
Sejak lama, emas dikenal sebagai salah satu instrumen investasi yang populer di dunia maupun di Indonesia. Tidak hanya sebagai perhiasan, harga emas juga sering dijadikan tolok ukur kekuatan ekonomi dan pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset dari inflasi dan gejolak pasar keuangan. Artikel ini mengulas perkembangan harga emas dari masa ke masa, termasuk tren kenaikan dari tahun ke tahun dan faktor-faktor yang memengaruhinya berdasarkan data historis dan analisis sumber terpercaya.
Baca juga: Apa Itu Tether Gold (XAUt) dan Mengapa Relevan di Pasar Saat Ini?
Sejarah Pergerakan Harga Emas Antar Dekade
Era 1970–1999
Sejarah harga emas modern dimulai sejak keputusan Presiden AS Richard Nixon pada 1971 yang mengakhiri kaitan langsung dolar AS dengan standar emas. Akibatnya, harga emas mulai bergerak bebas mengikuti kekuatan pasar global. Selama dekade 1970–1980, harga emas melonjak tajam akibat inflasi tinggi dan ketegangan geopolitik, mencapai ratusan dolar per ons. Namun pada periode 1980–1999, harga emas cenderung turun dan stagnan, bahkan mencapai titik rendah di akhir 1990-an karena stabilnya perekonomian dunia serta peningkatan pasokan emas.
Memasuki 2000–2010
Memasuki awal milenium baru, harga emas kembali meningkat seiring meningkatnya permintaan global dan ketidakpastian ekonomi. Krisis finansial global 2008 memperkuat peran emas sebagai safe haven. Harga emas melonjak dari sekitar US$700 menjadi mendekati US$1.800 per ons antara 2008 dan 2011.
2012–2020: Fluktuasi dan Stabilitas
Periode 2012–2020 ditandai dengan harga emas yang lebih stabil setelah puncak sebelumnya. Harga emas sempat turun dan bergerak konsolidatif di kisaran US$1.100–1.400 per ons, seiring dengan pemulihan relatif pasar finansial global. Namun memasuki akhir dekade, tren kenaikan kembali terlihat akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global menjelang pandemi COVID-19.
2020–2024: Akselerasi Pasca Pandemi
Pandemi COVID-19 menjadi titik penting bagi pergerakan harga emas modern. Permintaan melonjak seiring meningkatnya kebutuhan aset lindung nilai, mendorong harga emas mencetak rekor baru secara global. Di Indonesia, harga emas batangan juga naik signifikan; harga emas Antam 1 gram meningkat dari sekitar Rp676.000 pada 2019 menjadi lebih dari Rp1.345.000 pada 2024.
2025–2026: Lonjakan Harga (Update Terkini)
Memasuki periode 2025 hingga awal 2026, harga emas memasuki fase lonjakan baru. Pada 4 Februari 2026 harga emas batangan Antam melonjak Rp102.000 per gram dalam satu hari, menempatkan harga emas di kisaran ±Rp2,9 juta per gram.
Kenaikan tajam ini mencerminkan kuatnya permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global, tekanan geopolitik, serta dinamika kebijakan ekonomi internasional. Meski pergerakan harga harian cenderung volatil, level harga emas secara keseluruhan tetap berada jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menegaskan tren kenaikan jangka panjang yang masih berlanjut.
Tren Kenaikan Harga Emas Tahunan
Secara umum, harga emas menunjukkan tren kenaikan tahunan dalam jangka panjang meskipun mengalami fluktuasi jangka pendek. Berdasarkan data historis, rata-rata kenaikan harga emas dapat mencapai 10–20% per tahun, dan bahkan lebih tinggi jika dilihat dalam rentang 5 hingga 10 tahun.
Sebagai ilustrasi, investor yang membeli emas sekitar 10 tahun lalu berpotensi menikmati kenaikan harga kumulatif hingga sekitar +147% hingga 2024. Dengan lonjakan harga pada 2025–2026, tren kenaikan ini semakin menegaskan posisi emas sebagai aset jangka menengah hingga panjang yang relatif tangguh.
Faktor yang Memengaruhi Pergerakan Harga Emas
Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global dan domestik, antara lain:
1. Ketidakpastian Ekonomi
Ketika terjadi resesi, konflik geopolitik, atau krisis finansial, investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman seperti emas.
2. Kebijakan Moneter Bank Sentral
Kebijakan suku bunga, terutama di Amerika Serikat, berpengaruh besar terhadap harga emas. Penurunan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik emas.
3. Inflasi dan Nilai Mata Uang
Emas kerap digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang.
4. Permintaan Globa
Permintaan dari negara besar seperti China dan India turut memengaruhi harga emas global.
5. Keseimbangan Penawaran dan Permintaan
Ketika permintaan emas melebihi pasokan, harga cenderung naik.
Baca juga: Strategi Diversifikasi Portofolio Kripto, Emas, dan Saham
XAUT Sebagai Alternatif Investasi Emas
Selain ETF emas, investor kini memiliki opsi lain berupa emas digital berbasis token, seperti Tether Gold (XAUt). XAUt adalah token digital yang dipatok 1:1 dengan emas fisik, di mana setiap token merepresentasikan 1 troy ounce emas yang disimpan di fasilitas penyimpanan berstandar tinggi.
Dengan mekanisme tersebut, investor tetap memperoleh eksposur penuh terhadap pergerakan harga emas, tetapi dalam format aset digital yang lebih praktis dan efisien. Beberapa keunggulan XAUt meliputi:
- Transaksi cepat dan fleksibel, tanpa perlu menyimpan emas secara fisik.
- Akses global, tanpa memerlukan broker saham atau bursa komoditas.
- Likuiditas tinggi, karena dapat diperdagangkan secara digital.
- Cocok bagi investor yang ingin menggabungkan karakter safe haven emas dengan teknologi blockchain.
Emas digital seperti XAUt dapat menjadi pelengkap ETF emas, terutama bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi antara instrumen keuangan tradisional dan aset digital berbasis blockchain.
Cara Membeli XAUt di Mobee
Ikuti langkah-langkah berikut untuk membeli XAUt melalui aplikasi Mobee:
- Pendaftaran dan Verifikasi: Daftar dan selesaikan proses verifikasi akun (KYC) terlebih dahulu.
- Deposit Dana: Setelah verifikasi, deposit sejumlah dana ke wallet Mobee-mu untuk memudahkan pembelian.
- Buka Menu Trade: Akses menu Trade di bagian bawah aplikasi.
- Pilih XAUt: Temukan XAUt di daftar aset atau cari dengan kata kunci “XAUt”.
- Pilih Trading Pair: Pilih pasangan trading, seperti XAUt/USDT.
- Metode Transaksi: Tentukan metode transaksi:
- Market Order: Untuk harga pasar saat ini.
- Limit Order: Untuk harga yang Anda tentukan sendiri.
- Masukkan Jumlah: Masukkan jumlah XAUt yang ingin dibeli dan periksa informasi transaksi.
- Konfirmasi: Klik “Konfirmasi” untuk memproses pembelian.
Setelah transaksi berhasil, Anda dapat menemukan aset XAUt di bagian Wallet
Kesimpulan
Secara historis, harga emas mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, tetapi tetap menunjukkan tren kenaikan jangka panjang yang konsisten. Lonjakan harga pada periode 2025–2026 semakin menegaskan peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagi investor maupun masyarakat umum, memahami sejarah pergerakan harga emas serta faktor-faktor yang memengaruhinya merupakan langkah awal yang penting sebelum menjadikan emas sebagai bagian dari strategi investasi jangka menengah hingga panjang.



%201.png)