupa
Kamu bisa langsung cek harga dan mulai transaksi token saham Intel di halaman trading INTC di Mobee, atau jelajahi seluruh koleksi token saham AS lainnya di halaman xStocks Mobee.
Kesimpulan
Saham Intel mencerminkan salah satu kisah perputaran arah paling ekstrem di industri semikonduktor.
Dari perusahaan yang sempat dianggap tertinggal, Intel berubah jadi salah satu nama paling diperbincangkan berkat dukungan pemerintah AS, investasi Nvidia, dan penjajakan kemitraan dengan Apple, sebelum akhirnya kembali terkoreksi akibat dilusi saham dan tekanan pasar yang lebih luas pada Agustus 2026.
Per akhir Agustus 2026, saham Intel diperdagangkan di sekitar US$89,47, dengan konsensus analis "Hold" dan target harga rata-rata yang masih menyiratkan potensi upside, meski proyeksi bearish juga tetap perlu diwaspadai. Bagi investor Indonesia yang ingin mendapat eksposur terhadap pergerakan saham ini tanpa membuka rekening sekuritas luar negeri, token saham Intel sudah tersedia dan bisa diperdagangkan langsung di Mobee.
FAQ Seputar Saham Intel
Disclaimer. Seluruh informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Data harga dan kinerja keuangan dapat berubah setelah artikel ini diterbitkan. Nilai token saham dapat naik maupun turun mengikuti pergerakan saham acuannya, dan selalu ada risiko kehilangan modal. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing.
Sumber
- Intel (INTC) Stock Price & Overview - StockAnalysis
- Why are Intel and AMD stocks tanking up to 7% today? - Invezz
- Saham Intel melonjak 263% YTD, tapi target harga turun tajam paruh kedua 2026 - Pluang
- INTC Stock Today, Aug 24 2026: Intel's Raise Was $23bn - Eastern Herald
- Intel Stock Trading Up 4.4% - MarketBeat
- Intel's comeback play: US government takes 10% stake as Apple and Nvidia partnerships reshape chip supply chains - CryptoBriefing
- Intel CEO Lip Bu Tan crushed Wall Street targets on his 1-year anniversary - Fortune
- Advanced Micro Devices vs. Intel: Which Technology Stock Is a Better Buy in 2026? - The Motley Fool
- Manfaatkan Momentum AI, Intel Berencana Jual Saham Rp266 Triliun - Bloomberg Technoz
- Explore Intel's history - The IPO - Intel Timeline
- Saham Intel Corporation (INTC) - Indodax Academy (referensi awal)


