Standalone Market: Arti, Kriteria, dan Contoh Negaranya | Mobee Academy
Investasi Oktober 16, 2026 Pemula

Standalone Market: Arti, Kriteria, dan Contoh Negaranya

Penulis Bayu Samudera
Waktu baca 5 menit
Standalone Market: Arti, Kriteria, dan Contoh Negaranya

Standalone market adalah kategori MSCI untuk pasar saham yang tidak masuk indeks Emerging Markets maupun Frontier Markets, tetapi tetap dinilai memakai kriteria ukuran dan likuiditas keduanya. Pada 15 Oktober 2026, MSCI mengusulkan memindahkan Indonesia dari emerging market ke kategori ini. Itu masih usulan, belum keputusan. Data berlaku per 16 Oktober 2026.

Poin Penting

  • Menurut MSCI, standalone market adalah pasar yang tidak termasuk dalam indeks MSCI Emerging Markets maupun Frontier Markets, tetapi memakai kriteria ukuran dan likuiditas Emerging atau Frontier.
  • Pasar masuk kategori ini lewat dua jalur: baru dinilai atau sebelumnya tertutup bagi sebagian investor, atau turun dari tier lain karena akses atau likuiditasnya memburuk parah.
  • Contoh yang disebut dalam hasil review MSCI 2026: Argentina, Nigeria, Panama, serta Trinidad dan Tobago. Bulgaria akan pindah ke frontier pada review Mei 2027.
  • Pada 15 Oktober 2026 MSCI mengusulkan Indonesia dari emerging ke standalone. Masukan dibuka sampai 30 April 2027 dan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.
  • Rilis MSCI tidak memuat bobot atau jumlah saham terdampak, dan usulan ini bukan prediksi arah harga saham tertentu.

Apa Itu Standalone Market?

MSCI membagi pasar saham ke empat tier: developed, emerging, frontier, dan standalone. Gambaran lengkap keempatnya ada di artikel tier market saham. Indeks standalone MSCI tidak dimasukkan ke indeks MSCI Emerging Markets maupun Frontier Markets. Meski begitu, kriteria ukuran dan likuiditasnya mengikuti kriteria Emerging atau Frontier.

Dalam praktik, kategori ini dipakai MSCI untuk pasar yang belum atau tidak lagi memenuhi syarat aksesibilitas sebagai bagian dari indeks emerging atau frontier. Akibatnya, pasar standalone bisa punya bobot kecil atau tidak ada sama sekali di portofolio yang mengikuti indeks MSCI global.

Dua Jalur Menjadi Standalone Market

MSCI menyebut standalone market secara garis besar terbagi dua kelompok.

Pasar Baru atau yang Sebelumnya Tertutup

Kelompok pertama adalah pasar yang baru masuk radar MSCI, atau pasar yang sebelumnya tertutup bagi sebagian kelompok investor. Mereka ditempatkan di standalone sambil dipantau sampai aksesnya cukup untuk naik ke frontier atau emerging.

Pasar yang Turun dari Tier Lain

Kelompok kedua adalah pasar yang sebelumnya developed, emerging, atau frontier. Menurut MSCI, penurunan ke standalone bisa terjadi bila ada penurunan parah pada aksesibilitas pasar atau pada ukuran dan likuiditas. Usulan untuk Indonesia termasuk dalam jalur ini, yaitu turun dari emerging.

Standalone, Frontier, dan Emerging: Apa Bedanya?

EmergingFrontierStandalone
Masuk indeks MSCI Emerging MarketsYaTidakTidak
Masuk indeks MSCI Frontier MarketsTidakYaTidak
Kriteria ukuran dan likuiditasKriteria EmergingKriteria FrontierMengikuti kriteria Emerging atau Frontier
Fokus utama pembedanyaPasar cukup besar dan likuid, akses relatif baikPasar lebih kecil, memenuhi syarat minimumAkses atau kondisi pasar belum atau tidak lagi memenuhi syarat

Penjelasan frontier market dan tier lainnya ada di artikel tier market saham.

Contoh Negara Standalone

Daftar lengkap ada di laporan Annual Market Classification Review MSCI. Contoh yang tercantum dalam liputan hasil review 2026:

NegaraCatatan
ArgentinaMSCI mempertahankan status standalone pada review 2026, sehingga tetap di luar indeks global MSCI. Liputan menyebut pembatasan modal sebagai salah satu alasan sejak 2019.
NigeriaTermasuk standalone menurut MSCI. FTSE Russell memindahkannya ke Frontier efektif 21 September 2026, contoh beda klasifikasi antar penyedia.
PanamaDisebut dalam kategori standalone.
Trinidad dan TobagoDisebut dalam kategori standalone.
BulgariaStandalone sampai review Mei 2027. MSCI memutuskan memindahkannya ke frontier setelah likuiditas membaik signifikan.

Perhatikan bahwa jumlah dan daftar negara bisa berubah tiap review.

Usulan MSCI untuk Indonesia (15 Oktober 2026)

Ini bagian yang paling banyak dicari, jadi dibahas rinci. Semua data di bagian ini dari rilis resmi MSCI per 15 Oktober 2026.

