altcoin-season

Pada September 2026, pertanyaan itu punya bahan yang cukup meyakinkan untuk diajukan. Zcash naik 126,3% dalam 30 hari terakhir. Hyperliquid naik 40,6%. Solana naik 34,0%. Ketiganya melampaui kenaikan Bitcoin yang 22,4% pada periode yang sama.

Tapi ada satu angka yang bilang sebaliknya, dan angka itu justru dirancang khusus untuk menjawab pertanyaan ini. Altcoin Season Index berada di 33 dari 100, yang secara definisi berarti pasar masih berada dalam Bitcoin Season, bukan alt season.

Artikel ini membedah kenapa dua pembacaan itu bisa berbeda, apa yang sebenarnya terjadi di ketiga aset tersebut, dan apa yang perlu terjadi sebelum alt season bisa disebut benar-benar dimulai.

Poin Penting

  • Altcoin Season Index berada di 33 dari 100, masih kategori Bitcoin Season. Untuk disebut alt season, dibutuhkan lebih dari 75% dari 50 kripto teratas mengalahkan Bitcoin dalam 90 hari terakhir.
  • Sudah 353 hari sejak alt season terakhir tercatat, salah satu jeda terpanjang dalam beberapa tahun.
  • Tiga aset yang sedang jadi sorotan mengalahkan Bitcoin dalam 30 hari, yaitu Zcash naik 126,3%, Hyperliquid naik 40,6%, dan Solana naik 34,0%.
  • Tapi dalam 7 hari terakhir, ketiganya justru melemah, dengan Hyperliquid turun 11,2%, Zcash turun 5,5%, dan Solana turun 4,1%, semuanya lebih dalam atau setara dengan penurunan Bitcoin yang 3,8%.
  • Kenaikan ketiganya digerakkan narasi spesifik masing-masing, bukan oleh rotasi modal menyeluruh dari Bitcoin ke altcoin yang menjadi ciri alt season sesungguhnya.

Apa Itu Altcoin Season Index dan Kenapa Angkanya Penting

Altcoin Season Index mengukur berapa banyak dari 50 kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar yang mengalahkan Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Bitcoin sendiri dan stablecoin dikecualikan dari perhitungan.

Ambang batasnya jelas. Kalau lebih dari 75% dari 50 aset teratas mengalahkan Bitcoin, itu disebut alt season. Kalau kurang dari 25%, itu Bitcoin Season. Angka di antaranya berarti pasar sedang tidak dalam kondisi ekstrem mana pun.

Pembacaan saat ini di angka 33 berarti hanya sekitar sepertiga dari 50 aset teratas yang mengungguli Bitcoin dalam tiga bulan terakhir. Catatan tambahan yang tidak kalah penting: sudah 353 hari berlalu sejak alt season terakhir, sementara Bitcoin Season terakhir baru berlangsung 13 hari.

Inilah yang membedakan "beberapa altcoin naik kencang" dari "alt season". Yang pertama bisa terjadi kapan saja dan selalu terjadi. Yang kedua adalah kondisi pasar menyeluruh di mana modal berotasi keluar dari Bitcoin ke sebagian besar altcoin secara bersamaan.

Perbandingan Tiga Aset dengan Bitcoin

Aset Harga 24 jam 7 hari 30 hari Kapitalisasi pasar Dari ATH
Bitcoin (BTC) US$77.459 +0,3% -3,8% +22,4% US$1,555 triliun -38,6%
Zcash (ZEC) US$1.111,39 -2,4% -5,5% +126,3% US$18,81 miliar -65,3%
Hyperliquid (HYPE) US$78,12 -1,7% -11,2% +40,6% US$17,38 miliar -12,8%
Solana (SOL) US$101,14 -0,8% -4,1% +34,0% US$59,36 miliar -65,5%

Perhatikan pola yang muncul dari tabel ini. Kolom 30 hari menunjukkan ketiganya mengalahkan Bitcoin secara meyakinkan. Kolom 7 hari menunjukkan gambaran yang berbeda sama sekali: ketiganya melemah, dan dua di antaranya lebih dalam dari Bitcoin.

