BEI, NYSE, dan Nasdaq: Beda Bursa Saham untuk Investor Indonesia | Mobee Academy
TradFi Oktober 28, 2026 Pemula

BEI, NYSE, dan Nasdaq: Beda Bursa Saham untuk Investor Indonesia

Penulis Bayu Samudera
Waktu baca 3 menit
BEI, NYSE, dan Nasdaq: Beda Bursa Saham untuk Investor Indonesia

Bursa saham adalah tempat pembeli dan penjual bertemu untuk memperdagangkan saham dengan aturan yang baku. Bagi investor Indonesia, tiga nama yang paling sering muncul adalah BEI di Jakarta serta NYSE dan Nasdaq di New York.

Ketiganya berbeda dalam jam dagang, mata uang, satuan beli, dan aturan harga, jadi pilihan bursa memengaruhi cara dan risiko transaksimu. Artikel ini membandingkan ketiganya dan membantumu memilih sesuai tujuan.

Poin Penting

  • BEI adalah bursa untuk saham perusahaan Indonesia. Transaksinya dalam rupiah, satuannya lot (1 lot = 100 lembar), dan penyelesaiannya T+2.
  • NYSE dan Nasdaq adalah bursa saham AS. Keduanya memakai dolar AS, jam dagang yang sama, dan penyelesaian T+1 sejak 28 Mei 2024.
  • Perbedaan NYSE dan Nasdaq terutama ada pada jenis perusahaan yang tercatat dan sistemnya. Nasdaq sepenuhnya elektronik dan banyak diisi perusahaan teknologi.
  • S&P 500 dan Dow Jones bukan bursa. Keduanya indeks yang berisi saham dari bursa AS.
  • Saham AS buka malam hari WIB dan hasilnya dalam rupiah ikut dipengaruhi kurs.

Tiga Bursa dalam Satu Tabel

Hal yang dicekBEI (Bursa Efek Indonesia)NYSENasdaq
LokasiJakartaNew YorkNew York
Mata uangRupiahDolar ASDolar AS
Jam dagang reguler09.00 sampai sekitar 15.49 WIB (Jumat ada jeda lebih panjang)09.30 sampai 16.00 waktu New York09.30 sampai 16.00 waktu New York
Jam dagang dalam WIBSama dengan jam lokalSekitar 20.30 sampai 03.00 WIB saat jam musim panas AS, 21.30 sampai 04.00 WIB saat jam musim dinginSama dengan NYSE
Satuan beli1 lot = 100 lembar1 lembar (banyak broker juga menyediakan pecahan)1 lembar (banyak broker juga menyediakan pecahan)
Penyelesaian transaksiT+2T+1 (sejak 28 Mei 2024)T+1 (sejak 28 Mei 2024)
Batas harga harianAda (ARA dan ARB)Tidak ada batas ARA dan ARB, tetapi ada penghentian sementaraSama dengan NYSE
Indeks yang sering dikutipIHSG, LQ45, IDX30Dow Jones dan S&P 500 memuat saham dari kedua bursaNasdaq Composite dan Nasdaq-100

Jam, aturan, dan batas harga bisa berubah. Cek sumber resmi di bagian akhir artikel.

BEI: Pasar Rumah untuk Perusahaan Indonesia

BEI adalah bursa tempat saham perusahaan Indonesia diperdagangkan. Indeks utamanya IHSG, dan ada indeks turunan seperti LQ45 dan IDX30 untuk saham yang paling likuid. Beberapa ciri yang perlu kamu tahu:

  • Satuan lot. Satu lot berisi 100 lembar. Kalau harga sahammu Rp5.000, satu lot butuh sekitar Rp500.000 sebelum biaya transaksi.
  • Batas harga harian. BEI memakai batas atas dan bawah (ARA dan ARB) supaya harga tidak bergerak liar dalam satu hari. Besarnya berbeda menurut kelompok harga, dan BEI sudah mengumumkan penyesuaian bertahap yang berlaku mulai akhir September 2026. Cek pengumuman BEI untuk angka yang berlaku saat kamu bertransaksi.
  • Penghentian sementara. Ada mekanisme trading halt kalau IHSG turun tajam dalam satu hari.
  • Jam dagang bersesi. Ada sesi pembukaan, dua sesi utama, dan sesi penutupan. Hari Jumat jeda siangnya lebih panjang.
  • Tanpa risiko kurs. Kamu membeli dan menerima dividen dalam rupiah.

Kalau kamu baru mulai di BEI, cara main saham pemula di HP bisa jadi titik awal.

NYSE: Bursa Tertua dan Terbesar dengan Sistem Hibrida

NYSE (New York Stock Exchange) dikenal sebagai bursa tempat banyak perusahaan lama dan raksasa dunia tercatat, misalnya bank besar dan perusahaan barang konsumsi global. NYSE memakai sistem hibrida: perdagangan elektronik, dengan pelaku yang ditunjuk untuk menjaga likuiditas di tiap saham.

