10 Game Play-to-Earn Terbaik yang Bisa Dicoba di 2026 | Mobee Academy
Cryptopedia September 28, 2026 Pemula

10 Game Play-to-Earn Terbaik yang Bisa Dicoba di 2026

Penulis Bayu Surya Purnama
Waktu baca 4 menit
10 Game Play-to-Earn Terbaik yang Bisa Dicoba di 2026

Beberapa game lama gugur, tapi yang bertahan justru semakin matang, dengan ekonomi token yang lebih hati hati dan model pendapatan yang tidak lagi bergantung penuh pada token tunggal.

Berikut 10 game P2E yang paling banyak direkomendasikan sepanjang 2026, disusun berdasarkan basis pemain aktif, kematangan ekonomi token, dan konsistensi pembaruan dari pengembangnya.

10 Game Play-to-Earn Terbaik 2026

1. Axie Infinity

Game monster battler ini masih menjadi rujukan utama P2E hingga 2026, dengan lebih dari satu juta pemain aktif menurut sejumlah laporan industri terbaru. Berjalan di jaringan Ronin, ekosistemnya mencakup pertarungan PvP, konten lahan (land), dan musim kompetisi berkala. Token utamanya adalah AXS untuk tata kelola dan SLP sebagai token utilitas dalam gameplay.

2. The Sandbox

Metaverse berbasis Ethereum ini tetap relevan lewat model ekonomi kreator, tempat pemain bisa memiliki lahan virtual (LAND) dan membangun pengalaman yang bisa dimonetisasi. Token SAND digunakan untuk transaksi, tata kelola, dan staking di dalam ekosistemnya.

3. Illuvium

Game penangkapan makhluk (creature-capturing) dengan nuansa mirip Pokemon versi blockchain ini sedang bertransisi ke model risk-to-earn MMO yang lebih dalam, sembari berpindah infrastruktur ke jaringan yang lebih efisien biaya gas seperti Immutable X. Token ILV digunakan untuk staking dan tata kelola.

4. Gods Unchained

Trading card game ini tetap menjadi salah satu P2E paling stabil karena kartu yang dimiliki pemain benar benar berupa NFT yang bisa diperdagangkan, bukan sekadar item dalam game. Berjalan di Immutable X dengan token GODS, game ini juga rutin mengadakan turnamen berhadiah.

5. Star Atlas

Game strategi eksplorasi luar angkasa berbasis Solana ini menawarkan ekonomi berlapis dengan dua token, ATLAS untuk transaksi harian dan POLIS untuk tata kelola. Fokusnya pada penambangan sumber daya, kerajinan (crafting), dan pertempuran armada.

6. Splinterlands

Game kartu koleksi ini berjalan di blockchain Hive dan tetap populer karena mekanisme staking yang jelas lewat token DEC dan SPS, serta biaya transaksi yang sangat rendah dibanding game berbasis Ethereum.

7. Pixels

Game simulasi sosial bergaya piksel ini mengingatkan pada Animal Crossing, dengan mekanisme bertani dan membangun dunia sendiri. Token PIXEL digunakan untuk ekonomi dalam game, dan popularitasnya tumbuh signifikan berkat aksesibilitas biaya rendah.

8. My Neighbor Alice

Game membangun pulau bertema ramah keluarga ini berjalan di Chromia dan BNB Chain, dengan token ALICE. Pemain bisa memancing, bertani, dan menyelesaikan misi lintas enam lingkungan bertema berbeda.

9. Hamster Kombat

Game tap sederhana berbasis Telegram ini mewakili tren besar 2026, yaitu game kripto ringan yang bisa dimainkan langsung dari aplikasi chat tanpa instalasi rumit. Berjalan di jaringan TON dengan token HMSTR, popularitasnya meledak berkat kemudahan akses lintas jutaan pengguna Telegram.

10. World of Dypians

MMORPG dunia terbuka ini melaporkan basis pemain bulanan yang besar berkat dunia yang luas dan kepemilikan aset lewat NFT. Berjalan di beberapa jaringan EVM seperti opBNB dan BNB Chain dengan token WOD.

Game P2E Lain yang Tetap Populer di 2026

Di luar 10 besar, beberapa nama lama dan baru masih layak dipantau. Decentraland (MANA) tetap menjadi salah satu metaverse tertua yang masih aktif mengadakan acara virtual. GUNZ, game battle royale bergaya cyberpunk di jaringan Avalanche, menarik perhatian karena kualitas grafis setara game AAA.

Big Time menawarkan action MMORPG dengan fokus pada NFT kosmetik. Sunflower Land jadi pilihan yang lebih santai lewat simulasi bertani di Polygon. Alien Worlds tetap bertahan sebagai game metaverse penambangan berbasis WAX dan BSC, dan Sorare menggabungkan fantasi sepak bola dengan kartu NFT berlisensi resmi klub dan liga sungguhan.

Perlu dicatat, sejumlah game yang populer di generasi P2E sebelumnya seperti DeFi Kingdoms sudah jauh menyusut aktivitasnya, sebuah pengingat bahwa popularitas sebuah game P2E bisa berubah drastis dalam hitungan tahun, bahkan bulan.

Bagaimana Blockchain Digunakan dalam Play-to-Earn?

