10 Orang Terkaya di Indonesia dan Negara Terkaya di Dunia | Mobee Academy
Finansial Umum Oktober 9, 2026 Pemula

10 Orang Terkaya di Indonesia dan Negara Terkaya di Dunia

Penulis Bayu Samudera
Waktu baca 5 menit
10 Orang Terkaya di Indonesia dan Negara Terkaya di Dunia

Data kekayaan per 5 Oktober 2026 (Forbes Real-Time). Data negara per proyeksi IMF April 2026.

Low Tuck Kwong tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan sekitar US$16,5 miliar atau Rp295,4 triliun, menurut Forbes Real-Time Billionaires per 5 Oktober 2026. Di bawahnya ada Robert Budi Hartono (US$15,2 miliar) dan Prajogo Pangestu (US$15,0 miliar).

Sementara Monako menjadi negara terkaya di dunia berdasarkan PDB per kapita dengan US$288.002 per penduduk, menurut proyeksi IMF April 2026.

Perlu dicatat sejak awal: daftar kekayaan berubah setiap hari karena dihitung dari nilai saham perusahaan yang dimiliki. Angka di artikel ini adalah potret pada tanggal yang tercantum, bukan angka permanen.

Poin Penting

  • Low Tuck Kwong tercatat terkaya di Indonesia dengan US$16,5 miliar, dari bisnis batu bara dan energi.
  • Tiga teratas jaraknya rapat, hanya terpisah sekitar US$1,5 miliar, sehingga urutannya bisa berubah dalam hitungan pekan.
  • Bisnis pusat data menyumbang dua dari sepuluh nama, yaitu Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman.
  • Monako negara terkaya berdasarkan PDB per kapita, tapi ukuran ini tidak mencerminkan kekayaan tiap penduduk.
  • Sembilan dari sepuluh negara terkaya berpenduduk sedikit. Ini bukan kebetulan, dan bagian akhir artikel menjelaskan kenapa.

10 Orang Terkaya di Indonesia

Data Forbes Real-Time Billionaires per 5 Oktober 2026.

#NamaKekayaan (USD)Kekayaan (IDR)Sumber kekayaan
1Low Tuck KwongUS$16,5 miliarRp295,4 triliunBatu bara dan energi (Bayan Resources)
2Robert Budi HartonoUS$15,2 miliarRp272,1 triliunPerbankan dan tembakau (BCA, Djarum)
3Prajogo PangestuUS$15,0 miliarRp268,5 triliunPetrokimia dan energi (Barito Group)
4Anthoni SalimUS$10,5 miliarRp188,0 triliunKonglomerasi pangan, ritel, telekomunikasi (Salim Group)
5Tahir dan keluargaUS$9,2 miliarRp164,7 triliunKonglomerasi (Mayapada Group)
6Sri Prakash LohiaUS$8,6 miliarRp153,9 triliunPetrokimia dan manufaktur (Indorama)
7Otto Toto SugiriUS$8,0 miliarRp143,2 triliunPusat data (DCI Indonesia)
8Marina BudimanUS$5,7 miliarRp102,0 triliunPusat data (DCI Indonesia)
9Theodore RachmatUS$4,6 miliarRp82,3 triliunKonglomerasi dan agribisnis (Triputra Group)
10Lim Hariyanto Wijaya SarwonoUS$4,5 miliarRp80,6 triliunSawit dan tambang nikel (Harita Group)

Konversi rupiah memakai kurs sekitar Rp17.900 per dolar AS dan dibulatkan, jadi bisa sedikit berbeda dari angka di media lain.

Yang layak diperhatikan dari daftar ini

Tiga teratas hanya terpisah US$1,5 miliar. Low Tuck Kwong US$16,5 miliar, Robert Budi Hartono US$15,2 miliar, Prajogo Pangestu US$15,0 miliar. Pada skala miliaran dolar, selisih sekitar 9% itu bisa berbalik dalam hitungan pekan mengikuti harga saham. Untuk perbandingan, pada data 17 Juli 2026 jarak tiga teratas hanya US$800 juta. Karena itu urutan puncak daftar ini tidak stabil, dan siapa yang disebut nomor satu tergantung tanggal pengambilan datanya.

Urutan tengah dan bawah juga bergeser. Dibanding data 17 Juli 2026, Tahir dan keluarga naik ke peringkat 5 dan melewati Sri Prakash Lohia, sedangkan Theodore Rachmat naik ke peringkat 9 dan melewati Lim Hariyanto Wijaya Sarwono.