Nasdaq: Bursa Elektronik yang Identik dengan Teknologi

Nasdaq beroperasi sepenuhnya secara elektronik dan banyak diisi perusahaan teknologi, misalnya Apple, Microsoft, dan Nvidia. Karena itu indeks Nasdaq-100 sering dianggap cermin sektor teknologi, dan contoh produk yang mengikutinya dibahas di ETF QQQ. Tapi Nasdaq tidak eksklusif untuk teknologi, ada juga perusahaan dari sektor kesehatan, konsumer, dan lainnya.

NYSE dan Nasdaq bukan saingan yang saling berlawanan. Keduanya bursa saham AS, memakai dolar, dan jam dagangnya sama. Untuk kebanyakan investor ritel dari Indonesia, perbedaannya terasa pada jenis perusahaan yang tercatat, bukan pada cara membeli.

S&P 500 dan Dow Jones Itu Bursa Juga? Bukan

Ini salah kaprah yang sering terjadi. S&P 500 dan Dow Jones adalah indeks, yaitu kumpulan saham pilihan yang pergerakan gabungannya dihitung. Saham di dalamnya bisa tercatat di NYSE maupun Nasdaq. Kamu tidak membeli di S&P 500. Kamu membeli saham atau ETF yang mengikuti indeks tersebut.

Perbedaan yang Paling Terasa Saat Bertransaksi

1. Jam dagang. Saham AS buka di malam hari WIB. Kalau kamu tidak mau begadang, pakai limit order dan pasang harga yang kamu mau. Detail jam dan hari libur ada di jam buka pasar Amerika dalam WIB.

2. Mata uang dan kurs. Saham AS dihargai dalam dolar, jadi hasilmu dalam rupiah ikut dipengaruhi kurs. Contoh hipotetis: harga saham US$150 dengan kurs Rp16.000 setara Rp2.400.000 per lembar. Kalau harga tetap US$150 tetapi kurs naik ke Rp17.000, nilainya jadi Rp2.550.000, naik sekitar 6,25% karena kurs saja. Sebaliknya juga berlaku. Cara menghitung konversinya ada di 100 dolar berapa rupiah.

3. Satuan beli. Di BEI kamu membeli per lot (100 lembar). Di AS kamu bisa membeli per lembar, dan banyak broker menyediakan pembelian pecahan, jadi modal awal bisa lebih kecil.

4. Penyelesaian transaksi. BEI memakai T+2 dan bursa AS T+1. Ini berpengaruh ke kapan saham dan dana benar-benar berpindah, serta ke jadwal dividen.

5. Batas pergerakan harga. BEI punya ARA dan ARB. Bursa AS tidak punya batas persentase harian yang sama, tetapi punya penghentian sementara untuk saham tertentu dan untuk seluruh pasar saat penurunan tajam. Artinya, saham AS bisa bergerak lebih jauh dalam sehari.

6. Hari libur. Kalender libur BEI dan bursa AS berbeda. Bursa AS bisa tutup saat BEI buka, dan sebaliknya.

Mau Pilih yang Mana? Kerangka Sederhana Menurut Tujuan

TujuanmuYang biasanya cocokCatatan
Ikut bisnis lokal dengan dividen dalam rupiahBEITanpa risiko kurs, mengikuti jam kerja
Mengakses perusahaan global, terutama teknologi dan chipNYSE dan NasdaqAda risiko kurs dan jam malam
Diversifikasi lintas negara dengan satu instrumenETF yang tercatat di bursa AS atau BEICek biaya, isi, dan pajak
Modal kecil dan ingin mencobaPembelian pecahan atau produk yang memungkinkan nominal kecilCek biaya dan ketentuan produk

Kamu tidak harus memilih satu bursa selamanya. Banyak investor mengombinasikan keduanya sesuai tujuan dan toleransi risikonya.

Cara Mengakses Saham AS dari Indonesia

Ada beberapa jalur, dan masing-masing punya ketentuan, biaya, dan risiko berbeda: lewat sekuritas atau broker yang menyediakan akses ke bursa AS, lewat ETF (lihat investasi ETF di Indonesia), atau lewat token saham. Token saham dirancang mengikuti harga saham AS dan bisa diperdagangkan di platform aset digital, tetapi tidak sama dengan membeli saham langsung di bursa. Baca perbandingan xStocks dengan saham konvensional dan token saham AS vs saham biasa untuk perbedaannya.

Apa pun jalurnya, periksa dulu izin penyedia layanan, biaya, hak yang kamu dapat sebagai pemilik, dan cara aset disimpan.

Kesalahan Umum

  • Menyamakan indeks dengan bursa. S&P 500 dan Dow Jones bukan bursa.
  • Menganggap semua saham Nasdaq adalah saham teknologi. Isinya lebih beragam.
  • Lupa menghitung kurs. Untung di dolar bisa terkikis kalau rupiah menguat.
  • Mengabaikan jam dan likuiditas. Order di luar jam reguler bisa punya selisih harga beli dan jual yang lebih lebar.
  • Menyamakan aturan BEI dengan bursa AS. Lot, ARA dan ARB, serta T+2 adalah aturan BEI, bukan aturan global.