Ini penting karena menunjukkan bahwa momentum yang terlihat di angka bulanan sebenarnya terkonsentrasi pada paruh pertama periode tersebut, bukan sesuatu yang sedang berlangsung sekarang. Kenaikan besar sudah terjadi, dan pekan terakhir justru fase koreksi.

Zcash (ZEC): Kenaikan Terbesar, Narasi Paling Tua

Zcash naik 126,3% dalam 30 hari dan 2.100,9% dalam setahun terakhir, angka yang membuatnya jadi salah satu aset berkapitalisasi besar dengan kinerja tahunan terkuat. Harganya kini di US$1.111,39 dengan kapitalisasi pasar US$18,81 miliar, meski masih 65,3% di bawah rekor tertingginya di US$3.191,93 yang tercatat pada Oktober 2016.

Apa yang mendorongnya. Menurut riset Grayscale, aktivitas penambangan Zcash meningkat 2,5 kali lipat sepanjang 2026. Hashrate jaringan mencapai 27,9 GSol/s pada 10 September, setara 91% dari rekor tertingginya. Yang paling mencolok, perangkat penambangan Zcash saat ini menghasilkan pendapatan sekitar empat kali lipat lebih besar per megawatt-hour dibanding penambang Bitcoin.

Mekanismenya bersifat berputar. Harga yang naik meningkatkan profitabilitas penambangan, yang menarik lebih banyak perangkat penambangan ke jaringan, yang memperkuat narasi keamanan jaringan. Perlu dicatat bahwa arah sebab akibatnya dimulai dari harga, bukan sebaliknya, sehingga kalau harga berbalik, lingkaran yang sama bisa berputar ke arah berlawanan.

Konteks kategorinya. Zcash termasuk kategori privacy coin, kelompok aset yang dirancang menyembunyikan detail transaksi. Kategori ini punya sejarah panjang naik turun mengikuti siklus perhatian terhadap isu privasi dan tekanan regulasi. Latar belakangnya dibahas lebih lengkap di apa itu privacy coin.

Catatan ketersediaan. Zcash belum tersedia untuk diperdagangkan di Mobee saat artikel ini disusun.

Hyperliquid (HYPE): Model Bakar Token yang Terukur

Hyperliquid berada di US$78,12 dengan kapitalisasi pasar US$17,38 miliar, menempati peringkat 10 besar. Naik 40,6% dalam 30 hari, tapi turun 11,2% dalam sepekan terakhir, penurunan mingguan paling dalam di antara tiga aset yang dibahas. HYPE juga yang paling dekat dengan rekor tertingginya, hanya 12,8% di bawah puncak US$89,60 yang tercatat pada 6 September 2026, kurang dari dua pekan lalu.

Apa yang mendorongnya. Berbeda dari Zcash yang narasinya berbasis penambangan, HYPE punya mekanisme pengurangan pasokan yang bisa diukur. Biaya transaksi dari platform sebagian dialihkan untuk membeli dan membakar token HYPE. Dalam 24 jam terakhir tercatat 9.730 HYPE dibakar, senilai sekitar US$829.500. Secara kumulatif, 48,42 juta token sudah dibakar, setara 4,84% dari pasokan maksimum.

Kenapa ini menarik secara struktural. Model ini mengaitkan nilai token langsung dengan volume penggunaan platform. Semakin ramai platformnya, semakin besar biaya yang terkumpul, semakin banyak token yang dibakar. Ini berbeda dari aset yang harganya bergerak murni karena spekulasi, karena ada hubungan yang bisa dilacak antara aktivitas dan pasokan.

Yang perlu diwaspadai. Hubungan itu berjalan dua arah. Kalau volume platform turun, laju pembakaran ikut turun. Penurunan 11,2% dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa mekanisme pembakaran saja tidak cukup menahan harga ketika sentimen pasar secara umum melemah.

Tersedia di Mobee (HYPE/IDR, dicek dan terkonfirmasi tersedia).

Solana (SOL): Yang Paling Terukur dari Sisi Fundamental

Solana di US$101,14 dengan kapitalisasi pasar US$59,36 miliar, terbesar di antara ketiganya. Naik 34,0% dalam 30 hari dan turun 4,1% dalam sepekan, penurunan mingguan paling landai di antara tiga aset ini. SOL masih 65,5% di bawah rekor tertingginya di US$293,31 yang tercatat Januari 2025.

