
Ekosistem perpetual DEX berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tidak semua token Perps DEX dibangun dengan fondasi yang sama. Salah satu proyek yang menonjol adalah $HYPE, token dari ekosistem Hyperliquid, yang menawarkan pendekatan berbeda baik dari sisi teknologi, struktur ekonomi, maupun pengalaman pengguna.
Berikut lima alasan utama mengapa HYPE memiliki karakteristik unik dibandingkan token Perps DEX lainnya, serta bagaimana hal ini membuka peluang strategi trading yang lebih terukur.
Baca juga: HYPE: Token Asli Blockchain Layer-1 dengan Performa Tinggi
1. Arsitektur Layer-1 Khusus untuk Trading (Bukan L2)
Berbeda dari banyak Perps DEX yang dibangun di atas Layer-2, Hyperliquid mengembangkan blockchain Layer-1 milik sendiri yang dioptimalkan khusus untuk aktivitas trading.
Dengan kapasitas hingga 200.000 TPS dan latensi di bawah 0,2 detik, eksekusi order dapat berjalan sangat cepat dan responsif.
Pendekatan ini memungkinkan:
- Transaksi gasless
- Eksekusi order instan
- Tidak bergantung pada jaringan lain seperti Arbitrum atau Ethereum L2
Hasilnya adalah performa trading yang stabil, bahkan saat volume pasar meningkat.
2. Struktur “No VC” dan Valuasi Lebih Sehat
Salah satu pembeda utama $HYPE adalah tidak adanya investor Venture Capital di fase awal.
Tanpa alokasi VC, risiko tekanan jual dari token unlock institusional dapat diminimalkan.
Valuasi $HYPE terbentuk secara:
- Organik dari permintaan pasar.
- Tidak bergantung pada skema low float/high FDV.
- Lebih transparan bagi trader ritel.
Struktur ini menciptakan dinamika supply–demand yang lebih alami dan berkelanjutan.
3. Likuiditas Terpusat melalui HLP (Hyperliquidity Pool)
Hyperliquid menggunakan model HLP (Hyperliquidity Pool), di mana likuiditas komunitas disatukan ke dalam satu vault besar yang dikenal sebagai The House.
Pendekatan ini berbeda dari DEX lain yang sering memiliki likuiditas terfragmentasi.
Keunggulan model HLP:
- Deep liquidity untuk order besar.
- Slippage lebih rendah.
- Efisiensi pasar yang lebih baik.
Bagi trader aktif, struktur ini memberikan stabilitas dan kepercayaan saat melakukan eksekusi.
4. Pengalaman Trading Setara CEX dengan CLOB On-Chain
Alih-alih menggunakan AMM, Hyperliquid mengadopsi Central Limit Order Book (CLOB) yang sepenuhnya on-chain.
Ini memungkinkan pengalaman trading yang mendekati CEX, namun tetap mempertahankan transparansi DeFi.
Fitur utama yang ditawarkan:
- Order book real-time.
- One-click trading.
- Transparansi data on-chain.
Kombinasi ini menjembatani kebutuhan trader profesional dan pengguna DeFi.
5. Ekspansi Ekosistem melalui HyperEVM
Hyperliquid tidak berhenti sebagai satu aplikasi trading. Melalui HyperEVM, jaringan ini berkembang menjadi infrastruktur blockchain yang terbuka bagi pengembang lain.
Dengan HyperEVM, berbagai aplikasi dapat dibangun di atas ekosistem Hyperliquid, seperti:
- Spot DEX.
- Money market.
- Game berbasis blockchain.
Ekspansi ini memperkuat utilitas jangka panjang jaringan dan meningkatkan peran $HYPE dalam ekonomi ekosistem.
Baca juga: Cara Deposit HYPE Menggunakan Jaringan HyperEVM di Mobee
Memaksimalkan Investasi HYPE dengan Spot Grid di Mobee
Fundamental yang kuat sering kali berjalan seiring dengan volatilitas harga yang tinggi—dan di sinilah strategi Spot Grid Trading menjadi relevan.
Dengan karakteristik $HYPE yang didukung oleh arsitektur cepat, likuiditas terpusat (HLP), serta mekanisme deflasi dari aktivitas jaringan, pergerakan harga harian dapat dimanfaatkan secara lebih sistematis.
Melalui Spot Grid di Mobee, trader dapat:
- Menjalankan strategi beli-jual otomatis di rentang harga tertentu.
- Mengakumulasi profit dari fluktuasi harga tanpa harus memantau pasar terus-menerus.
- Tetap disiplin dalam kondisi pasar bullish maupun sideways.

Strategi ini membantu mengurangi dilema antara hold atau take profit, karena sistem grid akan bekerja secara konsisten menangkap peluang dari setiap pergerakan harga.



%201.png)