Pantau Saham Nasdaq di Mobee

Kalau kamu penasaran bagaimana saham-saham AS bergerak dibanding saham BEI, Mobee menyediakan token saham dan ETF AS dengan pasangan rupiah, sehingga harganya langsung bisa kamu bandingkan dengan saham lokal. Contohnya token yang mengikuti saham Nasdaq seperti Apple (AAPLX), Microsoft (MSFTON), dan NVIDIA (NVDAX), serta ETF seperti S&P 500 (SPYX) dan Nasdaq-100 (QQQX). Token dirancang mengikuti harga di bursa AS dan bukan kepemilikan saham langsung, tanpa hak suara pemegang saham, dan jam transaksinya bisa berbeda dari bursa asal, jadi cek ketentuan tiap produk sebelum membeli. Mobee dioperasikan PT CTXG Indonesia Berkarya yang berizin dan diawasi OJK. Instal aplikasi Mobee untuk melihat harganya.

Kesimpulan

BEI, NYSE, dan Nasdaq sama-sama bursa saham, tetapi berbeda dalam jam dagang, mata uang, satuan beli, penyelesaian, dan batas harga. BEI cocok untuk bisnis lokal dalam rupiah, sedangkan NYSE dan Nasdaq membuka akses ke perusahaan global dengan risiko kurs dan jam malam. S&P 500 dan Dow Jones adalah indeks, bukan bursa. Pilih sesuai tujuan dan toleransi risikomu, dan cek aturan terbaru di sumber resmi sebelum bertransaksi. Untuk langkah awal, baca panduan investasi saham untuk pemula dan strategi trading saham Amerika.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bursa saham adalah apa?

Tempat pembeli dan penjual bertemu untuk memperdagangkan saham dengan aturan yang baku. Contohnya BEI di Jakarta serta NYSE dan Nasdaq di New York.

Apa beda BEI, NYSE, dan Nasdaq?

BEI memperdagangkan saham perusahaan Indonesia dalam rupiah, per lot 100 lembar, dengan penyelesaian T+2. NYSE dan Nasdaq adalah bursa AS dengan dolar, jam dagang yang sama, dan penyelesaian T+1. NYSE berisi banyak perusahaan lama, sedangkan Nasdaq sepenuhnya elektronik dan banyak diisi perusahaan teknologi.

Apakah S&P 500 dan Dow Jones itu bursa?

Bukan. Keduanya indeks yang berisi saham dari bursa AS. Kamu membeli saham atau ETF yang mengikuti indeks itu, bukan membeli di indeksnya.

Jam berapa bursa saham AS buka dalam WIB?

Jam reguler 09.30 sampai 16.00 waktu New York, atau sekitar 20.30 sampai 03.00 WIB saat jam musim panas AS dan 21.30 sampai 04.00 WIB saat jam musim dingin. Cek jadwal resmi dan hari libur sebelum bertransaksi.

Apakah di bursa AS juga ada ARA dan ARB?

Tidak ada batas persentase harian seperti ARA dan ARB di BEI. Bursa AS punya penghentian sementara untuk saham tertentu dan untuk seluruh pasar saat penurunan tajam, sehingga harga bisa bergerak lebih jauh dalam sehari.

Apakah membeli saham AS harus dalam satuan lot?

Tidak. Lot 100 lembar adalah aturan BEI. Di bursa AS kamu bisa membeli per lembar, dan banyak broker menyediakan pembelian pecahan. Cek ketentuan penyedia layananmu.

Disclaimer

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan saran investasi. Aturan, jam dagang, dan batas harga berlaku per 28 Oktober 2026 dan dapat berubah. Contoh kurs bersifat hipotetis. Nilai aset dapat naik maupun turun. Token saham tidak sama dengan kepemilikan saham langsung, dan aset kripto berisiko tinggi. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan. Mobee dioperasikan oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, berizin dan diawasi OJK.

Akses market langsung dari aplikasi

Mulai eksplorasi aset digital dengan Mobee

Pantau market, pelajari aset digital, dan mulai transaksi dengan lebih praktis melalui Mobee App.

Mobee berizin dan diawasi OJK. Informasi bukan ajakan membeli atau menjual aset.

Mobee

Gedung Perkantoran Treasury Tower, Lantai 18 District 8, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan 12190, DKI Jakarta

Dapatkan Update Terbaru

Komunitas Kami

Terdaftar & diawasi oleh

ICEx Komdigi Intertek, KAN Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia

Hubungi Kami

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
0853 1111 1010 (WhatsApp)

Copyright © 2026 PT. CTXG Indonesia Berkarya. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

Perdagangan aset kripto difasilitasi oleh PT CTXG Indonesia Berkarya, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta terdaftar sebagai anggota PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEx).

Situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Seluruh materi yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan dan tidak dapat dianggap sebagai ajakan, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi. Kinerja di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Data kinerja historis, proyeksi imbal hasil, dan estimasi probabilitas disajikan semata-mata untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Seluruh keputusan terkait perdagangan aset kripto merupakan keputusan independen dari masing-masing pengguna.