Apa yang Diusulkan

MSCI membuka konsultasi atas usulan mengklasifikasikan ulang indeks MSCI Indonesia dari emerging market ke standalone market. MSCI menyatakan bahwa klasifikasi Indonesia sebagai emerging market dinilai tidak lagi tepat. MSCI juga menyebut bahwa pemindahan ke frontier tidak mencerminkan kedalaman masalah pasar, sehingga yang diusulkan adalah standalone.

Alasan yang Disebut MSCI

Pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran soal investability, yaitu struktur kepemilikan saham yang tidak transparan dan dugaan perdagangan terkoordinasi. MSCI mencatat reformasi dari otoritas Indonesia, seperti pengungkapan kepemilikan di atas 1%, pengungkapan klasifikasi investor, pelaporan High Shareholding Concentration (HSC), dan peta jalan free float minimum 15%.

Tetapi MSCI menilai reformasi itu belum menghasilkan hasil yang konsisten dan berkelanjutan, dan belum ada bukti penegakan yang berarti. MSCI menyatakan berniat melanjutkan usulan kecuali konsultasi menunjukkan bukti jelas adanya perbaikan material pada tata kelola dan fungsi pasar.

Jadwal

TanggalPeristiwa
23 Juni 2026MSCI mempertahankan Indonesia di emerging market, disertai peringatan bahwa opsi lain bisa dipertimbangkan bila kemajuan reformasi belum cukup
15 Oktober 2026MSCI membuka konsultasi usulan pemindahan ke standalone
30 April 2027Batas akhir masukan konsultasi
Paling lambat 30 Juni 2027Keputusan akhir MSCI
Belum disebutTanggal efektif jika usulan disetujui

MSCI juga menyebut kemungkinan pembaruan sementara selama masa konsultasi.

Perlakuan Saham Indonesia Selama Konsultasi

Hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, MSCI tidak menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham (NOS), tidak menambah saham baru ke MSCI Indonesia IMI, dan tidak mengizinkan perpindahan naik antar-segmen ukuran. MSCI juga terus menghapus saham yang diidentifikasi otoritas Indonesia lewat kerangka HSC, dan memakai data pengungkapan kepemilikan 1% untuk menyesuaikan estimasi free float.

Yang Belum Diketahui

Rilis MSCI tidak memuat bobot Indonesia di indeks atau jumlah saham terdampak, dan tidak menyebut tanggal efektif. Karena itu besaran dampak ke dana yang mengikuti indeks MSCI belum bisa dihitung dari sumber tersebut. Usulan ini tentang klasifikasi indeks, bukan penilaian atas bisnis tiap emiten, dan tidak bisa dijadikan dasar prediksi harga saham tertentu.

Apa Artinya bagi Investor?

Untuk investor ritel, beberapa hal praktis berikut perlu dipahami. Pertama, ini masih konsultasi dan hasilnya bisa berbeda dari usulan. Kedua, bila usulan disetujui, dana indeks yang mengikuti MSCI Emerging Markets akan menyesuaikan komposisinya sesuai aturan indeks, tetapi besaran dan waktunya belum diketahui. Ketiga, harga saham dipengaruhi banyak faktor selain klasifikasi MSCI, termasuk kinerja perusahaan dan kondisi pasar global. Tidak ada keputusan beli atau jual yang bisa disimpulkan dari satu kabar klasifikasi.

Cara memantau yang masuk akal: ikuti pengumuman resmi MSCI dan otoritas pasar Indonesia (OJK, BEI), perhatikan tanggal 30 April dan 30 Juni 2027, dan baca sumber primer, bukan hanya judul berita.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Asetmu Turun ke Standalone Market?

Kalau pasar tempat asetmu diturunkan ke standalone market, jangan menunggu tanpa rencana. Standalone berarti pasar itu keluar dari indeks Emerging dan Frontier MSCI. Dana yang mengikuti indeks bisa ikut mengurangi kepemilikannya, dan likuiditas pasarnya cenderung menipis. Makin sepi pasarnya, makin sulit kamu menjual di harga yang kamu mau. Karena itu langkah yang paling masuk akal umumnya memindahkan sebagian atau seluruh aset ke pasar dengan tier lebih tinggi, supaya portofoliomu tidak terus tergerus.

Memindahkan aset ke tier lebih tinggi tidak menjamin untung. Tapi diam di pasar yang likuiditas dan aksesnya memburuk punya risikonya sendiri: harga bisa tertekan dan jalan keluarnya makin sempit. Daripada asetmu terus berkurang di pasar yang makin sepi, lebih baik kamu menyiapkan langkah sebelum keputusan itu berlaku.

