PnL: Arti, Rumus, dan Contoh Hitungan di Trading | Mobee Academy
Trading Oktober 15, 2026 Pemula

PnL: Arti, Rumus, dan Contoh Hitungan di Trading

Penulis Bayu Samudera
Waktu baca 3 menit
PnL: Arti, Rumus, dan Contoh Hitungan di Trading

PnL adalah singkatan dari Profit and Loss, yaitu selisih untung atau rugi dari posisi trading, dihitung dari harga jual dikurangi harga beli dan biaya transaksi. PnL terealisasi muncul setelah aset dijual, sedangkan PnL belum terealisasi masih bisa berubah mengikuti harga pasar. Hasilnya positif berarti untung, negatif berarti rugi.

Di trading crypto, portofolio yang terlihat hijau belum tentu berarti kamu sudah untung. Keuntungannya bisa jadi belum terealisasi, belum dikurangi fee, atau berubah cepat mengikuti harga. Dengan memahami PnL, kamu bisa mengevaluasi strategi, mengelola risiko, dan menilai apakah hasil tradingmu benar-benar sesuai harapan.

Poin Penting

  • PnL adalah singkatan dari Profit and Loss, metrik untuk mengukur performa trading.
  • PnL positif berarti posisi untung, sedangkan PnL negatif berarti posisi rugi.
  • PnL terealisasi (realized) adalah untung atau rugi setelah aset dijual.
  • PnL belum terealisasi (unrealized) adalah potensi untung atau rugi dari posisi yang masih terbuka.
  • Rumus dasar PnL adalah harga jual dikurangi harga beli.
  • Fee transaksi, gas fee, dan volatilitas harga sebaiknya ikut dihitung supaya hasilnya lebih akurat.
  • PnL di spot dan futures dihitung dengan cara yang berbeda, terutama karena futures memakai leverage.

Kenapa PnL Penting di Trading Crypto?

Memahami Profit and Loss (PnL) penting untuk menilai efektivitas strategi investasimu secara objektif. PnL berfungsi seperti kompas yang memperjelas performa portofolio di tengah fluktuasi pasar. Dengan menganalisis PnL, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih terinformasi.

Fungsi utama PnL:

  • Evaluasi strategi: melihat pola trading mana yang berhasil dan mana yang perlu disesuaikan.
  • Manajemen risiko: mendeteksi potensi kerugian sebelum membesar, misalnya dengan stop loss dan manajemen risiko trading kripto.
  • Pengambilan keputusan: menentukan waktu yang tepat untuk beli, jual, atau hold, termasuk kapan menerapkan strategi take profit.
  • Pelaporan pajak: catatan PnL yang akurat dibutuhkan untuk kepatuhan pajak di sebagian besar yurisdiksi.

Baca juga: Strategi HODL Crypto 2026: Panduan Investasi Jangka Panjang

Baca juga: Trader: Pengertian, Peran, dan Jenisnya di Pasar

Dua Jenis PnL yang Perlu Kamu Tahu

1. PnL Terealisasi (Realized PnL)

PnL terealisasi adalah untung atau rugi yang sudah pasti setelah posisi ditutup, artinya asetnya sudah dijual. Angka ini final.

2. PnL Belum Terealisasi (Unrealized PnL)

PnL belum terealisasi adalah potensi untung atau rugi berdasarkan harga pasar saat ini, selama posisinya masih terbuka. Angka ini berubah terus mengikuti pergerakan pasar, dan baru menjadi nyata setelah kamu menjual.

Perbedaannya bisa dilihat di tabel berikut.

Aspek PnL terealisasi (realized) PnL belum terealisasi (unrealized)
Kapan muncul Setelah aset dijual dan posisi ditutup Selama posisi masih terbuka dan aset belum dijual
Bisa berubah? Tidak, angkanya sudah final Ya, berubah terus mengikuti harga pasar
Contoh Beli 0,01 BTC seharga Rp14.000.000, lalu jual seharga Rp14.700.000. PnL kotor +Rp700.000 sudah terkunci. Beli 0,01 BTC seharga Rp14.000.000, nilainya kini Rp14.500.000. PnL belum terealisasi +Rp500.000, dan bisa berubah kalau harga bergerak.

Cara Menghitung PnL Crypto

Rumus dasar PnL: PnL = Harga Jual - Harga Beli

Untuk persentase: PnL (%) = [(Harga Jual - Harga Beli) / Harga Beli] x 100

Rumus ini belum memasukkan fee. Untuk hasil yang lebih akurat, hitung PnL bersih:

PnL Bersih = (Hasil Jual - Fee Jual) - (Nilai Beli + Fee Beli)

Contoh: PnL Terealisasi dengan Fee (dalam Rupiah)

Contoh ini hanya ilustrasi, bukan prediksi, dan angka fee 0,1% per transaksi hanya asumsi untuk contoh, bukan tarif Mobee. Misalkan kamu membeli 0,01 BTC di harga Rp1.400.000.000 per BTC, lalu menjualnya di harga Rp1.470.000.000 per BTC.