Komposisi sektornya menunjukkan pergeseran. Sumber kekayaan terbesar masih terkonsentrasi di sumber daya alam, yaitu batu bara, petrokimia, sawit, dan nikel. Tapi dua dari sepuluh berasal dari bisnis pusat data, sektor yang sepuluh tahun lalu tidak akan masuk daftar ini.

Kekayaan ini bukan uang tunai. Hampir seluruhnya berupa nilai saham perusahaan yang dimiliki. Artinya angkanya naik turun mengikuti pasar saham dan tidak bisa dicairkan sekaligus tanpa menjatuhkan harga sahamnya sendiri.

10 Negara Terkaya di Dunia

Berdasarkan PDB per kapita, proyeksi IMF World Economic Outlook April 2026.

#NegaraPDB per kapita
1MonakoUS$288.002
2LiechtensteinUS$226.809
3LuksemburgUS$158.733
4BermudaUS$142.250
5IrlandiaUS$140.186
6SwissUS$126.177
7IslandiaUS$110.048
8SingapuraUS$107.758
9NorwegiaUS$105.877
10Kepulauan CaymanUS$104.293

Singapura satu-satunya negara Asia Tenggara di daftar ini. IMF menjadwalkan rilis edisi Oktober 2026 pada 13 Oktober 2026, jadi angka dan urutan di tabel ini bisa berubah setelahnya.

Kenapa daftarnya diisi negara kecil

Perhatikan pola yang jelas: sembilan dari sepuluh negara di daftar ini berpenduduk sedikit. Monako sekitar 39 ribu jiwa, Liechtenstein sekitar 40 ribu, Bermuda dan Kepulauan Cayman masing-masing di bawah 100 ribu.

Ini konsekuensi langsung dari cara PDB per kapita dihitung: total output ekonomi dibagi jumlah penduduk. Penyebut yang kecil menghasilkan angka besar.

Beberapa negara di daftar ini juga punya karakter khusus yang menaikkan angkanya:

  • Pusat keuangan dengan aktivitas ekonomi besar relatif terhadap penduduknya. Luksemburg, Bermuda, dan Kepulauan Cayman masuk kategori ini.
  • Kantor pusat perusahaan multinasional. Irlandia adalah contoh paling sering dibahas, karena banyak perusahaan global mencatatkan pendapatan di sana untuk alasan pajak. PDB-nya membesar tanpa aktivitas produksi yang setara di dalam negeri.
  • Sumber daya alam melimpah dengan penduduk sedikit. Norwegia dengan minyak dan gasnya.

Amerika Serikat, ekonomi terbesar di dunia berdasarkan PDB total, tidak masuk sepuluh besar dalam ukuran per kapita karena penduduknya lebih dari 340 juta.

PDB per Kapita Bukan Kekayaan Tiap Penduduk

Ini bagian yang paling perlu dipahami, dan yang paling sering disalahartikan.

PDB per kapita adalah rata-rata output ekonomi per penduduk, bukan pendapatan atau kekayaan yang benar-benar dipegang setiap orang.

Tiga keterbatasannya:

  • Tidak memperhitungkan ketimpangan. Negara dengan PDB per kapita US$100.000 bisa punya sebagian besar penduduk berpenghasilan jauh di bawah itu, kalau outputnya terkonsentrasi pada segmen kecil.
  • Tidak memperhitungkan biaya hidup. Pendapatan US$100.000 di negara dengan harga properti sangat tinggi belum tentu memberi standar hidup lebih baik dari pendapatan lebih rendah di negara dengan biaya hidup murah.
  • Mengukur output, bukan kepemilikan. Kalau output itu dihasilkan perusahaan asing yang keuntungannya dikirim ke luar negeri, angkanya tetap masuk PDB meski tidak dinikmati penduduk setempat.

Untuk gambaran yang lebih dekat ke kondisi nyata penduduk, ukuran yang lebih relevan adalah pendapatan per kapita dan PDB per kapita berdasarkan paritas daya beli, yang menyesuaikan perbedaan harga antar negara.

Pola dari Dua Daftar Ini

Kalau kedua daftar dibaca bersamaan, ada satu hal yang muncul.

Sumber kekayaan terbesar di daftar orang terkaya Indonesia terkonsentrasi pada aset produktif, yaitu kepemilikan perusahaan. Bukan tabungan, bukan uang tunai, bukan properti sebagai bagian utama.

Sementara negara-negara di daftar terkaya sebagian besar mengandalkan posisi struktural, entah sebagai pusat keuangan, tempat pencatatan perusahaan multinasional, atau pemilik sumber daya alam dengan penduduk sedikit.

