PnL: Arti, Rumus, dan Contoh Hitungan di Trading

PnL adalah singkatan dari Profit and Loss, yaitu selisih untung atau rugi dari posisi trading, dihitung dari harga jual dikurangi harga beli dan biaya transaksi. PnL terealisasi muncul setelah aset dijual, sedangkan PnL belum terealisasi masih bisa berubah mengikuti harga pasar. Hasilnya positif berarti untung, negatif berarti rugi.
Di trading crypto, portofolio yang terlihat hijau belum tentu berarti kamu sudah untung. Keuntungannya bisa jadi belum terealisasi, belum dikurangi fee, atau berubah cepat mengikuti harga. Dengan memahami PnL, kamu bisa mengevaluasi strategi, mengelola risiko, dan menilai apakah hasil tradingmu benar-benar sesuai harapan.
Poin Penting
- PnL adalah singkatan dari Profit and Loss, metrik untuk mengukur performa trading.
- PnL positif berarti posisi untung, sedangkan PnL negatif berarti posisi rugi.
- PnL terealisasi (realized) adalah untung atau rugi setelah aset dijual.
- PnL belum terealisasi (unrealized) adalah potensi untung atau rugi dari posisi yang masih terbuka.
- Rumus dasar PnL adalah harga jual dikurangi harga beli.
- Fee transaksi, gas fee, dan volatilitas harga sebaiknya ikut dihitung supaya hasilnya lebih akurat.
- PnL di spot dan futures dihitung dengan cara yang berbeda, terutama karena futures memakai leverage.
Kenapa PnL Penting di Trading Crypto?
Memahami Profit and Loss (PnL) penting untuk menilai efektivitas strategi investasimu secara objektif. PnL berfungsi seperti kompas yang memperjelas performa portofolio di tengah fluktuasi pasar. Dengan menganalisis PnL, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih terinformasi.
Fungsi utama PnL:
- Evaluasi strategi: melihat pola trading mana yang berhasil dan mana yang perlu disesuaikan.
- Manajemen risiko: mendeteksi potensi kerugian sebelum membesar, misalnya dengan stop loss dan manajemen risiko trading kripto.
- Pengambilan keputusan: menentukan waktu yang tepat untuk beli, jual, atau hold, termasuk kapan menerapkan strategi take profit.
- Pelaporan pajak: catatan PnL yang akurat dibutuhkan untuk kepatuhan pajak di sebagian besar yurisdiksi.
Baca juga: Strategi HODL Crypto 2026: Panduan Investasi Jangka Panjang
Baca juga: Trader: Pengertian, Peran, dan Jenisnya di Pasar
Dua Jenis PnL yang Perlu Kamu Tahu
1. PnL Terealisasi (Realized PnL)
PnL terealisasi adalah untung atau rugi yang sudah pasti setelah posisi ditutup, artinya asetnya sudah dijual. Angka ini final.
2. PnL Belum Terealisasi (Unrealized PnL)
PnL belum terealisasi adalah potensi untung atau rugi berdasarkan harga pasar saat ini, selama posisinya masih terbuka. Angka ini berubah terus mengikuti pergerakan pasar, dan baru menjadi nyata setelah kamu menjual.
Perbedaannya bisa dilihat di tabel berikut.
| Aspek | PnL terealisasi (realized) | PnL belum terealisasi (unrealized) |
|---|---|---|
| Kapan muncul | Setelah aset dijual dan posisi ditutup | Selama posisi masih terbuka dan aset belum dijual |
| Bisa berubah? | Tidak, angkanya sudah final | Ya, berubah terus mengikuti harga pasar |
| Contoh | Beli 0,01 BTC seharga Rp14.000.000, lalu jual seharga Rp14.700.000. PnL kotor +Rp700.000 sudah terkunci. | Beli 0,01 BTC seharga Rp14.000.000, nilainya kini Rp14.500.000. PnL belum terealisasi +Rp500.000, dan bisa berubah kalau harga bergerak. |
Cara Menghitung PnL Crypto
Rumus dasar PnL: PnL = Harga Jual - Harga Beli
Untuk persentase: PnL (%) = [(Harga Jual - Harga Beli) / Harga Beli] x 100
Rumus ini belum memasukkan fee. Untuk hasil yang lebih akurat, hitung PnL bersih:
PnL Bersih = (Hasil Jual - Fee Jual) - (Nilai Beli + Fee Beli)
Contoh: PnL Terealisasi dengan Fee (dalam Rupiah)
Contoh ini hanya ilustrasi, bukan prediksi, dan angka fee 0,1% per transaksi hanya asumsi untuk contoh, bukan tarif Mobee. Misalkan kamu membeli 0,01 BTC di harga Rp1.400.000.000 per BTC, lalu menjualnya di harga Rp1.470.000.000 per BTC.