Blockchain menjadi fondasi P2E lewat tiga hal utama. Pertama, kepemilikan aset yang sesungguhnya lewat NFT, sehingga item, karakter, atau lahan virtual yang kamu dapatkan benar benar tercatat sebagai milikmu di luar kendali penerbit game.

Kedua, ekonomi yang transparan, karena aturan distribusi token dan suplai bisa diverifikasi siapa saja lewat blockchain publik. Ketiga, keamanan yang terdesentralisasi, yang membuat aset pemain tidak bergantung sepenuhnya pada server tunggal milik pengembang game.

Di 2026, tren infrastrukturnya bergeser ke jaringan Layer 2 dan blockchain alternatif seperti Immutable X, Ronin, dan Solana, yang menawarkan biaya transaksi jauh lebih rendah dibanding Ethereum utama, sekaligus kecepatan yang lebih sesuai untuk gameplay real time.

P2E vs GameFi: Perbedaan Utama

AspekPlay-to-Earn (P2E)GameFi
DefinisiKonsep spesifik mendapatkan aset digital lewat aktivitas bermain gameIstilah lebih luas yang mencakup P2E dan integrasi DeFi
Fokus UtamaMekanisme earning dari gameplayEkosistem ekonomi game secara menyeluruh
Contoh ElemenReward token atau NFT dari misi dan pertarunganStaking, yield farming dalam game, dan tata kelola DAO
CakupanBagian dari GameFiMencakup P2E dan DeFi lainnya
HubunganSemua P2E termasuk GameFiTidak semua GameFi berfokus pada P2E

Keuntungan dan Risiko Play-to-Earn

Keuntungan:

  • Potensi penghasilan tambahan dari aktivitas bermain
  • Kepemilikan aset digital yang benar benar bisa diperjualbelikan
  • Akses ke inovasi teknologi blockchain terbaru
  • Komunitas pemain yang umumnya aktif dan terbuka soal strategi

Risiko:

  • Volatilitas harga token P2E cenderung tinggi, bahkan lebih tinggi dari aset kripto pada umumnya, karena nilainya sangat bergantung pada jumlah pemain aktif dan keseimbangan suplai token
  • Aspek keamanan tetap jadi perhatian, mulai dari risiko kebocoran dompet hingga eksploitasi smart contract
  • Regulasi masih berkembang, beberapa yurisdiksi mengategorikan token P2E tertentu sebagai efek atau bahkan instrumen perjudian, yang bisa membatasi akses di negara tertentu
  • Di Indonesia, pengawasan aset kripto kini berada di bawah OJK, dengan Satuan Tugas Waspada Investasi (Satgas PASTI) yang aktif menghentikan platform ilegal, jadi pastikan platform yang kamu gunakan untuk membeli atau menjual token game sudah terdaftar dan diawasi resmi
  • Ketergantungan pada blockchain tertentu, migrasi jaringan seperti yang dilakukan Illuvium atau perubahan besar pada tokenomics bisa berdampak signifikan pada nilai aset yang sudah kamu kumpulkan

FAQ

Apa itu play-to-earn (P2E)?

Play-to-earn adalah konsep gaming berbasis blockchain yang memungkinkan pemain mendapatkan aset digital, seperti token atau NFT, dari aktivitas bermain game. Aset yang didapat benar benar dimiliki pemain dan bisa diperjualbelikan di luar game.

Game P2E mana yang paling banyak dimainkan tahun ini?

Axie Infinity masih memimpin dengan lebih dari satu juta pemain aktif, disusul The Sandbox, Illuvium, dan Gods Unchained. Hamster Kombat juga mencatat pertumbuhan pesat berkat format game tap sederhana di Telegram.

Apakah bermain game P2E aman untuk pemula?

Bisa aman jika kamu memahami risikonya terlebih dulu. Harga token P2E cenderung sangat fluktuatif, jadi sebaiknya mulai dengan dana kecil, pelajari ekonomi token game tersebut, dan pastikan platform tempat kamu membeli atau menjual token sudah terdaftar dan diawasi secara resmi.

Apa bedanya P2E dengan GameFi?

P2E adalah konsep spesifik soal mendapatkan aset digital lewat gameplay, sedangkan GameFi adalah istilah yang lebih luas dan mencakup P2E sekaligus integrasi DeFi seperti staking, yield farming dalam game, dan tata kelola lewat DAO. Semua P2E termasuk GameFi, tapi tidak semua GameFi berfokus pada P2E.

Bagaimana cara mulai bermain game P2E?

Pilih satu game yang jaringannya dan modelnya sesuai dengan pemahamanmu, buat dompet kripto yang kompatibel dengan blockchain game tersebut, lalu pelajari mekanisme earning-nya sebelum menyetor dana. Token hasil bermain bisa dipantau dan diperdagangkan lewat platform seperti Mobee.

Sebelum mulai bermain atau membeli token P2E, pelajari dulu ekosistem, tim pengembang, dan sejarah harga tokennya. Kamu bisa memantau pergerakan token game populer seperti AXS, SAND, ILV, dan GODS secara real time di Mobee, serta menjelajahi materi edukasi kripto lainnya di Mobee Academy.

Disclaimer. Konten ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi. Seluruh kegiatan bermain, jual beli, dan investasi aset kripto maupun NFT sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Performa historis suatu game atau token tidak menjamin hasil di masa depan.

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.