Konten ini bersifat edukasi, bukan saran finansial. Market kripto bisa berubah cepat. Lakukan riset sendiri dan kelola risiko dengan bijak.
Harga minyak mentah WTI naik sekitar 1,9 persen hari ini, didorong kekhawatiran geopolitik yang kembali memanas terkait potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi titik rawan tekanan pasokan. Ekspor minyak mentah dari Timur Tengah memang sudah pulih ke sekitar 12,8 juta barel per hari, memberikan sedikit kelegaan, namun negosiasi AS-Iran soal pembukaan kembali jalur tersebut masih menemui jalan buntu. Kelangkaan solar global akibat keterbatasan kapasitas kilang turut menambah tekanan pada harga produk minyak secara keseluruhan. Harga saat ini berada di sekitar $153,53 (Rp2758934), diambil dari titik tengah dua sumber data pasar independen dengan selisih tipis di bawah 0,5 persen ($153,84 dan $153,21), dan sudah naik sekitar 19,6 persen dalam 30 hari terakhir, kini hanya sekitar 5,8 persen di bawah rekor tertingginya. Dengan entry di area tersebut, target pertama $158,13 (Rp2841596), sekitar 3,0 persen dari entry, dan target kedua $162,74 (Rp2924438), sekitar 6,0 persen dari entry, mendekati level rekor tertinggi, realistis dicapai jika ketegangan geopolitik berlanjut.
Harga minyak sangat sensitif terhadap perkembangan diplomatik - kesepakatan mendadak dalam negosiasi AS-Iran soal Selat Hormuz bisa memicu koreksi tajam dan cepat. Skenario ini batal apabila harga menembus ke bawah $147,40 (Rp2648778).
Ada masukan untuk insight ini? Kirim di sini