.jpg)
Belakangan ini, beragam indikator on-chain dan pasar untuk Bitcoin (BTC) menunjukkan dinamika menarik. Ada sinyal bahwa tekanan jual mulai memudar, sementara likuiditas pasar mulai menunjukkan peningkatan, sebuah kondisi yang dalam sejarah kripto sering mendahului periode stabilisasi atau pemulihan harga.
Likuiditas & Kapitulasi: Sinyal Potensial Titik Balik
Salah satu metrik penting adalah rasio “SOPR” untuk pemegang jangka pendek. Baru-baru ini, nilai SOPR tercatat turun di bawah angka 1.0, menandakan bahwa banyak pemegang baru merealisasikan kerugian, sebuah gambaran dari capitulasi.
Banyak analis melihat situasi ini sebagai suatu fase “pembersihan” di mana investor spekulatif keluar dari pasar. Ketika capitulasi seperti ini terjadi, seringkali diikuti dengan stabilisasi harga karena tangan lemah telah keluar.
Lebih dari itu, setelah periode penurunan dan tekanan jual besar, terjadi rebound di mana harga Bitcoin melambung kembali dari tingkat jenuh jual. Kombinasi antara likuiditas yang mulai kembali aktif dan capitulasi ini menciptakan kondisi pasar yang lebih bersih. Dengan kata lain, supply dan permintaan bisa lebih sehat untuk memulai fase baru.
Masih Banyak Faktor yang Membuat Arah Masih Tak Pasti
Meski demikian, kondisi saat ini tidak bisa langsung dianggap sebagai jaminan bahwa pemulihan jangka panjang sudah mulai. Situasi pasar global, likuiditas makro, dan kepercayaan institusional masih bisa mempengaruhi arah harga secara signifikan.
Tekanan jual dari posisi leverage, perubahan suku bunga global, serta ketidakpastian ekonomi dan regulasi bisa menahan atau memutar balik momentum.
Artinya meskipun ada sinyal bahwa Bitcoin mungkin telah melewati fase terlemah, periode konsolidasi atau fluktuasi besar masih bisa terjadi sebelum pasar benar-benar stabil.



%201.png)