| Komponen | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| Nilai beli | 0,01 BTC x Rp1.400.000.000 | Rp14.000.000 |
| Fee beli (0,1%) | 0,1% x Rp14.000.000 | Rp14.000 |
| Total modal | Rp14.000.000 + Rp14.000 | Rp14.014.000 |
| Nilai jual | 0,01 BTC x Rp1.470.000.000 | Rp14.700.000 |
| Fee jual (0,1%) | 0,1% x Rp14.700.000 | Rp14.700 |
| Hasil bersih penjualan | Rp14.700.000 - Rp14.700 | Rp14.685.300 |
| PnL kotor (sebelum fee) | Rp14.700.000 - Rp14.000.000 | +Rp700.000 (+5,00%) |
| Total fee | Rp14.000 + Rp14.700 | Rp28.700 |
| PnL bersih | Rp14.685.300 - Rp14.014.000 | +Rp671.300 |
| PnL bersih (%) | Rp671.300 / Rp14.014.000 x 100 | sekitar +4,79% |
Lihat bedanya: PnL kotor Rp700.000 berubah menjadi Rp671.300 setelah fee, atau sekitar 4,1% dari keuntungan kotor habis untuk fee. Persentase PnL bersih dihitung dari total modal (nilai beli ditambah fee beli), jadi 4,79%, bukan 5,00%. Makin sering kamu bertransaksi, makin besar pengaruh fee terhadap hasil akhirmu.
Contoh: PnL Belum Terealisasi
Masih dengan posisi yang sama: 0,01 BTC yang dibeli di Rp1.400.000.000 per BTC (total modal Rp14.014.000 dengan fee beli). Sekarang harga BTC Rp1.450.000.000 per BTC dan kamu belum menjual.
- Nilai posisi sekarang: 0,01 x Rp1.450.000.000 = Rp14.500.000.
- PnL belum terealisasi sebelum fee: Rp14.500.000 - Rp14.000.000 = +Rp500.000 (+3,57%).
- Perkiraan PnL bersih kalau dijual sekarang: fee jual 0,1% x Rp14.500.000 = Rp14.500, jadi Rp14.500.000 - Rp14.500 - Rp14.014.000 = +Rp471.500 (sekitar +3,36%).
Kalau harga turun ke Rp1.350.000.000 per BTC, nilai posisimu menjadi Rp13.500.000 dan PnL belum terealisasi menjadi -Rp500.000 (-3,57%) sebelum fee. Angka ini belum menjadi kerugian nyata. Kerugiannya baru terealisasi kalau kamu menjual di harga itu.
Tiga Metode Menghitung PnL
- FIFO (First In, First Out): aset yang dibeli paling awal dianggap terjual lebih dulu. Cocok untuk investor jangka panjang.
- LIFO (Last In, First Out): aset yang dibeli paling akhir dianggap terjual lebih dulu. Hasilnya berbeda dari FIFO tergantung tren harga.
- Average Cost (harga rata-rata): menghitung rata-rata harga dari semua pembelian. Ini metode yang paling banyak dipakai, terutama untuk strategi DCA (Dollar Cost Averaging).
Contoh Average Cost: kamu membeli 0,01 BTC di Rp1.400.000.000 per BTC, lalu 0,01 BTC lagi di Rp1.500.000.000 per BTC. Harga rata-ratanya Rp1.450.000.000 per BTC. Kalau kamu menjual 0,01 BTC di Rp1.600.000.000, PnL = 0,01 x (Rp1.600.000.000 - Rp1.450.000.000) = +Rp1.500.000 sebelum fee.
PnL pada Spot vs Futures
PnL bisa dihitung di dua jenis pasar yang cara kerjanya berbeda. Bagian ini hanya menjelaskan konsepnya, bukan fitur produk tertentu.
Spot. Kamu membeli aset yang sebenarnya, lalu PnL dihitung dari selisih harga jual dan harga beli dikali jumlah aset, dikurangi fee. Contoh hitungan di atas adalah PnL spot. Karena kamu membayar penuh nilai asetnya, kerugian terbesarnya secara teori adalah seluruh modal yang kamu pakai, yaitu kalau harga aset jatuh ke nol.
