Investasi komoditas telah lama menjadi instrumen favorit bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio. Berbeda dengan berinvestasi pada barang fisik seperti emas batangan atau barel minyak, investor kini lebih cenderung memilih saham komoditas.

Namun, apa sebenarnya saham komoditas itu dan mengapa sektor ini sering disebut sebagai "pelindung" inflasi?

Baca juga: Mengenal SLVON Token untuk Investasi Perak Jangka Panjang

Apa Itu Investasi Komoditas?

Secara sederhana, investasi komoditas adalah kegiatan menanam modal pada barang mentah atau produk dasar yang dapat diperdagangkan. Komoditas ini biasanya dibagi menjadi dua kategori besar: Hard Commodities (seperti emas, minyak bumi, dan tembaga) serta Soft Commodities (seperti gandum, kopi, dan CPO).

Membeli saham komoditas berarti Anda membeli kepemilikan pada perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, produksi, atau distribusi bahan mentah tersebut. Keuntungannya? Anda tidak perlu pusing memikirkan biaya penyimpanan fisik, namun tetap mendapatkan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Memahami Fenomena Commodity Supercycle

Salah satu alasan mengapa saham komoditas sangat menarik adalah adanya fenomena Commodity Supercycle. Ini adalah periode panjang di mana permintaan terhadap berbagai jenis komoditas melonjak jauh melampaui pasokannya, yang mengakibatkan kenaikan harga secara signifikan dalam kurun waktu satu dekade atau lebih.

Supercycle biasanya dipicu oleh industrialisasi besar-besaran atau perubahan struktural dalam ekonomi global. Saat ini, transisi energi hijau dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi menjadi motor penggerak utama. Ketika harga bahan mentah naik, margin keuntungan perusahaan komoditas otomatis menebal, yang kemudian mendorong harga saham mereka ke level tertinggi.

Contoh Saham Komoditas dan Aset Terkait

Untuk memahami dinamika pasar ini, mari kita bedah beberapa instrumen yang merepresentasikan berbagai sektor komoditas strategis:

1. Logam Mulia (Emas & Perak): Perak sering diwakili oleh ticker SLV (iShares Silver Trust), sementara emas dapat dipantau melalui instrumen seperti XAUt (Tether Gold). Emas tetap menjadi safe haven utama, sedangkan perak memiliki fungsi ganda sebagai aset investasi sekaligus komponen industri elektronik dan panel surya.

2. Energi (Minyak Bumi): USO (United States Oil Fund) adalah instrumen populer untuk melacak pergerakan harga minyak mentah. Sektor energi sangat sensitif terhadap isu geopolitik dan kebijakan produksi OPEC+.

3. Logam Industri & Langka: COPX memberikan eksposur pada penambang tembaga, logam yang sangat krusial dalam revolusi kendaraan listrik (EV). Sementara itu, PALL berfokus pada Paladium, logam langka yang digunakan dalam sistem kontrol emisi otomotif.

Investasi Saham Komoditas Jadi Lebih Mudah

Menariknya, Anda kini tidak perlu repot membuka akun sekuritas luar negeri yang rumit untuk memiliki aset-aset di atas. Melalui aplikasi Mobee, aset-aset seperti SLV, USO, COPX, dan PALL tersedia dalam bentuk Tokenized ETF Stocks.

Tokenized ETF stocks adalah representasi digital dari saham atau ETF asli yang didukung 1:1 oleh aset dasarnya. Inovasi ini membawa fleksibilitas baru bagi investor di Indonesia:

1. Modal Terjangkau: Melalui tokenized ETF stocks di Mobee, Anda bisa mulai berinvestasi mulai dari $1 saja. Tidak perlu membeli satu lot penuh; Anda bisa memiliki pecahan (fraksional) dari aset favorit.

2. Trading 24/7 Tanpa Libur: Berbeda dengan bursa saham konvensional yang terikat jam operasional, tokenized stocks di Mobee bisa diperdagangkan kapan saja—24 jam sehari, 7 hari seminggu.

3. Praktis dengan Fiat atau Kripto: Anda bisa membeli aset-aset ini menggunakan IDR maupun aset kripto (USDT/USDC) secara instan melalui fitur Instant Convert atau Spot Trade di aplikasi Mobee.

Baca juga: Cara Mudah Investasi Emas Digital dengan Tether Gold (XAUt)

Kesimpulan

Memanfaatkan momentum Commodity Supercycle kini bukan lagi monopoli investor institusi. Dengan kehadiran tokenized stocks di Mobee, eksposur terhadap komoditas global seperti emas, minyak, hingga tembaga menjadi lebih inklusif, aman, dan efisien. Pastikan Anda memanfaatkan kemudahan teknologi blockchain ini untuk memperkuat portofolio investasi Anda di masa depan.

Sumber:
Commodities in the Stock Market: Definition, Types, and Investment Roles. Diakses pada 2026. Investopedia.
Today's Commodity Supercycle: What It Is, And Gold's Role In It. Diakses pada 2026. Forbes.
Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.