margin-call

Dalam trading, baik forex, saham, maupun kripto, terdapat istilah margin call yang penting untuk dipahami oleh setiap trader. Margin call terjadi ketika dana atau ekuitas dalam akun trading tidak lagi mencukupi untuk menopang posisi terbuka. Secara sederhana, margin call adalah sinyal bahwa Anda perlu menambah dana atau menutup sebagian posisi agar akun tetap memenuhi persyaratan margin dan terhindar dari kerugian yang lebih besar, termasuk potensi likuidasi otomatis.

Untuk trader pemula, margin call sering kali datang secara tiba-tiba dan membingungkan. Namun sebenarnya, margin call adalah bagian normal dari mekanisme perlindungan yang dipasang oleh broker atau platform trading. Tujuannya bukan untuk merugikan trader, tetapi untuk mencegah saldo akun menjadi negatif atau kerugian melewati batas kemampuan modal.

Baca juga: Mengenal Pola Head and Shoulders dalam Analisis Teknis

Bagaimana Margin Call Terjadi?

Untuk memahami margin call, kita perlu mengerti konsep margin dan leverage. Saat membuka posisi dengan leverage, Anda hanya membutuhkan sebagian kecil dari nilai transaksi sebagai jaminan, yang disebut margin. Misalnya, jika leverage 1:10 digunakan, Anda hanya perlu menyediakan 10% dari nilai posisi.

Namun, jika harga bergerak berlawanan dengan posisi Anda, nilai ekuitas akan berkurang. Ketika ekuitas turun hingga mencapai batas minimum margin yang dipersyaratkan, broker akan mengirimkan peringatan margin call. Artinya, Anda perlu menambah modal agar posisi tetap berjalan. Jika tidak ada tindakan, sistem dapat melakukan likuidasi otomatis untuk melindungi akun Anda dari kerugian lebih besar.

Beberapa alasan utama margin call terjadi meliputi:

1. Leverage Terlalu Tinggi

Leverage memang bisa memperbesar potensi keuntungan, tetapi juga mempercepat kerugian. Semakin tinggi leverage, semakin sensitif posisi Anda terhadap pergerakan kecil harga. Hal inilah yang paling sering menyebabkan margin call.

2. Volatilitas Pasar Meningkat

Pasar yang bergerak cepat, seperti forex pada rilis data ekonomi atau kripto saat ada sentimen besar, bisa membuat harga berubah signifikan dalam waktu singkat. Jika Anda tidak mengantisipasi volatilitas ini, margin call bisa terjadi dalam hitungan menit.

3. Tidak Menggunakan Stop-Loss

Tanpa stop-loss, posisi Anda dapat terus merugi sampai margin tidak lagi mencukupi. Stop-loss berfungsi membatasi kerugian agar tidak memakan seluruh modal.

4. Terlalu Banyak Membuka Posisi

Overtrading atau membuka terlalu banyak posisi secara bersamaan membuat margin terbagi-bagi. Saat satu posisi merugi, seluruh posisi lain ikut terancam.

Dampak Margin Call bagi Trader

Bagi trader, margin call adalah sinyal bahwa manajemen risiko tidak berjalan dengan baik. Dampaknya bisa mencakup:

  • Likuidasi otomatis posisi. Platform dapat menutup sebagian atau seluruh posisi terbuka tanpa persetujuan Anda jika ekuitas di bawah level minimum.
  • Kehilangan sebagian besar modal. Jika likuidasi terjadi di harga yang tidak menguntungkan, Anda bisa kehilangan sebagian besar modal, bahkan sebelum sempat bereaksi.
  • Hilangnya kontrol atas strategi trading. Ketika sistem menutup posisi secara otomatis, Anda tidak lagi memiliki kendali untuk menentukan kapan harus keluar dari pasar.
  • Tekanan psikologis tinggi. Margin call dapat menimbulkan stres, frustrasi, dan panik, kondisi yang sering membuat trader melakukan kesalahan lanjutan seperti revenge trading.

Cara Menghindari Margin Call

Kabar baiknya, margin call bisa dicegah. Berikut langkah-langkah yang dapat membantu Anda bertrading lebih aman:

1. Gunakan Leverage Rendah

Banyak pemula tergoda memakai leverage besar karena potensi profit yang terlihat tinggi. Namun, leverage kecil justru lebih aman dan memberi waktu untuk bereaksi jika pasar tiba-tiba bergerak ekstrem.

2. Selalu Pasang Stop-Loss

Ini adalah senjata utama dalam manajemen risiko. Stop-loss membuat Anda tahu batas kerugian maksimum sebelum masuk posisi.

3. Sisakan Margin Bebas yang Cukup

Pastikan akun Anda memiliki margin bebas (free margin) yang memadai agar tidak cepat terpicu margin call. Jangan gunakan seluruh modal untuk membuka posisi.

4. Batasi Jumlah Posisi

Semakin banyak posisi, semakin besar beban margin. Fokus pada beberapa posisi berkualitas lebih aman daripada membuka banyak posisi kecil tanpa arah jelas.

5. Hindari Trading Saat Berita Besar

Pasar bisa bergerak liar saat agenda penting ekonomi atau pengumuman besar industri kripto dirilis. Jika tidak berpengalaman, sebaiknya hindari periode ini.

6. Selalu Evaluasi Strategi

Tinjau ulang hasil trading secara berkala. Jika sering terkena margin call, berarti ada yang salah dengan pengaturan lot size, leverage, atau manajemen risiko Anda.

Baca juga: Panduan Lengkap Mengenal Leverage dalam Trading Kripto

Kesimpulan

Margin call bukanlah “hukuman” dari broker, melainkan alarm agar Anda segera memperbaiki kondisi akun trading. Memahami apa itu margin call, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana menghindarinya adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin menjadi trader yang lebih disiplin dan bertahan dalam jangka panjang.

Kelola aset kripto Anda dengan lebih mudah, aman, dan praktis. Unduh aplikasi Mobee sekarang dan mulai perjalanan investasi Anda!

Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.