Futures. Kamu membuka kontrak derivatif yang mengikuti harga aset, tanpa memiliki asetnya. Posisi bisa long (untung kalau harga naik) atau short (untung kalau harga turun). PnL dihitung dari selisih harga masuk dan harga keluar dikali ukuran posisi, lalu dikurangi fee dan biaya lain seperti funding fee pada kontrak perpetual. Futures biasanya memakai leverage, yaitu posisi yang diperbesar dengan modal pinjaman. Leverage memperbesar untung dan rugi dengan proporsi yang sama. Kalau kerugian mendekati margin kamu, posisi bisa dilikuidasi (ditutup paksa) dan margin bisa hilang.
| Aspek | Spot | Futures |
|---|---|---|
| Yang kamu pegang | Aset yang sebenarnya | Kontrak yang mengikuti harga aset |
| Arah posisi | Umumnya beli, lalu jual | Bisa long atau short |
| Rumus PnL | (Harga jual - harga beli) x jumlah aset - fee | Long: (harga keluar - harga masuk) x ukuran posisi. Short: (harga masuk - harga keluar) x ukuran posisi. Lalu kurangi fee dan funding fee |
| Leverage | Tidak ada | Biasanya ada, memperbesar untung dan rugi |
| Risiko utama | Harga aset turun | Harga bergerak berlawanan, ditambah risiko likuidasi |
Karena risiko futures lebih tinggi, pelajari dulu manajemen risiko trading kripto sebelum membuka posisi dengan leverage.
Faktor yang Memengaruhi PnL Crypto
Variabel yang sering terlewat oleh trader pemula:
- Fee transaksi: fee trading, fee penarikan, dan gas fee jaringan harus ikut dihitung.
- Volatilitas: pergerakan harga yang cepat bisa menggeser PnL belum terealisasi secara drastis dalam hitungan jam.
- Periode hold: strategi jangka panjang dan jangka pendek menghasilkan profil PnL yang sangat berbeda.
Baca juga: Flexi Earn: Passive Income Kripto Tanpa Lock-up 2026
Kesimpulan
PnL adalah standar utama dalam trading cryptocurrency. Memahami perbedaan PnL terealisasi dan belum terealisasi, serta memilih metode hitung yang sesuai dengan strategimu, adalah langkah awal untuk mengelola portofolio dengan lebih sistematis dan terinformasi.
Pantau PnL di Mobee
Setelah paham rumus dan bedanya PnL terealisasi dan belum terealisasi, langkah berikutnya adalah memantau angkanya secara rutin. Kalau kamu memakai Mobee, panduan fitur Profit and Loss di aplikasi Mobee menjelaskan cara melihat keuntungan atau kerugian portofoliomu.
Mobee dioperasikan PT CTXG Indonesia Berkarya yang berizin dan diawasi OJK. Kalau belum punya aplikasinya, instal Mobee App dan coba sendiri.
FAQ
PnL singkatan dari apa?
PnL singkatan dari Profit and Loss, artinya untung dan rugi. Di trading, PnL menunjukkan selisih hasil dari sebuah posisi: positif berarti untung, negatif berarti rugi.
Apa itu PnL dalam trading crypto?
PnL atau Profit and Loss adalah metrik yang mengukur untung atau rugi dari aktivitas trading dan investasi crypto. PnL positif berarti posisi sedang untung, sedangkan PnL negatif berarti posisi sedang merugi.
Apa beda PnL realized dan unrealized?
PnL terealisasi (realized) adalah untung atau rugi yang sudah terjadi karena aset sudah dijual. PnL belum terealisasi (unrealized) adalah potensi untung atau rugi berdasarkan harga pasar saat ini selama posisinya masih terbuka.
Apa itu PnL belum terealisasi?
PnL belum terealisasi (unrealized PnL) adalah untung atau rugi di atas kertas dari posisi yang masih terbuka. Angkanya dihitung dari harga pasar saat ini dan berubah terus mengikuti harga. Baru menjadi PnL terealisasi setelah asetnya dijual.
Bagaimana rumus PnL?
Rumus dasar PnL adalah harga jual dikurangi harga beli. Untuk menghitung persentase PnL, bagi selisih harga dengan harga beli, lalu kalikan hasilnya dengan 100%.
Kenapa PnL penting?
PnL penting karena membantu trader mengevaluasi strategi, mengukur risiko, dan memahami apakah aktivitas tradingnya benar-benar menguntungkan. Tanpa memahami PnL, trader bisa salah membaca performa portofolionya.
Apakah fee memengaruhi PnL?
Ya. Fee trading, fee penarikan, dan gas fee bisa mengurangi PnL akhir. Biaya-biaya ini sebaiknya ikut dihitung supaya angka untung atau ruginya lebih akurat.
Apakah PnL belum terealisasi sudah berarti untung?
Belum. PnL belum terealisasi hanya menunjukkan potensi untung atau rugi berdasarkan harga pasar saat ini. Baru menjadi terealisasi setelah aset dijual dan posisinya ditutup.
Sumber
- How is Profit & Loss (P&L) calculated? Diakses 2026. Crypto.com.
- What Is Profit and Loss (PnL) in Crypto? Diakses 2026. CoinEx.
Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Contoh hitungan di artikel ini hanya ilustrasi dan bukan prediksi hasil. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.



