Jenis Kripto: 10 Kategori, Contoh, dan Risikonya | Mobee Academy
Cryptopedia Oktober 15, 2026 Pemula

Jenis Kripto: 10 Kategori, Contoh, dan Risikonya

Penulis Bayu Surya Purnama
Waktu baca 3 menit
Jenis Kripto: 10 Kategori, Contoh, dan Risikonya

Jenis kripto adalah pengelompokan aset kripto berdasarkan fungsi dan cara kerjanya, misalnya Bitcoin sebagai penyimpan nilai, altcoin sebagai alternatif, stablecoin yang dipatok ke mata uang, hingga token DeFi, NFT, memecoin, dan token tata kelola. Memahami kategorinya membantumu menilai risiko tiap aset.

Di bawah ini ada tabel ringkas, penjelasan tiap jenis, dan cara memilih kategori sesuai profil risikomu. Contoh koin hanya untuk edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli.

Poin Penting

  • Ada 10 jenis kripto yang paling sering dibahas: Bitcoin, altcoin, stablecoin, token DeFi, NFT, memecoin, exchange token, token tata kelola, token GameFi, dan wrapped token.
  • Altcoin adalah semua kripto selain Bitcoin, jadi sebagian besar jenis lain di daftar ini juga termasuk altcoin.
  • Satu koin bisa masuk lebih dari satu kategori. Contohnya UNI adalah token DeFi sekaligus token tata kelola.
  • Tingkat risiko tiap jenis berbeda, dari stablecoin yang harganya relatif stabil sampai memecoin yang sangat spekulatif.
  • Tidak ada jenis kripto yang bebas risiko, termasuk Bitcoin dan stablecoin.

Tabel Ringkas 10 Jenis Kripto

Jenis Fungsi utama Contoh koin Risiko relatif Cocok untuk siapa
Bitcoin Penyimpan nilai dan alat transaksi digital tanpa perantara, pasokan maksimal 21 juta BTC Sedang sampai tinggi. Harga tetap fluktuatif Pemula yang ingin mengenal kripto pertama dan paling dikenal
Altcoin Semua kripto selain Bitcoin, dengan fungsi beragam seperti smart contract dan pembayaran ETH, SOL, XRP, ADA, LTC Sedang sampai tinggi Yang sudah paham dasar dan ingin mengenal proyek lain
Stablecoin Harga dirancang stabil, umumnya dipatok ke dolar AS USDT, USDC Lebih rendah dari jenis lain, tapi ada risiko lepas patokan (depeg) dan risiko penerbit Yang butuh aset berharga relatif stabil untuk transaksi atau menyimpan dana sementara
Token DeFi Dipakai di layanan keuangan terdesentralisasi, seperti menukar, meminjam, dan meminjamkan aset UNI, AAVE Tinggi. Ada risiko celah smart contract Yang tertarik pada layanan keuangan berbasis blockchain
NFT Token unik yang tidak bisa ditukar satu lawan satu, untuk seni, musik, atau item game Koleksi CryptoPunks dan Bored Ape Yacht Club Tinggi. Nilai sulit dipatok dan likuiditas bisa rendah Kolektor aset digital
Memecoin Berawal dari lelucon atau tren, nilai sangat dipengaruhi komunitas dan hype DOGE, SHIB, PEPE Sangat tinggi. Sangat spekulatif Yang memahami risiko dan terbiasa dengan harga yang sangat bergejolak
Exchange token Diterbitkan platform perdagangan, biasanya memberi manfaat di platform tersebut BNB, CRO, OKB Sedang sampai tinggi. Bergantung pada kondisi platform penerbit Pengguna aktif platform penerbit
Token tata kelola Memberi hak suara dalam keputusan proyek blockchain UNI, AAVE, COMP Tinggi Yang ingin terlibat dalam arah sebuah proyek
Token GameFi Token di ekosistem game blockchain, dipakai untuk hadiah dan transaksi dalam game AXS, SAND, GALA Tinggi. Bergantung pada jumlah pemain aktif Penggemar game blockchain
Wrapped token Mewakili aset dari blockchain lain agar bisa dipakai di jaringan berbeda WBTC, WETH Sedang sampai tinggi. Bergantung pada penyimpan aset dan jembatan lintas blockchain Pengguna DeFi yang bergerak antar jaringan

Bitcoin (BTC): Kripto Pertama di Dunia

Bitcoin adalah kripto pertama, diluncurkan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto, nama samaran pencipta yang identitasnya tidak diketahui. Fungsinya sebagai alat transaksi digital tanpa perantara. Pasokannya dibatasi maksimal 21 juta koin, sehingga Bitcoin sering disebut "emas digital".

Bitcoin sering dikelompokkan sebagai crypto blue chip, yaitu aset kripto berkapitalisasi besar. Meski begitu, harganya tetap bisa naik turun tajam.