Kedua daftar itu punya satu kesamaan: nilainya berasal dari memiliki sesuatu yang menghasilkan, bukan dari menyimpan uang. Uang tunai kehilangan daya beli seiring inflasi, sementara aset produktif punya peluang tumbuh melampauinya.

Konsep mengapa uang kertas kehilangan nilai seiring waktu kami bahas di uang fiat dan apa itu devaluasi. Untuk gambaran instrumen apa saja yang tersedia di kategori aset digital, penjelasannya ada di jenis-jenis kripto.

Perlu ditegaskan: tidak ada satu pun nama di daftar orang terkaya yang membangun kekayaannya dari aset digital, dan artikel ini tidak menyarankan bahwa itu jalannya. Poinnya soal aset produktif versus uang tunai, bukan soal kelas aset tertentu.

Kesimpulan

Low Tuck Kwong tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan sekitar US$16,5 miliar atau Rp295,4 triliun per 5 Oktober 2026, dari bisnis batu bara dan energi. Tiga posisi teratas hanya terpisah sekitar US$1,5 miliar, jadi urutannya bisa berubah cepat.

Monako negara terkaya di dunia berdasarkan PDB per kapita dengan US$288.002, dan Singapura satu-satunya negara Asia Tenggara di sepuluh besar.

Yang paling perlu diingat dari kedua daftar: PDB per kapita bukan kekayaan tiap penduduk, dan angka kekayaan orang terkaya bukan uang tunai melainkan nilai saham yang naik turun setiap hari.

Siapa orang terkaya di Indonesia saat ini?

Low Tuck Kwong, dengan kekayaan sekitar US$16,5 miliar atau Rp295,4 triliun menurut Forbes Real-Time Billionaires per 5 Oktober 2026. Kekayaannya berasal dari batu bara dan energi (Bayan Resources). Peringkat bisa berubah setiap hari.

Siapa saja 10 orang terkaya di Indonesia?

Per 5 Oktober 2026 versi Forbes: Low Tuck Kwong, Robert Budi Hartono, Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Tahir dan keluarga, Sri Prakash Lohia, Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, Theodore Rachmat, dan Lim Hariyanto Wijaya Sarwono.

Kenapa peringkat orang terkaya di Indonesia sering berubah?

Kekayaan dihitung dari nilai saham perusahaan yang dimiliki, jadi ikut naik turun mengikuti pasar saham. Tiga teratas hanya terpisah sekitar US$1,5 miliar, selisih yang bisa berbalik dalam hitungan pekan.

Apakah kekayaan orang terkaya berupa uang tunai?

Bukan. Hampir seluruhnya berupa nilai saham perusahaan yang mereka miliki. Angkanya naik turun mengikuti pasar dan tidak bisa dicairkan sekaligus tanpa menekan harga saham mereka sendiri.

Negara apa yang paling kaya di dunia?

Monako, dengan PDB per kapita US$288.002 menurut proyeksi IMF April 2026. Di bawahnya ada Liechtenstein (US$226.809) dan Luksemburg (US$158.733). IMF dijadwalkan merilis edisi Oktober 2026 pada 13 Oktober 2026.

Kenapa negara terkaya di dunia kebanyakan negara kecil?

PDB per kapita dihitung dari total output ekonomi dibagi jumlah penduduk. Penduduk yang sedikit membuat angkanya besar. Sembilan dari sepuluh negara terkaya berpenduduk sedikit, dan beberapa adalah pusat keuangan.

Apakah PDB per kapita sama dengan kekayaan tiap penduduk?

Tidak. PDB per kapita adalah rata-rata output ekonomi per penduduk. Angka ini tidak memperhitungkan ketimpangan, biaya hidup, maupun siapa yang memiliki hasil produksinya.

Negara Asia Tenggara mana yang masuk 10 negara terkaya?

Hanya Singapura, di peringkat 8 dengan PDB per kapita US$107.758 menurut proyeksi IMF April 2026.

Mana yang lebih baik, menyimpan uang tunai atau memiliki aset produktif?

Uang tunai kehilangan daya beli seiring inflasi, sedangkan aset produktif punya peluang tumbuh melampauinya, tetapi nilainya juga bisa turun. Ini bukan saran investasi. Pelajari dasarnya di artikel uang fiat.

Disclaimer. Seluruh informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi. Angka kekayaan dihitung dari nilai kepemilikan saham yang berubah setiap hari, sehingga data dalam artikel ini bersifat point-in-time pada tanggal yang tercantum. Peringkat dan angka dapat berbeda pada tanggal lain maupun antar lembaga pemeringkat. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai penilaian atas individu atau perusahaan mana pun.

Sumber:

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.