Langkah Praktisnya

  1. Cek statusnya dulu. Bedakan usulan dari keputusan final. Untuk Indonesia, usulan MSCI per 15 Oktober 2026 masih konsultasi sampai 30 April 2027, dengan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.
  2. Hitung porsinya. Lihat berapa persen portofoliomu yang ada di pasar itu, dan seberapa besar penurunan yang sanggup kamu tanggung.
  3. Pindahkan bertahap ke tier lebih tinggi. Memindahkan sekaligus berisiko kena harga yang kurang baik. Bertahap membuat kamu tidak bergantung pada satu waktu transaksi.
  4. Sebar, jangan semua ke satu aset. ETF indeks menyebar risiko lebih luas dibanding satu saham.
  5. Hitung biaya perpindahan. Menjual aset bisa menimbulkan biaya, pajak, dan selisih harga, dan bisa merealisasikan kerugian.

Contoh Tujuan di Developed Market

Amerika Serikat adalah developed market menurut MSCI. Di Mobee, kamu bisa mengakses harga saham dan ETF yang diperdagangkan di bursa AS dengan pasangan rupiah (data per 16 Oktober 2026):

AsetKode di MobeeDaya tariknyaHalaman
SPDR S&P 500 Tokenized ETFSPYSekitar 500 saham besar AS dalam satu aset, cara paling sederhana untuk menyebar risikoSPY-IDR
Invesco QQQ Tokenized ETFQQQCondong ke saham teknologi AS lewat indeks Nasdaq-100QQQ-IDR, baca juga ETF QQQ
NVIDIA Tokenized StockNVDAEksposur ke tema AI dan chip lewat satu perusahaan, lebih terkonsentrasi dan lebih bergejolakNVDA-IDR, baca juga saham Nvidia
Apple tokenized stockAAPLSaham perusahaan teknologi konsumen yang dikenal luasAAPL-IDR, baca juga saham Apple

Semuanya berupa token yang dirancang mengikuti harga, bukan kepemilikan saham atau ETF langsung, dan harga di developed market tetap bisa turun. Pahami dulu perbedaan token saham dan saham biasa. Kalau kamu belum nyaman memilih satu perusahaan, mulai dari ETF indeks seperti SPYX dan QQQX.

Kesimpulan

Standalone market adalah kategori MSCI untuk pasar di luar indeks Emerging Markets dan Frontier Markets, yang dapat dimasuki lewat status baru atau penurunan akses dan likuiditas. Pada 15 Oktober 2026 MSCI mengusulkan memindahkan Indonesia ke kategori ini, dengan masukan sampai 30 April 2027 dan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.

Usulan ini belum final, dan dampaknya ke harga saham tertentu tidak bisa dipastikan. Untuk gambaran semua tier, termasuk frontier market, baca tier market saham.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu standalone market?

Standalone market adalah kategori MSCI untuk pasar yang tidak termasuk indeks Emerging Markets maupun Frontier Markets. Kriteria ukuran dan likuiditasnya mengikuti kriteria Emerging atau Frontier. Pasar bisa masuk ke sini karena baru dinilai atau sebelumnya tertutup bagi sebagian investor, atau karena akses atau likuiditasnya memburuk parah.

Apakah standalone market sama dengan frontier market?

Tidak. Frontier market masuk indeks MSCI Frontier Markets, sedangkan standalone market tidak masuk indeks Emerging Markets maupun Frontier Markets. Standalone dipakai untuk pasar yang aksesnya belum atau tidak lagi memenuhi syarat.

Apakah Indonesia sudah menjadi standalone market?

Belum. Per 16 Oktober 2026, MSCI masih mengklasifikasikan Indonesia sebagai emerging market. Pada 15 Oktober 2026 MSCI mengusulkan memindahkannya ke standalone. Masukan dibuka sampai 30 April 2027 dan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.

Kenapa MSCI mengusulkan standalone dan bukan frontier untuk Indonesia?

MSCI menyatakan pemindahan ke frontier tidak mencerminkan kedalaman masalah pasar. Alasan yang disebut mencakup struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, dugaan perdagangan terkoordinasi, dan reformasi yang belum menghasilkan hasil konsisten dan penegakan yang berarti.

Apa dampak standalone market bagi harga saham?

Tidak bisa dipastikan. Dana indeks yang mengikuti MSCI akan menyesuaikan komposisi sesuai aturan indeks, tetapi besaran dan waktunya bergantung pada keputusan akhir dan tanggal efektif yang belum diumumkan. Harga saham juga dipengaruhi banyak faktor lain.

Negara apa saja yang termasuk standalone market?

Contoh yang disebut dalam hasil review MSCI 2026 adalah Argentina, Nigeria, Panama, serta Trinidad dan Tobago. Bulgaria standalone sampai review Mei 2027 lalu pindah ke frontier. Daftar lengkap ada di laporan Annual Market Classification Review MSCI.

Disclaimer

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan saran investasi. Klasifikasi pasar dan data di artikel ini berlaku per 16 Oktober 2026 dan dapat berubah. Usulan MSCI untuk Indonesia belum menjadi keputusan dan bukan prediksi harga. Token ETF di Mobee tidak sama dengan kepemilikan ETF langsung, dan aset kripto berisiko tinggi. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan. Mobee dioperasikan oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, berizin dan diawasi OJK.

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.