Bitcoin adalah satu aset, bukan banyak jenis. Kalau kamu mencari "jenis Bitcoin", kemungkinan yang kamu cari adalah kripto lain selain Bitcoin, yang dibahas di bagian berikutnya. Salah satu koin yang namanya mirip adalah Bitcoin Cash (BCH), koin terpisah hasil pemisahan (fork) dari Bitcoin pada 2017.

Altcoin: Pengganti Selain Bitcoin

Altcoin adalah sebutan untuk semua kripto selain Bitcoin. Altcoin tidak otomatis menggantikan Bitcoin, karena tiap koin punya tujuan dan risiko sendiri. Contoh kripto selain Bitcoin:

  • Ethereum (ETH): mendukung smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps), sehingga menjadi dasar banyak proyek DeFi dan NFT.
  • Solana (SOL): blockchain untuk dApps yang dirancang untuk transaksi cepat.
  • XRP: dirancang untuk pembayaran lintas negara yang cepat dan murah.
  • Cardano (ADA): blockchain yang mendukung smart contract.
  • Litecoin (LTC): transaksi lebih cepat dibanding Bitcoin dengan biaya lebih rendah.

Panduan lengkapnya ada di artikel altcoin: jenis, keunggulan, risiko, dan cara memilih.

Stablecoin: Kripto dengan Harga Stabil

Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dirancang tetap stabil, umumnya dipatok ke dolar AS. Karena volatilitasnya lebih rendah, stablecoin sering dipakai untuk transaksi dan untuk menyimpan dana sementara di antara perdagangan. Contohnya Tether (USDT) dan USD Coin (USDC).

Risikonya bukan nol. Harga stablecoin bisa lepas dari patokannya (depeg) kalau cadangan atau penerbitnya bermasalah. Pelajari cara kerjanya di panduan stablecoin.

Token DeFi: Pinjam, Tukar, dan Pinjamkan Aset Tanpa Perantara

Token DeFi (decentralized finance, keuangan terdesentralisasi) dipakai di layanan yang memungkinkan pengguna meminjam, meminjamkan, atau menukar aset lewat smart contract tanpa perantara. Contohnya Uniswap (UNI) dan Aave (AAVE).

Risikonya termasuk celah pada smart contract dan likuiditas yang bisa menipis.

NFT: Token Unik untuk Seni dan Aset Digital

NFT (non-fungible token) adalah token unik yang tidak bisa ditukar satu lawan satu seperti koin biasa. NFT dipakai untuk merepresentasikan seni digital, musik, atau item dalam game. NFT di Ethereum umumnya memakai standar ERC-721. Koleksi terkenalnya antara lain Bored Ape Yacht Club (BAYC) dan CryptoPunks.

Perlu dicatat, BAYC dan CryptoPunks adalah nama koleksi, bukan satu koin seperti BTC. Nilai NFT sulit dipatok dan likuiditasnya bisa rendah.

Memecoin: Kripto Berbasis Tren dan Komunitas

Memecoin sering dibuat sebagai lelucon atau mengikuti tren internet, tetapi sebagian berhasil menarik komunitas besar. Contohnya Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB), dan Pepe (PEPE). Harganya sangat dipengaruhi hype dan sentimen, sehingga memecoin termasuk jenis yang paling spekulatif.

Pelajari lebih lanjut di apa itu meme coin dan strategi trading memecoin.

Exchange Token: Token Milik Platform Perdagangan

Exchange token diterbitkan oleh platform perdagangan kripto dan biasanya memberi manfaat di platform tersebut, misalnya potongan biaya. Manfaat pastinya berbeda di tiap platform. Contohnya BNB, Cronos (CRO), dan OKB.

Nilai exchange token terkait dengan kondisi platform penerbitnya. Contoh nyatanya FTT, token bursa FTX, yang jatuh tajam saat FTX bangkrut pada November 2022.

Token Tata Kelola: Hak Suara dalam Proyek Kripto

Token tata kelola (governance token) memberi hak suara kepada pemegangnya dalam keputusan proyek blockchain, seperti perubahan aturan atau penggunaan dana proyek. Contohnya Uniswap (UNI), Aave (AAVE), dan Compound (COMP).

Satu koin bisa masuk lebih dari satu kategori. UNI dan AAVE juga termasuk token DeFi. Biasanya, makin banyak token yang dipegang, makin besar pengaruh suaranya.

Token GameFi: Token untuk Game Blockchain

Token GameFi menggabungkan unsur game dan keuangan terdesentralisasi. Pemain bisa memperoleh token yang dapat dijual. Contohnya Axie Infinity (AXS), The Sandbox (SAND), dan Gala (GALA).

Nilainya bergantung pada jumlah pemain aktif dan desain ekonomi game, yang bisa berubah cepat. Lihat contoh lainnya di 10 game play-to-earn terbaik.

Wrapped Token: Kripto yang Bisa Dipakai Lintas Blockchain

Wrapped token adalah token yang mewakili aset dari blockchain lain, sehingga aset itu bisa dipakai di jaringan berbeda. Contohnya Wrapped Bitcoin (WBTC), yang memungkinkan BTC dipakai di jaringan Ethereum untuk keperluan DeFi, dan Wrapped Ether (WETH).

