Pilihan Investasi SBI: Ini Cara Kerja dan Risikonya | Mobee Academy
Investasi September 28, 2026 Pemula

Pilihan Investasi SBI: Ini Cara Kerja dan Risikonya

Penulis Bayu Samudera
Waktu baca 5 menit
Pilihan Investasi SBI: Ini Cara Kerja dan Risikonya

SBI adalah Sertifikat Bank Indonesia, surat berharga jangka pendek yang diterbitkan Bank Indonesia untuk mengendalikan jumlah uang beredar dan menjadi instrumen pasar uang bagi perbankan. SBI dijual dengan mekanisme diskonto, sehingga investor mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dengan nilai nominal saat jatuh tempo.

Walaupun porsi SBI sudah berkurang setelah Bank Indonesia aktif menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), memahami SBI tetap penting untuk membaca arah kebijakan moneter dan suku bunga, serta membandingkan opsi seperti produk Earn di Mobee.

Poin Penting

  • Definisi singkat: SBI adalah instrumen moneter jangka pendek yang diterbitkan Bank Indonesia untuk menyerap kelebihan likuiditas di pasar.

  • Mekanisme diskonto: Keuntungan SBI berasal dari selisih harga beli dengan nilai nominal yang dibayar saat jatuh tempo.

  • Fungsi utama: SBI dipakai Bank Indonesia untuk mengendalikan jumlah uang beredar dan menjaga stabilitas inflasi.

  • Pergeseran instrumen: Setelah 2023, SRBI semakin menempati peran SBI sebagai instrumen moneter utama.

  • Profil risiko: SBI termasuk instrumen berisiko rendah, tetapi imbal hasilnya relatif terbatas dibanding aset lain.

Perbandingan ini membantu kamu menimbang produk lain seperti investasi saham untuk tujuan jangka panjang.

Manfaat memahami SBI bagi investor

Memahami SBI bukan berarti kamu harus ikut lelang di Bank Indonesia. Namun, wawasan tentang SBI sangat berguna untuk membaca arah suku bunga dan menilai daya saing produk investasi.

  • Membaca arah suku bunga: Pergerakan diskonto SBI membantu memprediksi perubahan BI Rate.
  • Membandingkan instrumen rendah risiko: Kamu bisa menilai deposito dan reksa dana pasar uang.
  • Memahami yield obligasi: SBI sering menjadi acuan untuk obligasi pemerintah.
  • Dasar mempelajari instrumen baru: Pemahaman SBI mempermudah kamu memahami SRBI.

Selain itu, jika kamu ingin opsi pendapatan harian dari aset digital, kamu bisa melihat Flexi Earn.

Risiko investasi di SBI

SBI memang berisiko rendah, tetapi bukan berarti tanpa risiko. Kamu tetap perlu memahami faktor yang bisa menggerus imbal hasil.

  • Risiko inflasi: Diskonto SBI yang lebih rendah dari inflasi membuat return riil negatif. Contohnya, diskonto 5% saat inflasi 6% memberi hasil riil -1%.
  • Risiko likuiditas: SBI tidak mudah dijual kembali di pasar sekunder sebelum jatuh tempo.
  • Risiko suku bunga: Kenaikan suku bunga dapat membuat instrumen diskonto lain lebih menarik.
  • Risiko regulasi: Kebijakan BI yang berubah dapat menggeser peran SBI ke instrumen baru.

Untuk mengurangi risiko, jangan menaruh semua dana di satu instrumen. Bandingkan dengan saham, obligasi, atau produk berpendapatan lain.

Alternatif investasi jangka pendek yang bisa dibandingkan

SBI adalah instrumen klasik, tetapi saat ini banyak alternatif jangka pendek dengan karakteristik berbeda. Pilih instrumen yang sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko.

