investasi-perak

Selama ini, emas dikenal sebagai pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi nilai kekayaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, investasi perak mulai mencuri perhatian karena dianggap punya potensi keuntungan yang tak kalah menarik. Dengan harga yang lebih terjangkau dan volatilitas yang lebih tinggi, logam mulia ini kini menjadi alternatif bagi mereka yang mencari peluang di luar emas.

Baca juga: Mengenal SLVON Token untuk Investasi Perak Jangka Panjang

Keunggulan dan Risiko Investasi Perak

Perak memiliki karakteristik unik dibandingkan emas. Selain menjadi aset lindung nilai, perak juga banyak digunakan di sektor industri seperti elektronik, energi surya, hingga kendaraan listrik. Permintaan dari sektor industri inilah yang membuat harga perak lebih fluktuatif dibandingkan dengan emas.

Dari sisi harga, perak lebih murah sehingga modal yang dibutuhkan untuk mulai berinvestasi relatif kecil. Hal ini membuatnya lebih mudah diakses oleh investor pemula. Namun, volatilitas yang tinggi juga berarti risikonya lebih besar. Harga bisa naik tajam dalam waktu singkat, tetapi juga bisa turun drastis ketika permintaan industri melemah.

Selain itu, likuiditas pasar perak umumnya lebih rendah dibandingkan emas, terutama dalam bentuk fisik. Karena itu, penting bagi investor untuk memahami profil risiko mereka sebelum memilih logam mulia ini sebagai bagian dari portofolio investasi.

Emas vs Perak, Mana yang Lebih Untung?

Secara historis, emas memang lebih stabil dan sering digunakan sebagai “safe haven” saat ekonomi tidak pasti. Sementara itu, perak lebih bersifat spekulatif dan dipengaruhi oleh faktor ekonomi global serta permintaan industri.

Rasio harga emas terhadap perak (gold-to-silver ratio) juga sering dijadikan acuan. Ketika rasio ini tinggi, artinya harga perak relatif murah dibandingkan dengan emas. Kondisi yang bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang. Namun, jika rasio menurun, biasanya pasar sedang beralih ke aset yang lebih aman seperti emas.

Meski begitu, keduanya memiliki peran saling melengkapi. Investor yang ingin menjaga nilai aset sekaligus mencari potensi pertumbuhan bisa mempertimbangkan kombinasi emas dan perak dalam portofolio mereka.

Baca juga: Ciri-Ciri Perak Asli & Cara Mudah Mengenali Perak Murni

Digitalisasi Aset: Integrasi Logam Mulia dalam Ekosistem Blockchain

Efisiensi dalam pengelolaan portofolio logam mulia kini mengalami transformasi besar melalui teknologi tokenisasi. Kehadiran aset digital seperti SLVON memungkinkan kepemilikan perak fisik direpresentasikan secara akurat di atas jaringan blockchain. Inovasi ini menjawab tantangan klasik investor terkait likuiditas dan biaya penyimpanan fisik, tanpa menghilangkan nilai intrinsik dari aset perak itu sendiri.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset seperti SLVON, investor memerlukan infrastruktur platform yang mengedepankan aspek keamanan teknologi serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Di Indonesia, Mobee hadir untuk memenuhi kebutuhan akses terhadap instrumen investasi digital tersebut secara legal dan transparan.

Sebagai bursa aset digital yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, Mobee memastikan setiap aktivitas transaksi berjalan sesuai dengan standar regulasi yang ketat. Selain perak melalui SLVON, Mobee juga menyediakan akses ke berbagai instrumen komoditas lainnya, termasuk koin kategori ETF yang memungkinkan investor menyusun portofolio yang lebih tangguh terhadap berbagai skenario ekonomi global.

Cara Beli SLVON di Mobee

iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) atau SLVON tersedia di Mobee, sehingga pengguna dapat membeli, menjual, dan melakukan trading SLVON dengan mudah dalam satu aplikasi. Berikut adalah cara beli SLVON di Mobee secara praktis:

  1. Pendaftaran dan Verifikasi: Daftar dan selesaikan proses verifikasi akun (KYC) terlebih dahulu.
  2. Deposit Dana: Setelah verifikasi, deposit sejumlah dana ke wallet Mobee-mu untuk memudahkan pembelian.
  3. Buka Menu Trade: Akses menu Trade di bagian bawah aplikasi.
  4. Pilih SLVON: Temukan SLVON di daftar aset atau cari dengan kata kunci “SLVON”.
  5. Pilih Trading Pair: Pilih pasangan trading, seperti SLVON/USDT.
  6. Metode Transaksi: Tentukan metode transaksi: 
    • Market Order: Untuk harga pasar saat ini.
    • Limit Order: Untuk harga yang Anda tentukan sendiri.
  7. Masukkan Jumlah: Masukkan jumlah SLVON yang ingin dibeli dan periksa informasi transaksi.
  8. Konfirmasi: Klik “Konfirmasi” untuk memproses pembelian.

Setelah transaksi berhasil, SLVON akan otomatis masuk ke Wallet Mobee dan siap untuk disimpan atau diperdagangkan kembali.

Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.