Saham Google (GOOGL): Prospek, Valuasi, dan Risikonya 2026

Saham Google adalah saham Alphabet Inc., induk dari Google, YouTube, Google Cloud, dan Waymo, yang tercatat di bursa Nasdaq dengan kode GOOGL (Kelas A) dan GOOG (Kelas C). Pada kuartal kedua 2026, Alphabet membukukan pendapatan US$119,8 miliar (naik 24%), dengan Google Cloud tumbuh 82%. Tapi belanja modal (capex) untuk AI yang membengkak membuat arus kas bebasnya negatif, dan itulah yang paling dicermati investor sekarang.
Artikel ini merangkum bisnis Alphabet, angka kuartal terbaru, valuasi, risiko, dan cara investor Indonesia bisa mengakses eksposurnya. Kalau kamu baru mengenal saham AS, baca dulu token saham AS vs saham biasa.
Poin Penting
- Alphabet membukukan pendapatan Q2 2026 sebesar US$119,8 miliar, naik 24%, dengan laba operasi US$40,8 miliar (margin 34%).
- Google Cloud menjadi mesin pertumbuhan: pendapatan US$24,8 miliar (naik 82%), laba operasi US$8,8 miliar, dan backlog US$514 miliar.
- Laba bersih Q2 US$112,2 miliar dan EPS US$9,11 terdongkrak keuntungan investasi ekuitas sekitar US$99 miliar yang tidak berulang. Keuntungan itu menambah US$6,26 ke EPS, jadi EPS tanpa keuntungan itu sekitar US$2,85.
- Capex Q2 mencapai US$44,9 miliar dan panduan capex 2026 dinaikkan menjadi US$195 sampai 205 miliar. Arus kas bebas kuartal itu negatif US$5,9 miliar.
- Alphabet tidak membeli kembali saham pada Q2, menghimpun US$49,6 miliar dari penerbitan saham dan saham preferen konversi pada Juni, dan membuka program penjualan saham US$40 miliar.
- Laporan Q3 dijadwalkan 28 Oktober 2026 setelah bursa AS tutup (jadwal dari sumber pihak ketiga).
Apa Itu Saham Google
Google bukan perusahaan yang tercatat sendiri. Sejak 2015 Google berada di bawah Alphabet Inc., perusahaan induk yang juga menaungi YouTube, Google Cloud, Waymo (kendaraan otonom), dan unit eksperimen lain. Saat orang menyebut "saham Google", yang dimaksud adalah saham Alphabet.
Alphabet punya tiga kelas saham:
- GOOGL (Kelas A): punya hak suara satu suara per lembar. Ini yang paling sering dirujuk sebagai "saham Google".
- GOOG (Kelas C): tanpa hak suara.
- Kelas B: punya hak suara lebih besar, dipegang pendiri dan orang dalam, tidak diperdagangkan di bursa.
Harga GOOGL dan GOOG biasanya hanya berselisih tipis. Menurut Top1Markets, GOOGL ditutup di US$344,18 pada 19 Oktober 2026 setelah menyentuh US$353,78 pada 13 Oktober. Angka harian berubah terus, jadi cek harga terbaru sebelum mengambil keputusan.
Dari Mana Alphabet Menghasilkan Uang
Pendapatan Q2 2026 (kuartal yang berakhir 30 Juni 2026) menurut laporan resmi Alphabet:
| Segmen | Pendapatan Q2 2026 | Pertumbuhan tahunan |
|---|---|---|
| Google Services (Search, YouTube, langganan, perangkat) | US$94,5 miliar | 15% |
| Google Cloud | US$24,8 miliar | 82% |
| Total Alphabet | US$119,8 miliar | 24% |
Di dalam Google Services, Search dan lainnya mencatat US$63,3 miliar (naik 17%), iklan YouTube US$11,1 miliar (naik 13%), dan langganan, platform, serta perangkat US$12,9 miliar (naik 15%), menurut rangkuman BigGo Finance atas laporan tersebut. Google Services masih sekitar 79% dari total pendapatan, jadi iklan Search tetap tulang punggung bisnis.
Google Cloud dan AI: Mesin Pertumbuhan Baru
Cloud adalah bagian yang paling mengubah cerita Alphabet. Pendapatan Cloud naik dari US$13,6 miliar menjadi US$24,8 miliar dalam setahun, dan laba operasinya naik dari US$2,8 miliar menjadi US$8,8 miliar (margin sekitar 35,6%). Backlog, yaitu kontrak yang sudah diteken tapi belum diakui sebagai pendapatan, mencapai US$514 miliar pada akhir Juni 2026, naik lebih dari US$50 miliar dalam satu kuartal. Sekitar separuhnya diperkirakan menjadi pendapatan dalam 24 bulan.
Dari sisi produk, Alphabet menyebut Gemini Enterprise dipakai hampir 90% perusahaan Fortune 100, dan AI Mode di Search telah melewati 1 miliar pengguna aktif bulanan. Pendapatan dari penjualan sistem TPU (chip AI buatan Google) baru mulai diakui pada Q2, dan pendapatan jenis ini bisa lebih bergelombang daripada pendapatan konsumsi cloud.