Komponen Hitungan Hasil
Nilai beli 0,01 BTC x Rp1.400.000.000 Rp14.000.000
Fee beli (0,1%) 0,1% x Rp14.000.000 Rp14.000
Total modal Rp14.000.000 + Rp14.000 Rp14.014.000
Nilai jual 0,01 BTC x Rp1.470.000.000 Rp14.700.000
Fee jual (0,1%) 0,1% x Rp14.700.000 Rp14.700
Hasil bersih penjualan Rp14.700.000 - Rp14.700 Rp14.685.300
PnL kotor (sebelum fee) Rp14.700.000 - Rp14.000.000 +Rp700.000 (+5,00%)
Total fee Rp14.000 + Rp14.700 Rp28.700
PnL bersih Rp14.685.300 - Rp14.014.000 +Rp671.300
PnL bersih (%) Rp671.300 / Rp14.014.000 x 100 sekitar +4,79%

Lihat bedanya: PnL kotor Rp700.000 berubah menjadi Rp671.300 setelah fee, atau sekitar 4,1% dari keuntungan kotor habis untuk fee. Persentase PnL bersih dihitung dari total modal (nilai beli ditambah fee beli), jadi 4,79%, bukan 5,00%. Makin sering kamu bertransaksi, makin besar pengaruh fee terhadap hasil akhirmu.

Contoh: PnL Belum Terealisasi

Masih dengan posisi yang sama: 0,01 BTC yang dibeli di Rp1.400.000.000 per BTC (total modal Rp14.014.000 dengan fee beli). Sekarang harga BTC Rp1.450.000.000 per BTC dan kamu belum menjual.

  • Nilai posisi sekarang: 0,01 x Rp1.450.000.000 = Rp14.500.000.
  • PnL belum terealisasi sebelum fee: Rp14.500.000 - Rp14.000.000 = +Rp500.000 (+3,57%).
  • Perkiraan PnL bersih kalau dijual sekarang: fee jual 0,1% x Rp14.500.000 = Rp14.500, jadi Rp14.500.000 - Rp14.500 - Rp14.014.000 = +Rp471.500 (sekitar +3,36%).

Kalau harga turun ke Rp1.350.000.000 per BTC, nilai posisimu menjadi Rp13.500.000 dan PnL belum terealisasi menjadi -Rp500.000 (-3,57%) sebelum fee. Angka ini belum menjadi kerugian nyata. Kerugiannya baru terealisasi kalau kamu menjual di harga itu.

Tiga Metode Menghitung PnL

  • FIFO (First In, First Out): aset yang dibeli paling awal dianggap terjual lebih dulu. Cocok untuk investor jangka panjang.
  • LIFO (Last In, First Out): aset yang dibeli paling akhir dianggap terjual lebih dulu. Hasilnya berbeda dari FIFO tergantung tren harga.
  • Average Cost (harga rata-rata): menghitung rata-rata harga dari semua pembelian. Ini metode yang paling banyak dipakai, terutama untuk strategi DCA (Dollar Cost Averaging).

Contoh Average Cost: kamu membeli 0,01 BTC di Rp1.400.000.000 per BTC, lalu 0,01 BTC lagi di Rp1.500.000.000 per BTC. Harga rata-ratanya Rp1.450.000.000 per BTC. Kalau kamu menjual 0,01 BTC di Rp1.600.000.000, PnL = 0,01 x (Rp1.600.000.000 - Rp1.450.000.000) = +Rp1.500.000 sebelum fee.

PnL pada Spot vs Futures

PnL bisa dihitung di dua jenis pasar yang cara kerjanya berbeda. Bagian ini hanya menjelaskan konsepnya, bukan fitur produk tertentu.

Spot. Kamu membeli aset yang sebenarnya, lalu PnL dihitung dari selisih harga jual dan harga beli dikali jumlah aset, dikurangi fee. Contoh hitungan di atas adalah PnL spot. Karena kamu membayar penuh nilai asetnya, kerugian terbesarnya secara teori adalah seluruh modal yang kamu pakai, yaitu kalau harga aset jatuh ke nol.

Futures. Kamu membuka kontrak derivatif yang mengikuti harga aset, tanpa memiliki asetnya. Posisi bisa long (untung kalau harga naik) atau short (untung kalau harga turun). PnL dihitung dari selisih harga masuk dan harga keluar dikali ukuran posisi, lalu dikurangi fee dan biaya lain seperti funding fee pada kontrak perpetual. Futures biasanya memakai leverage, yaitu posisi yang diperbesar dengan modal pinjaman. Leverage memperbesar untung dan rugi dengan proporsi yang sama. Kalau kerugian mendekati margin kamu, posisi bisa dilikuidasi (ditutup paksa) dan margin bisa hilang.