Data jaringannya menguat. Biaya on-chain Solana mencapai US$91 juta dalam sepekan terakhir, naik 20% dari pekan sebelumnya. Volume perdagangan DEX di jaringannya rata-rata US$18 miliar selama dua pekan, level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Arus ETF-nya konsisten tapi melambat. ETF berbasis SOL mencatat arus masuk bersih positif selama 10 pekan berturut-turut. Tapi besarannya menyusut tajam, dari US$193 juta sepanjang Agustus menjadi hanya sekitar US$5 juta dalam enam hari pertama September. Konsistensi arahnya positif, tapi besarannya menunjukkan institusi sedang lebih berhati-hati.

Kenapa datanya paling bisa diverifikasi. Dari ketiga aset, Solana punya kombinasi data paling lengkap: aktivitas jaringan yang bisa diukur, pendapatan protokol yang tercatat, dan arus institusional lewat produk teregulasi. Ini tidak menjamin harganya naik, tapi berarti tesis investasinya bisa diuji dengan angka, bukan cuma narasi.

Tersedia di Mobee (SOL/IDR, dicek dan terkonfirmasi tersedia).

Kenapa Ini Belum Alt Season

Kalau tiga aset besar mengalahkan Bitcoin dalam sebulan, kenapa indeksnya masih menunjukkan Bitcoin Season? Ada tiga alasan.

Pertama, tiga aset bukan sebagian besar pasar. Alt season membutuhkan lebih dari 75% dari 50 aset teratas mengungguli Bitcoin. Tiga aset yang menonjol, bahkan dengan kenaikan sebesar 126%, tidak mengubah pembacaan yang mengukur luasnya partisipasi.

Kedua, penggeraknya spesifik, bukan rotasi menyeluruh. Zcash naik karena ekonomi penambangan. HYPE naik karena mekanisme pembakaran token dan pertumbuhan platform. SOL naik karena aktivitas jaringan dan arus ETF. Ketiganya punya cerita sendiri-sendiri. Alt season yang sesungguhnya terjadi ketika modal keluar dari Bitcoin dan mengalir ke altcoin secara luas, termasuk ke aset yang tidak punya cerita khusus sama sekali.

Ketiga, jendela waktunya berbeda. Indeks mengukur periode 90 hari, sementara kenaikan ketiga aset ini terkonsentrasi di sekitar 30 hari terakhir dan sudah berbalik melemah dalam sepekan terakhir. Momentum yang belum bertahan cukup lama belum mengubah pembacaan tiga bulanan.

Apa yang Perlu Terjadi Supaya Alt Season Benar-benar Dimulai

Partisipasi harus melebar. Bukan tiga sampai lima aset yang naik, melainkan mayoritas dari 50 besar. Ini yang diukur indeks dan ini pembeda utamanya.

Bitcoin perlu stabil, bukan jatuh. Secara historis, rotasi ke altcoin paling sehat terjadi ketika Bitcoin bergerak datar atau naik perlahan, bukan ketika sedang jatuh. Dalam penurunan tajam, altcoin biasanya turun lebih dalam, bukan naik.

Kondisi makro perlu mereda. Dengan peluang kenaikan suku bunga The Fed di 85% sampai 90% dan keputusan FOMC pada 16 September, modal cenderung mencari aset yang paling likuid dan paling mapan. Rotasi ke aset berisiko lebih tinggi umumnya membutuhkan latar makro yang lebih tenang.

Perhatian ritel perlu kembali. Minat pencarian global untuk kripto berada di kisaran 26 sampai 30 dari 100, jauh di bawah puncaknya. Alt season historisnya membutuhkan partisipasi ritel yang luas, dan data itu belum menunjukkan tanda pemulihan.

Risiko yang Perlu Dipahami

Kenaikan yang sudah terjadi bukan kenaikan yang akan terjadi. Zcash naik 126,3% dalam 30 hari. Angka itu menggambarkan masa lalu. Membeli setelah kenaikan sebesar itu berarti membeli di titik yang jauh berbeda dari mereka yang masuk sebulan lalu.