Hati-hati Membaca Laba Q2
Laba bersih Q2 2026 terlihat luar biasa: US$112,2 miliar, naik 298%, dengan EPS US$9,11. Tapi angka itu didorong keuntungan atas surat berharga ekuitas sebesar sekitar US$99 miliar yang tercatat sebagai pendapatan lain-lain. Menurut laporan Alphabet, keuntungan itu menambah sekitar US$77,1 miliar ke laba bersih dan US$6,26 ke EPS.
Artinya, ukuran yang lebih mewakili bisnis intinya adalah laba operasi: US$40,8 miliar, naik 30%, dengan margin 34%. Kalau memakai EPS tanpa keuntungan itu, angkanya sekitar US$2,85 (9,11 dikurangi 6,26). Ini hitungan kami dari angka resmi, bukan angka yang dilaporkan Alphabet. Rasio harga terhadap laba (P/E) yang dihitung dari laba bersih Q2 akan terlihat sangat murah, padahal itu terdistorsi.
Capex, Arus Kas, dan Dilusi: Isu Terbesar Sekarang
Tiga angka berikut yang membuat pasar gelisah setelah laporan Q2:
- Capex naik tajam. Belanja modal Q2 mencapai US$44,9 miliar, lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Panduan capex 2026 dinaikkan dari US$180 sampai 190 miliar menjadi US$195 sampai 205 miliar, dan manajemen menyebut pengeluaran 2027 akan naik signifikan.
- Arus kas bebas negatif. Arus kas operasi US$39,1 miliar tidak cukup menutup capex, sehingga arus kas bebas Q2 negatif US$5,9 miliar (positif US$10,4 miliar setahun sebelumnya).
- Pendanaan dari pasar. Alphabet tidak membeli kembali saham pada Q2 (setahun sebelumnya US$13,2 miliar), menghimpun US$49,6 miliar dari penerbitan saham dan saham preferen konversi plus US$20,3 miliar dari surat utang pada Juni, dan membuka program penjualan saham di pasar (at-the-market) senilai US$40 miliar yang belum dipakai per 30 Juni. Penerbitan saham baru berarti kepemilikan investor lama bisa terdilusi.
Menurut Top1Markets, saham sempat turun sekitar 7,1% pada sesi setelah laporan Q2 karena kekhawatiran capex, lalu pulih. Pertanyaan yang kini dinilai pasar: apakah backlog Cloud sebesar US$514 miliar cukup menjustifikasi belanja sebesar itu.
Valuasi dan Dividen
Valuasi Alphabet sulit dibandingkan karena laba Q2 terdistorsi. Yahoo Finance menyebut sekitar 17 kali laba ke depan (forward P/E), sedangkan Top1Markets menghitung sekitar 29 kali berdasarkan laba inti. Angkanya berbeda karena basis laba yang dipakai berbeda, jadi jangan membandingkan satu sumber dengan sumber lain tanpa memeriksa definisinya.
Alphabet membayar dividen tunai US$0,22 per lembar per kuartal untuk Kelas A, B, dan C (dibayar 14 September 2026 untuk pemegang saham per 7 September). Dengan harga sekitar US$344, dividen tahunan US$0,88 setara imbal hasil sekitar 0,26%, jadi dividen bukan alasan utama memegang saham ini. Hitungan imbal hasil itu perkiraan kami.
Risiko yang Perlu Dipantau
1. Antimonopoli. Pada September 2025, pengadilan AS memutuskan remedi kasus pencarian dengan pembatasan perilaku, bukan pemecahan perusahaan. Permohonan Google menunda sebagian putusan ditolak hakim Amit Mehta pada 7 Mei 2026, dan banding kedua pihak masih berjalan. Di kasus iklan digital (ad tech), pada 2 September 2026 hakim menolak permintaan pemerintah AS untuk memaksa penjualan ad exchange Google dan memilih remedi perilaku, termasuk integrasi dengan standar Prebid dan pengawasan selama enam tahun, menurut ringkasan firma hukum Goodwin. Google berencana banding atas putusan bersalah April 2025.
2. Capex melampaui arus kas. Bila permintaan AI atau konversi backlog melambat, belanja besar bisa menekan margin dan arus kas.
3. Pergeseran pencarian ke chatbot AI. Search masih tumbuh 17%, tapi pasar menilai pertumbuhannya perlu bertahan agar kekhawatiran soal produk AI pesaing tidak menguat.
4. Dilusi. Penerbitan saham dan program at-the-market menambah jumlah saham beredar.
5. Valuasi dan volatilitas. Harga saham bisa bergerak tajam di sekitar laporan keuangan, dan rentang harga bisa melebar saat sentimen AI berubah.
6. Ketergantungan pada iklan. Sekitar 79% pendapatan berasal dari Google Services yang sebagian besar iklan, yang sensitif terhadap siklus ekonomi.