• Deposito: Imbal hasil tetap dan dilindungi LPS sampai ketentuan tertentu.
• SRBI: Instrumen keluaran terbaru BI yang bisa menjadi alternatif dengan likuiditas lebih baik.
• Reksa dana pasar uang: Diversifikasi dan dikelola manajer investasi.
• SBN ritel: Obligasi negara dengan nilai minimum sekitar Rp1 juta.
• Flexi Earn dan Earn: Produk aset digital di platform berizin.

Setiap produk memiliki cara kerja dan risiko yang tidak sama.

Untuk eksposur ke pasar saham global, kamu bisa membuka xStocks di Mobee.

Jika ingin mempelajari saham perusahaan teknologi, kamu bisa cek saham SpaceX sebagai contoh.

Tabel ringkas karakteristik SBI

Berikut ringkasan karakteristik SBI yang wajib kamu pahami.

AspekKarakteristik SBICatatan Penting
PenerbitBank IndonesiaInstrumen resmi bank sentral
Jangka WaktuMaksimal 12 bulanUmumnya 1-12 bulan
MekanismeDiskontoKeuntungan dari selisih harga
Target InvestorBank dan lembaga keuanganRisiko rendah
Imbal HasilRelatif rendahKalah dari saham jangka panjang
FungsiSterilisasi likuiditasMenjaga inflasi

Kesimpulan

SBI adalah instrumen yang menjelaskan bagaimana bank sentral menjalankan kebijakan moneter. Meski semakin digantikan SRBI, mekanisme diskonto dan pengaruhnya terhadap suku bunga tetap relevan untuk dipelajari. Investor pemula sebaiknya membandingkan SBI dengan deposito, reksa dana pasar uang, atau produk lainnya sebelum berinvestasi.

FAQ

Apakah SBI dan SRBI adalah instrumen yang sama?

Tidak. SBI adalah Sertifikat Bank Indonesia yang diterbitkan dengan sistem diskonto sejak 1984. SRBI adalah Sekuritas Rupiah Bank Indonesia yang lebih aktif diterbitkan sejak 2023 untuk menarik modal asing dan memperdalam pasar uang. Perbedaannya terletak pada mekanisme, target investor, dan waktu penerbitannya.

Bisakah investor ritel membeli SBI secara langsung?

Tidak. SBI umumnya diperdagangkan melalui lelang dan hanya diakses oleh bank umum serta lembaga keuangan tertentu. Investor ritel bisa berinvestasi pada instrumen pengganti seperti reksa dana pasar uang, SBN ritel, atau produk pendapatan seperti Flexi Earn di Mobee.

Bagaimana cara menghitung keuntungan dari SBI?

Keuntungan SBI dihitung dari selisih harga beli diskonto dengan nilai nominal saat jatuh tempo. Contohnya, SBI bernilai nominal Rp100 juta, tenor 6 bulan, dan diskonto 6% per tahun, maka harga beli sekitar Rp97 juta. Investor memperoleh sekitar Rp3 juta saat jatuh tempo.

Apakah SBI tergolong investasi bebas risiko?

SBI termasuk berisiko rendah karena diterbitkan Bank Indonesia, tetapi tidak berarti bebas risiko. Risiko inflasi dan suku bunga tetap bisa memengaruhi imbal hasil riil. Sebaiknya bandingkan dengan deposito, SRBI, atau instrumen jangka pendek lain.

Apa dampak penerbitan SBI terhadap suku bunga dan inflasi?

Ketika BI menerbitkan banyak SBI, likuiditas perbankan berkurang dan ini membantu menekan inflasi. Sebaliknya, saat SBI jatuh tempo, uang beredar bertambah. Mekanisme ini juga memengaruhi suku bunga pasar, karena bank menyesuaikan dana yang tersedia.

Mobee adalah platform aset digital yang berizin dan diawasi OJK, sehingga kamu bisa memantau peluang pasar dan produk investasi dengan lebih terarah. Mulai perjalanan investasimu melalui Mobee dan pilih produk yang sesuai dengan tujuan serta profil risikomu.

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.