Cara Menghitung Harga Wajar Saham 2026: 7 Metode Terbaik | Mobee Academy
Saham AS September 28, 2026 Menengah

Cara Menghitung Harga Wajar Saham 2026: 7 Metode Terbaik

Penulis Bayu Surya Purnama
Waktu baca 3 menit
Cara Menghitung Harga Wajar Saham 2026: 7 Metode Terbaik

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harga saham bisa naik turun tanpa alasan yang jelas? Di tahun 2026, memahami harga wajar saham menjadi semakin penting bagi investor yang ingin membuat keputusan berdasarkan data, bukan sekadar sentimen pasar. Harga wajar, atau nilai intrinsik, adalah estimasi nilai sebenarnya dari sebuah perusahaan berdasarkan fundamentalnya, bukan harga pasar yang fluktuatif.

Dengan mengetahui harga wajar, Anda bisa mengidentifikasi saham yang undervalued (masih murah dan berpotensi naik) atau overvalued (terlalu mahal dibanding kinerjanya). Artikel ini akan membahas 7 metode menghitung harga wajar saham yang relevan di 2026, lengkap dengan contoh dan tips praktis.

Poin Penting

  • Harga wajar saham adalah estimasi nilai intrinsik berdasarkan fundamental perusahaan.
  • Ada 7 metode valuasi yang umum digunakan: P/E, PBV, PEG, DCF, DDM, EV/EBITDA, dan Graham Number.
  • Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan; pilih sesuai jenis perusahaan.
  • Bandingkan hasil dari beberapa metode untuk akurasi lebih baik.
  • Gunakan data keuangan terbaru dan pertimbangkan faktor non-finansial.
  • Harga pasar di bawah nilai wajar bisa menjadi peluang beli, tetapi tetap lakukan riset.

Sebelum masuk ke metode, pastikan Anda memahami dasar-dasar investasi saham. Baca juga: Panduan Investasi Saham untuk Pemula.

1. Metode P/E (Price to Earnings Ratio)

Metode P/E adalah yang paling populer. Rumusnya: Harga Wajar = EPS × P/E Industri. Anda perlu laba per saham (EPS) dan rata-rata P/E industri. Contoh: EPS Rp200, P/E industri 15, maka harga wajar Rp3.000. Metode ini cepat, tetapi kurang cocok untuk perusahaan rugi.

Pelajari lebih lanjut tentang analisis fundamental: Analisis Fundamental Saham AS.

2. Metode PBV (Price to Book Value)

PBV membandingkan harga pasar dengan nilai buku per saham. Rumus: Harga Wajar = Nilai Buku per Saham × PBV Industri. Jika hasilnya di bawah 1, saham bisa dikatakan undervalued. Cocok untuk sektor perbankan, properti, dan konstruksi.

3. Metode PEG (Price/Earnings to Growth Ratio)

PEG memperhitungkan pertumbuhan laba. Rumus: PEG = P/E ÷ Pertumbuhan EPS. Jika PEG di bawah 1, saham menarik. Contoh: P/E 10, growth 15%, PEG 0,67.

4. Metode DCF (Discounted Cash Flow)

DCF menghitung nilai sekarang dari arus kas masa depan. Metode ini kompleks dan bergantung pada asumsi seperti tingkat diskonto dan pertumbuhan. Cocok untuk perusahaan dengan arus kas stabil.

5. Metode DDM (Dividend Discount Model)

DDM digunakan untuk saham dividen. Rumus: Harga Wajar = Dividen per Saham ÷ (Cost of Equity – Growth Dividen). Contoh: dividen Rp100, cost of equity 10%, growth 5%, harga wajar Rp2.000.

6. Metode EV/EBITDA

EV/EBITDA menilai nilai perusahaan secara keseluruhan (enterprise value) dibanding laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Berguna untuk membandingkan perusahaan dengan struktur modal berbeda.

7. Metode Graham Number

Dikembangkan oleh Benjamin Graham, rumusnya: √(22.5 × EPS × BVPS). Memberikan estimasi harga wajar yang konservatif.

Tabel Ringkasan

MetodeKelebihanKekuranganCocok Untuk
P/EMudah dan populerKurang akurat untuk perusahaan rugiPerusahaan dengan laba stabil
PBVMembandingkan dengan nilai asetTidak relevan untuk perusahaan teknologiPerbankan, properti
PEGMemperhitungkan pertumbuhanMembutuhkan estimasi pertumbuhanPerusahaan growth
DCFMendalam dan fundamentalKompleks dan banyak asumsiPerusahaan dengan arus kas stabil
DDMFokus pada dividenHanya untuk perusahaan dividenPerusahaan dividen
EV/EBITDAMembandingkan nilai perusahaanKurang umum di IndonesiaPerusahaan dengan utang besar
Graham NumberKonservatifTerlalu sederhanaInvestor value

Tips Praktis Menghitung Harga Wajar

  1. Gunakan data keuangan terbaru (laporan tahunan, EPS, BVPS).
  2. Pilih metode yang sesuai dengan jenis perusahaan.
  3. Bandingkan hasil dari beberapa metode.
  4. Perhatikan harga pasar saat ini.
  5. Pertimbangkan faktor non-finansial seperti manajemen dan tren industri.
  6. Gunakan platform analisis saham untuk mempermudah.

Untuk memahami perbedaan saham dan kripto, baca: Perbedaan Saham dan Kripto.

Kesimpulan

Menghitung harga wajar saham adalah keterampilan penting bagi investor. Dengan 7 metode di atas, Anda bisa menilai apakah saham layak dibeli. Namun, ingatlah bahwa tidak ada metode yang sempurna; selalu kombinasikan dengan analisis lain.

FAQ

Apa itu harga wajar saham?

Harga wajar saham adalah estimasi nilai intrinsik suatu saham berdasarkan analisis fundamental, seperti laba, aset, dan prospek pertumbuhan. Ini membantu investor menentukan apakah saham undervalued atau overvalued.

Metode mana yang paling mudah untuk pemula?

Metode P/E adalah yang paling mudah karena hanya membutuhkan EPS dan P/E industri. Namun, untuk hasil lebih akurat, kombinasikan dengan metode lain seperti PBV atau PEG.

Apakah harga wajar selalu akurat?

Tidak. Harga wajar adalah estimasi yang bergantung pada asumsi dan data yang digunakan. Selalu gunakan data terbaru dan bandingkan beberapa metode untuk mengurangi risiko kesalahan.

Bagaimana cara mendapatkan data EPS dan BVPS?

Data EPS dan BVPS bisa ditemukan di laporan keuangan perusahaan, situs finansial seperti Yahoo Finance, atau platform analisis saham. Pastikan menggunakan data terbaru.

Apakah harga wajar bisa digunakan untuk saham kripto?

Metode valuasi tradisional seperti DCF kurang cocok untuk kripto karena tidak ada arus kas. Namun, beberapa metode seperti analisis on-chain bisa digunakan. Pelajari lebih lanjut di Analisis On-Chain.

Jika Anda ingin berinvestasi di saham global seperti Apple, Tesla, atau NVIDIA, Anda bisa melakukannya melalui Tokenized US Stocks di Mobee. Dengan Mobee, Anda bisa membeli fractional shares mulai dari nominal kecil, 24 jam nonstop, langsung dari aplikasi. Unduh aplikasi Mobee sekarang dan mulai investasi cerdas Anda.

Baca juga: Cara Kerja xStocks dan Token Saham AS vs Saham Biasa.

Jangan lupa untuk terus belajar di Mobee Academy.

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.