Katalis Berikutnya: Laporan Q3 pada 28 Oktober 2026
Menurut Yahoo Finance dan Top1Markets, Alphabet dijadwalkan melaporkan Q3 2026 pada Rabu 28 Oktober 2026 setelah bursa AS tutup. Konsensus analis sekitar US$2,94 per saham untuk laba dan sekitar US$127,5 miliar untuk pendapatan. Hal yang akan dicermati: pertumbuhan Search, konversi backlog Cloud, panduan capex, dan sinyal capex 2027. Karena bursa AS tutup pukul 03.00 atau 04.00 WIB (tergantung musim, lihat pasar Amerika buka jam berapa), reaksi harga biasanya terlihat keesokan pagi WIB.
Cara Mengakses Saham Google dari Indonesia
Ada dua jalur yang umum: lewat sekuritas atau platform yang menyediakan akses ke bursa AS, atau lewat token saham di platform aset digital. Perbedaan keduanya (hak kepemilikan, hak suara, dividen, dan risiko penerbit) dibahas di token saham AS vs saham biasa dan cara kerja xStocks.
Di Mobee, eksposur ke Alphabet tersedia lewat pasangan GOOGL/IDR, yaitu Alphabet Class A Tokenized Stock (Ondo). Ini token yang mewakili saham Alphabet Kelas A, bukan saham langsung. Per sekitar 10.40 WIB pada 21 Oktober 2026, harganya Rp6.120.466 per token, turun 1,38% dalam 24 jam, dengan rentang Rp6.082.001 sampai Rp6.197.440 dan volume sekitar Rp975 juta. Perlakuan dividen, hak suara, dan penebusan pada token bisa berbeda dari pemegang saham langsung, jadi baca ketentuan produk di aplikasi. Lihat juga tokenisasi saham Amerika dan halaman produk xStocks.
Kalau ingin memantau tanpa menatap layar, atur price alert di Mobee. Saham teknologi AS lain yang sudah dibahas: saham NVIDIA, saham Apple, dan saham Microsoft.
Penutup
Alphabet hari ini adalah dua cerita sekaligus: bisnis inti yang tumbuh dan semakin menguntungkan, dengan Cloud sebagai mesin baru, dan perusahaan yang berinvestasi sangat besar dalam infrastruktur AI sampai arus kas bebasnya negatif dan sahamnya diterbitkan baru. Pertanyaannya bukan apakah Google besar, melainkan apakah belanja sebesar itu terbayar. Laporan Q3 pada 28 Oktober adalah ujian berikutnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu saham Google?
Saham Google adalah saham Alphabet Inc., perusahaan induk Google, YouTube, Google Cloud, dan Waymo, yang tercatat di Nasdaq dengan kode GOOGL (Kelas A) dan GOOG (Kelas C). Google sendiri tidak tercatat terpisah. Pendapatan Alphabet pada kuartal kedua 2026 mencapai US$119,8 miliar.
Apa bedanya GOOGL dan GOOG?
GOOGL adalah saham Kelas A dengan hak suara, sedangkan GOOG adalah Kelas C tanpa hak suara. Keduanya mewakili bisnis yang sama dan berhak atas dividen yang sama, sehingga harganya biasanya berselisih tipis.
Apakah saham Google membayar dividen?
Ya. Alphabet membayar dividen tunai US$0,22 per lembar per kuartal (dibayar 14 September 2026). Dengan harga sekitar US$344, imbal hasilnya sekitar 0,26% per tahun menurut hitungan kami, sehingga dividen bukan daya tarik utama saham ini.
Kenapa saham Google turun setelah laporan Q2 2026?
Menurut Top1Markets, saham turun sekitar 7,1% pada sesi setelah laporan karena kekhawatiran capex: panduan 2026 naik menjadi US$195 sampai 205 miliar dan arus kas bebas kuartal itu negatif US$5,9 miliar. Saham kemudian pulih mendekati level sebelum laporan.
Kapan Alphabet melaporkan keuangan berikutnya?
Menurut Yahoo Finance dan Top1Markets, Alphabet dijadwalkan melaporkan kuartal ketiga 2026 pada Rabu 28 Oktober 2026 setelah bursa AS tutup. Cek jadwal resmi di situs hubungan investor Alphabet karena tanggal bisa berubah.
Bagaimana cara membeli saham Google dari Indonesia?
Bisa lewat sekuritas atau platform yang menyediakan akses bursa AS, atau lewat token saham. Di Mobee tersedia pasangan GOOGLX/IDR, token yang mewakili saham Alphabet Kelas A, bukan saham langsung. Baca ketentuan produk sebelum bertransaksi.
Disclaimer
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi investasi, bukan ajakan membeli atau menjual saham, dan tidak memuat target harga. Saham, token saham, dan aset digital memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan nilai. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risikomu sebelum mengambil keputusan. Mobee dioperasikan PT CTXG Indonesia Berkarya, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan.



