
Pasar keuangan global menunjukkan divergensi tajam hari ini. Sementara emas terus mencetak rekor baru pasca pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, Bitcoin justru bergerak lambat dan gagal mengikuti reli aset safe haven tersebut.
Emas Melonjak Pasca Komentar Jerome Powell
Harga emas melesat di atas level $5.400 hingga $5.500 per ons setelah Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%.
Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell mencoba meredam spekulasi pasar dengan memperingatkan agar tidak "berlebihan dalam menafsirkan" reli emas sebagai sinyal makroekonomi yang buruk atau hilangnya kredibilitas bank sentral.
Pernyataan ini justru membuat para investor memburu emas secara agresif, menolak narasi Powell dan mencari perlindungan dari risiko fiskal yang dirasakan.
Bitcoin "Tertahan" & Divergensi Aset
Berbeda dengan emas, Bitcoin (BTC) terlihat tertahan dan diperdagangkan dalam kisaran harga yang sempit di sekitar $89.000.
Meskipun sering disebut sebagai "emas digital", Bitcoin gagal menyamai momentum emas fisik hari ini. Laporan dari CoinDesk menyoroti bahwa emas fisik tampaknya mulai "merebut kembali pangsa pasar" dari Bitcoin sebagai aset pelindung nilai utama di tengah ketidakpastian geopolitik. Sementara emas naik signifikan, Bitcoin relatif datar selama 24 jam terakhir, menciptakan kontras yang mencolok bagi para pedagang makro.
Tether: Belanja $1 Miliar Per Bulan dan Bunker "James Bond"
Di tengah pergeseran ke aset fisik ini, Tether mengambil langkah drastis. CEO Paolo Ardoino mengonfirmasi bahwa perusahaan mengalokasikan 10%–15% dari portofolio investasinya ke emas.
Tether kini membeli emas hingga $1 miliar per bulan. Emas tersebut disimpan di fasilitas keamanan tinggi di pegunungan Swiss yang dijuluki "bunker James Bond", memperkuat strategi mereka untuk memiliki aset keras yang kebal terhadap guncangan geopolitik.
Penyesalan Robert Kiyosaki
Sejalan dengan tren ini, Robert Kiyosaki mengakui telah melakukan "kesalahan besar" dengan menjual sebagian Bitcoin dan emasnya baru-baru ini. Ia mendesak pengikutnya untuk memanfaatkan momen ini guna mengakumulasi aset nyata, menyebut dolar AS sebagai "uang palsu" yang terus kehilangan daya beli.
Jalan Menuju $1 Triliun & Penambang Bitcoin
Presiden Ripple, Monica Long, memproyeksikan bahwa kepemilikan kripto oleh institusi akan melampaui $1 triliun pada akhir tahun 2026. Ia menekankan bahwa stablecoin yang teregulasi seperti Ripple USD (RLUSD) kini menjadi infrastruktur inti untuk pembayaran B2B, yang memungkinkan efisiensi arus kas bagi perusahaan-perusahaan dalam daftar Fortune 500
Belanja AI Meta & Microsoft Menguntungkan Penambang Bitcoin
Raksasa teknologi Meta dan Microsoft terus meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur AI. Fenomena ini memberikan keuntungan bagi penambang Bitcoin, di mana lokasi tambang yang memiliki akses daya listrik besar kini menjadi komoditas panas. Banyak penambang mulai menyewakan infrastruktur mereka untuk kebutuhan komputasi AI (HPC), menciptakan sumber pendapatan baru yang stabil..
Lonjakan Token WLD dan Biometrik Sam Altman
Token "World" (sebelumnya Worldcoin) milik Sam Altman melonjak 27% menyusul laporan mengenai pengembangan jejaring sosial berbasis biometrik. Proyek ini bertujuan menciptakan sistem verifikasi identitas yang tidak dapat dimanipulasi oleh bot AI, sebuah solusi yang semakin relevan di era disinformasi digital.
Hari ini ditandai oleh decoupling yang jelas: Investor institusi dan ritel berlari ke emas sebagai lindung nilai utama, sementara Bitcoin mengambil jeda sejenak. Dengan The Fed menahan suku bunga dan Tether menimbun emas di bunker Swiss, narasi "uang keras" mendominasi sentimen global.


%201.png)