7 Aset Kripto yang Bisa Di-mining dan Berpotensi di 2026 | Mobee Academy
Investasi September 28, 2026 Menengah

7 Aset Kripto yang Bisa Di-mining dan Berpotensi di 2026

Penulis Bayu Surya Purnama
Waktu baca 3 menit
7 Aset Kripto yang Bisa Di-mining dan Berpotensi di 2026

Dunia kripto terus berkembang. Meski banyak proyek baru mengusung model konsensus Proof of Stake (PoS), aset kripto yang bisa di-mining atau ditambang masih menjadi pilihan menarik, terutama bagi investor yang ingin memperoleh aset secara aktif melalui kontribusi daya komputasi. Mining adalah proses validasi transaksi di jaringan blockchain menggunakan perangkat komputer. Sebagai imbalannya, penambang mendapatkan sejumlah aset kripto. Aktivitas ini tak hanya mengamankan jaringan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan pasif.

Berikut ini poin penting yang perlu kamu ketahui sebelum memulai mining di 2026.

Poin Penting

  • Pilih aset dengan algoritma yang sesuai dengan perangkatmu (CPU, GPU, atau ASIC).
  • Hitung biaya listrik dan bandingkan dengan potensi pendapatan.
  • Perhatikan tingkat kesulitan mining yang bisa berubah seiring waktu.
  • Pastikan aset memiliki likuiditas tinggi di bursa seperti Mobee Spot Trade.
  • Bergabunglah dengan komunitas aktif untuk mendapatkan update terbaru.
  • Gunakan kalkulator profitabilitas sebelum memutuskan.

Berikut ini tujuh aset kripto yang masih bisa ditambang dan diprediksi memiliki potensi menjanjikan di 2026.

1. Bitcoin (BTC)

Bitcoin adalah aset kripto paling terkenal dan tertua yang masih bisa di-mining. Menggunakan algoritma SHA-256, Bitcoin memerlukan perangkat khusus bernama ASIC. Meskipun biaya awal tinggi dan konsumsi listrik besar, BTC tetap favorit karena nilainya yang stabil dan prospek jangka panjang. Jaringan Bitcoin memiliki sistem halving setiap 4 tahun yang mengurangi imbalan blok, meningkatkan kelangkaan dan nilai aset.

2. Litecoin (LTC)

Litecoin adalah alternatif Bitcoin dengan algoritma Scrypt yang lebih ringan. LTC masih bisa di-mining dengan GPU, sehingga lebih ramah untuk penambang individu. Kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah membuat LTC banyak digunakan sebagai alat pembayaran dengan komunitas aktif.

3. Monero (XMR)

Jika kamu mencari aset kripto yang menekankan privasi, Monero adalah pilihan terbaik. XMR menggunakan algoritma RandomX yang bisa di-mining menggunakan CPU biasa tanpa perangkat mahal. Transaksi anonim menjadikannya populer di kalangan pengguna yang mengutamakan privasi dan cocok untuk penambang rumahan.

4. Ethereum Classic (ETC)

Setelah Ethereum beralih ke PoS, Ethereum Classic tetap bertahan dengan Proof of Work. ETC masih bisa di-mining dengan GPU, menjadi alternatif logis bagi penambang yang memiliki perangkat mining Ethereum. Ekosistemnya terus berkembang dan kompatibel dengan banyak aplikasi berbasis Ethereum.

5. Kaspa (KAS)

Kaspa adalah proyek baru yang menarik perhatian komunitas mining. Dengan algoritma kHeavyHash, Kaspa bisa di-mining menggunakan GPU biasa. Keunggulannya terletak pada waktu blok sangat cepat (~1 detik) yang mendukung transaksi mikro efisien. Komunitasnya berkembang pesat dan banyak dilirik penambang individu yang menginginkan ROI cepat.

6. Ravencoin (RVN)

Ravencoin adalah blockchain open-source untuk membuat dan mentransfer aset digital. Algoritma KawPoW dirancang tahan ASIC, sehingga cocok untuk GPU. Fokus pada tokenisasi aset dan dukungan komunitas menjadikannya proyek potensial jangka panjang.

7. Dogecoin (DOGE)

Dogecoin awalnya lelucon, kini menjadi salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. DOGE menggunakan algoritma Scrypt dan bisa di-mining bersamaan dengan LTC melalui merge mining. Dukungan komunitas luas dan adopsi tokoh terkenal membuat DOGE tetap menarik.

Tabel Perbandingan

AsetAlgoritmaPerangkatKeunggulan
Bitcoin (BTC)SHA-256ASICNilai stabil, halving
Litecoin (LTC)ScryptGPUCepat, biaya rendah
Monero (XMR)RandomXCPUAnonim, privat
Ethereum Classic (ETC)EthashGPUEkosistem luas
Kaspa (KAS)kHeavyHashGPUBlok cepat
Ravencoin (RVN)KawPoWGPUTokenisasi aset
Dogecoin (DOGE)ScryptGPUKomunitas besar

Tips Memilih Kripto untuk Di-Mining

Sebelum memulai aktivitas mining, pertimbangkan faktor berikut:

  • Jenis Perangkat: CPU, GPU, atau ASIC. Monero cocok untuk CPU, Kaspa dan Ravencoin optimal dengan GPU.
  • Biaya Listrik: Hitung biaya listrik di lokasi kamu agar hasil tidak habis untuk tagihan.
  • Tingkat Kesulitan: Semakin tinggi kesulitan, semakin besar daya komputasi dibutuhkan.
  • Profitabilitas: Periksa nilai tukar dan likuiditas. Kripto dengan volume rendah sulit diuangkan.
  • Komunitas: Aset dengan komunitas besar dan roadmap jelas lebih tahan volatilitas.

Kesimpulan

Meskipun banyak aset kripto beralih ke staking, aset yang bisa di-mining masih berperan penting. Dari Bitcoin hingga Kaspa, peluang pendapatan pasif lewat mining masih terbuka, terutama bagi pengguna dengan perangkat memadai dan pemahaman risiko. Dengan memilih aset tepat dan strategi cerdas, mining bisa menjadi investasi aktif menjanjikan di 2026. Yuk, mulai eksplorasi dunia mining dan investasi kripto dengan download aplikasi Mobee sekarang juga! Dapatkan akses ke berbagai fitur seperti Earn dan Dual Investment untuk memaksimalkan portofolio kamu.

FAQ

Berapa nilai 1 dolar jika kursnya Rp18.000?

Dengan asumsi kurs Rp18.000 per USD, nilai 1 dolar setara dengan Rp18.000. Nilai sebenarnya dapat berubah mengikuti kurs yang berlaku pada saat transaksi.

Berapa nilai 10 dolar dalam rupiah?

Dengan kurs Rp18.000 per USD, nilai 10 dolar adalah Rp180.000. Perhitungannya adalah 10 dikalikan Rp18.000.

Berapa nilai 100 dolar dalam rupiah?

Jika kurs yang digunakan adalah Rp18.000 per USD, maka 100 dolar setara dengan Rp1.800.000 sebelum memperhitungkan biaya transaksi atau spread.

Bagaimana cara menghitung dolar ke rupiah?

Caranya adalah mengalikan jumlah dolar dengan kurs rupiah yang berlaku. Sebagai contoh, 50 USD dikalikan Rp18.000 menghasilkan Rp900.000.

Apakah hasil konversi sama dengan jumlah yang diterima?

Belum tentu. Jumlah akhir dapat berbeda karena adanya spread kurs, biaya layanan, biaya transfer, atau biaya administrasi dari bank dan platform yang digunakan.

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.