Risikonya, nilai wrapped token bergantung pada pihak yang menyimpan aset aslinya atau jembatan lintas blockchain. Kalau salah satunya bermasalah, nilai wrapped token bisa ikut terpengaruh. Untuk memahami dasarnya, baca cara kerja blockchain.

Cara Memilih Jenis Kripto Sesuai Profil Risiko

Tidak ada jenis kripto yang bebas risiko. Tiga skenario di bawah hanya contoh cara berpikir, bukan nasihat investasi. Tentukan dulu seberapa besar risiko yang sanggup kamu tanggung, lalu lakukan DYOR sebelum membeli aset apa pun.

Skenario 1: Kamu Pemula dan Ingin Risiko Lebih Rendah

Kenali dulu Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin. Aset berkapitalisasi besar umumnya lebih mudah dijual dibanding koin kecil, dan stablecoin harganya lebih stabil. Tetap ingat, Bitcoin dan Ethereum bisa turun tajam, dan stablecoin punya risiko depeg. Baca juga tentang crypto blue chip.

Skenario 2: Kamu Sudah Paham Dasar dan Ingin Mengenal Proyek Lain

Pelajari altcoin, token DeFi, atau exchange token. Periksa fungsi proyek, tim, penggunaan nyata, dan kondisi platform sebelum memutuskan. Risikonya lebih tinggi dari aset besar, jadi batasi porsinya sesuai kemampuanmu.

Skenario 3: Kamu Siap Menanggung Risiko Tinggi

Memecoin, token GameFi, dan NFT bersifat spekulatif. Nilainya bisa turun sangat cepat, bahkan sampai nol. Gunakan hanya dana yang siap kamu terima kehilangannya, dan tentukan batas kerugian sebelum membeli.

Kesimpulan

Jenis kripto dibedakan berdasarkan fungsi: ada Bitcoin sebagai kripto pertama, altcoin sebagai semua koin selain Bitcoin, lalu stablecoin, token DeFi, NFT, memecoin, exchange token, token tata kelola, token GameFi, dan wrapped token. Tiap jenis punya manfaat dan risiko sendiri. Pahami kategorinya, cek proyeknya, dan sesuaikan dengan profil risikomu sebelum mengambil keputusan.

Coba Spot Trade di Mobee

Kalau kamu sudah paham kategorinya, kamu bisa melihat harga dan pasangan aset secara langsung di Spot Trade Mobee. Per 15 Oktober 2026, beberapa contoh di artikel ini, seperti BTC, ETH, SOL, USDT, DOGE, BNB, dan UNI, tersedia sebagai pasangan IDR. Tidak semua contoh koin di artikel ini ada di Mobee, jadi cek daftar aset yang tersedia di aplikasi.

Mobee dioperasikan PT CTXG Indonesia Berkarya yang berizin dan diawasi OJK. Belum punya aplikasinya? Instal Mobee App dan lihat sendiri pasarnya.

FAQ

Apa saja jenis kripto?

Ada 10 jenis kripto yang paling sering dibahas: Bitcoin, altcoin, stablecoin, token DeFi, NFT, memecoin, exchange token, token tata kelola, token GameFi, dan wrapped token. Tiap jenis dibedakan berdasarkan fungsi dan cara kerjanya, dan risikonya berbeda-beda.

Apa beda Bitcoin dan altcoin?

Bitcoin adalah kripto pertama dengan pasokan maksimal 21 juta koin. Altcoin adalah sebutan untuk semua kripto selain Bitcoin, seperti Ethereum, Solana, dan XRP. Altcoin punya fungsi beragam, tetapi tiap koin membawa risiko dan tujuan yang berbeda.

Apa contoh kripto selain Bitcoin?

Contoh kripto selain Bitcoin antara lain Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, Cardano (ADA), dan Litecoin (LTC). Ada juga stablecoin seperti USDT dan USDC, serta memecoin seperti DOGE dan SHIB. Semuanya termasuk altcoin dan berisiko berbeda.

Jenis kripto apa yang paling aman untuk pemula?

Tidak ada jenis kripto yang bebas risiko. Stablecoin umumnya lebih stabil harganya, disusul aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi keduanya tetap punya risiko, misalnya depeg atau penurunan harga tajam. Pelajari dulu dan lakukan DYOR sebelum membeli.

Apakah satu koin bisa masuk lebih dari satu jenis kripto?

Bisa. Kategori kripto dibuat berdasarkan fungsi, dan satu koin dapat punya beberapa fungsi. Contohnya Uniswap (UNI) dan Aave (AAVE) termasuk token DeFi sekaligus token tata kelola. Semua koin selain Bitcoin juga otomatis termasuk altcoin.

Sumber

  • Digital tokens: 8 types of crypto coins. Diakses pada 2026. Britannica Money.

Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Contoh koin dalam artikel ini hanya untuk edukasi dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.