Konten ini bersifat edukasi, bukan saran finansial. Market kripto bisa berubah cepat. Lakukan riset sendiri dan kelola risiko dengan bijak.
Pergerakan Bitcoin dalam 24 jam terakhir (8–9 Juli 2026) sangat dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi dan ketegangan geopolitik global yang kembali memanas. Komentar terbaru dari Presiden AS Donald Trump terkait berakhirnya gencatan senjata sementara dengan Iran telah memicu lonjakan harga minyak mentah dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi serta potensi penahanan suku bunga oleh Federal Reserve. Kondisi ini mendorong aksi jual di pasar aset berisiko, membuat Bitcoin sempat tergelincir lebih dari 3%. Secara teknikal pada grafik satu jam dan harian, dorongan beli sebelumnya gagal menembus zona pasokan kuat, menghasilkan sumbu penolakan atas (bear wick) yang memicu pergerakan turun menembus struktur penunjang lokal. Dengan tekanan distribusi yang masih mendominasi jangka pendek, harga diproyeksikan akan meluncur turun untuk menguji bantalan likuiditas terdekat di $61300 (Rp1105790700) dalam rentang 4 hari ke depan. Apabila kepanikan pasar berlanjut dan area tersebut gagal menahan tekanan jual, koreksi berisiko terekspansi lebih dalam menuju lantai permintaan utama pada level $59130 (Rp1066646070).
Sentimen pasar opsi masih menunjukkan minat beli institusional yang cukup tinggi di area diskon. Narasi penurunan ini dinyatakan batal jika harga memantul impulsif dan menembus batas atas $64245 (Rp1158915555).
Ada masukan untuk insight ini? Kirim di sini