Volatilitasnya jauh di atas Bitcoin. HYPE turun 11,2% dalam sepekan ketika Bitcoin turun 3,8%. Perbedaan ini bekerja ke dua arah dan merupakan ciri melekat dari aset dengan kapitalisasi lebih kecil.

Narasi bisa berubah lebih cepat dari fundamental. Ekonomi penambangan Zcash bergantung pada harga. Pembakaran token HYPE bergantung pada volume platform. Arus ETF Solana bergantung pada selera institusi. Ketiga penopang itu bisa melemah lebih cepat daripada yang terlihat dari data bulanan.

Ukuran posisi lebih menentukan daripada pemilihan aset. Kerangka alokasi yang lebih terstruktur dibahas di Portofolio Kripto Pemula, dan untuk kondisi pasar yang bergerak dua arah seperti sekarang, Spot Grid memungkinkan order beli dan jual otomatis dalam rentang harga yang kamu tentukan sendiri.

Kesimpulan

Tiga altcoin mengalahkan Bitcoin dalam 30 hari terakhir dengan margin yang lebar, dan masing-masing punya alasan yang bisa dijelaskan: ekonomi penambangan untuk Zcash, mekanisme pembakaran token untuk Hyperliquid, dan aktivitas jaringan serta arus ETF untuk Solana.

Tapi Altcoin Season Index di angka 33 mengatakan hal lain, dan indeks itu tidak sedang keliru. Yang terjadi adalah beberapa aset dengan narasi kuat sedang unggul, bukan rotasi modal menyeluruh dari Bitcoin ke altcoin. Keduanya terlihat mirip dari luar, tapi implikasinya sangat berbeda untuk cara mengambil posisi.

Data sepekan terakhir memperkuat pembacaan itu. Ketiga aset justru melemah, dua di antaranya lebih dalam dari Bitcoin, tepat ketika pasar bersiap menghadapi keputusan FOMC dan voting CLARITY Act.

Untuk saat ini, membaca ketiganya sebagai cerita individual dengan penggerak masing-masing lebih akurat, dan lebih berguna, daripada membacanya sebagai tanda dimulainya alt season.

FAQ

Belum. Altcoin Season Index masih berada di 33 dari 100. Alt season umumnya baru dianggap terjadi ketika lebih dari 75% dari 50 kripto teratas mengungguli Bitcoin dalam periode 90 hari.

Altcoin Season Index mengukur berapa banyak dari 50 kripto teratas yang mengungguli Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Jika lebih dari 75% mengalahkan Bitcoin, pasar dikategorikan sebagai alt season. Jika kurang dari 25%, pasar berada dalam Bitcoin Season.

Karena kenaikan ketiganya masih didorong oleh narasi spesifik masing-masing, bukan rotasi modal yang terjadi secara luas di sebagian besar altcoin. Zcash didorong ekonomi penambangan, HYPE memiliki mekanisme pembakaran token, sedangkan Solana didukung aktivitas jaringan dan arus ETF.

Partisipasi perlu meluas ke mayoritas altcoin besar, Bitcoin cenderung perlu stabil, kondisi makro perlu lebih mendukung aset berisiko, dan perhatian investor ritel perlu kembali. Kenaikan beberapa altcoin saja belum cukup untuk menunjukkan alt season secara menyeluruh.

Kenaikan besar di masa lalu tidak menjamin harga akan terus naik. Altcoin juga cenderung lebih volatil dibanding Bitcoin, sehingga koreksinya bisa lebih dalam. Selain itu, narasi yang mendorong harga seperti aktivitas jaringan, pembakaran token, arus ETF, atau ekonomi penambangan dapat berubah dengan cepat.

Disclaimer. Seluruh informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan rekomendasi investasi maupun nasihat keuangan. Penyebutan aset tertentu bukan ajakan membeli atau menjual. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Seluruh data harga bersifat point-in-time saat artikel disusun pada 14 September 2026 dan dapat berubah dengan cepat. Aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan risiko kerugian penuh. Lakukan riset mandiri dan sesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing.

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Buka Mobee App
Mobee berizin dan diawasi OJK.
Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.