Aspek Spot Futures
Yang kamu pegang Aset yang sebenarnya Kontrak yang mengikuti harga aset
Arah posisi Umumnya beli, lalu jual Bisa long atau short
Rumus PnL (Harga jual - harga beli) x jumlah aset - fee Long: (harga keluar - harga masuk) x ukuran posisi. Short: (harga masuk - harga keluar) x ukuran posisi. Lalu kurangi fee dan funding fee
Leverage Tidak ada Biasanya ada, memperbesar untung dan rugi
Risiko utama Harga aset turun Harga bergerak berlawanan, ditambah risiko likuidasi

Karena risiko futures lebih tinggi, pelajari dulu manajemen risiko trading kripto sebelum membuka posisi dengan leverage.

Faktor yang Memengaruhi PnL Crypto

Variabel yang sering terlewat oleh trader pemula:

  • Fee transaksi: fee trading, fee penarikan, dan gas fee jaringan harus ikut dihitung.
  • Volatilitas: pergerakan harga yang cepat bisa menggeser PnL belum terealisasi secara drastis dalam hitungan jam.
  • Periode hold: strategi jangka panjang dan jangka pendek menghasilkan profil PnL yang sangat berbeda.

Baca juga: Flexi Earn: Passive Income Kripto Tanpa Lock-up 2026

Kesimpulan

PnL adalah standar utama dalam trading cryptocurrency. Memahami perbedaan PnL terealisasi dan belum terealisasi, serta memilih metode hitung yang sesuai dengan strategimu, adalah langkah awal untuk mengelola portofolio dengan lebih sistematis dan terinformasi.

Pantau PnL di Mobee

Setelah paham rumus dan bedanya PnL terealisasi dan belum terealisasi, langkah berikutnya adalah memantau angkanya secara rutin. Kalau kamu memakai Mobee, panduan fitur Profit and Loss di aplikasi Mobee menjelaskan cara melihat keuntungan atau kerugian portofoliomu.

Mobee dioperasikan PT CTXG Indonesia Berkarya yang berizin dan diawasi OJK. Kalau belum punya aplikasinya, instal Mobee App dan coba sendiri.

FAQ

PnL singkatan dari apa?

PnL singkatan dari Profit and Loss, artinya untung dan rugi. Di trading, PnL menunjukkan selisih hasil dari sebuah posisi: positif berarti untung, negatif berarti rugi.

Apa itu PnL dalam trading crypto?

PnL atau Profit and Loss adalah metrik yang mengukur untung atau rugi dari aktivitas trading dan investasi crypto. PnL positif berarti posisi sedang untung, sedangkan PnL negatif berarti posisi sedang merugi.

Apa beda PnL realized dan unrealized?

PnL terealisasi (realized) adalah untung atau rugi yang sudah terjadi karena aset sudah dijual. PnL belum terealisasi (unrealized) adalah potensi untung atau rugi berdasarkan harga pasar saat ini selama posisinya masih terbuka.

Apa itu PnL belum terealisasi?

PnL belum terealisasi (unrealized PnL) adalah untung atau rugi di atas kertas dari posisi yang masih terbuka. Angkanya dihitung dari harga pasar saat ini dan berubah terus mengikuti harga. Baru menjadi PnL terealisasi setelah asetnya dijual.

Bagaimana rumus PnL?

Rumus dasar PnL adalah harga jual dikurangi harga beli. Untuk menghitung persentase PnL, bagi selisih harga dengan harga beli, lalu kalikan hasilnya dengan 100%.

Kenapa PnL penting?

PnL penting karena membantu trader mengevaluasi strategi, mengukur risiko, dan memahami apakah aktivitas tradingnya benar-benar menguntungkan. Tanpa memahami PnL, trader bisa salah membaca performa portofolionya.

Apakah fee memengaruhi PnL?

Ya. Fee trading, fee penarikan, dan gas fee bisa mengurangi PnL akhir. Biaya-biaya ini sebaiknya ikut dihitung supaya angka untung atau ruginya lebih akurat.

Apakah PnL belum terealisasi sudah berarti untung?

Belum. PnL belum terealisasi hanya menunjukkan potensi untung atau rugi berdasarkan harga pasar saat ini. Baru menjadi terealisasi setelah aset dijual dan posisinya ditutup.

Sumber

  • How is Profit & Loss (P&L) calculated? Diakses 2026. Crypto.com.
  • What Is Profit and Loss (PnL) in Crypto? Diakses 2026. CoinEx.

Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Contoh hitungan di artikel ini hanya ilustrasi dan bukan prediksi hasil. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.